Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 47


__ADS_3

"Ini.! Makanan untuk mengusir perut mu yang lapar tuan." ujar Velyn sembari selesai menyiapkan makanan untuk Arsen.


Arsen pun tersenyum lebar saat memandangi sebuah hidangan yang lezat diatas meja,yang sudah dimasak dan disiapkan oleh Velyn.


"Sepertinya makanan mu enak." ujar Arsen yang langsung memuji sebelum mencoba masakan Velyn.


"Dicoba dulu tuan,jangan langsung menilai makanan ku enak." tukas Velyn.


"Karena aku sudah selesai memasak untuk anda,artinya aku sudah boleh pulang 'kan?" timpalnya lagi seraya akan meninggalkan Arsen.


Namun,Arsen lagi-lagi menarik tangan Velyn dan menyuruh nya untuk duduk.


"Kau baru boleh pulang jika aku sudah sudah selesai makan.Atau bagaimana jika kau menginap disini saja menemani ku malam ini?" ujarnya Arsen sambil menoleh kearah Velyn.


Seketika membuat Velyn langsung melirik sinis sambil menyunggingkan bibirnya keatas.


"Aku tidak mau,aku lebih memilih menunggu anda selesai makan tuan.Supaya aku bisa langsung pulang." jawab Velyn menolak secara mentah.


Arsen hanya tersenyum melihat tingkah polos Velyn.Yang membuatnya tidak bisa berkata apa pun lagi.


Arsen tanpa basa basi langsung mencoba masakan Velyn yang sudah terhidang diatas meja tepat didepan matanya.


Ia pun seakan tidak sabar dan berpikir dirinya merasa beruntung bisa merasakan masakan dari wanita yang dicintainya.

__ADS_1


Dan beberapa saat Arsen mencicipi masakan Velyn,seketika ia terdiam dan berkutik.


Velyn yang melihat pun merasa heran dan penasaran.


"Ada apa tuan?Apa masakan ku enak??sepertinya kau sangat terkejut??" tanya Velyn yang ingin tahu.


Arsen pun sesaat menoleh sambil menunjukkan senyuman yang terpaksa.


"Sebelumnya aku ingin bertanya,apakah kau pernah memasak?" tanya Arsen sambil menelan makanan yang dicicipi dengan sangat berat.


"Pernah." jawab Velyn singkat.


"Berapa kali?Dan apa saja yang bisa kau masak?" tanya Arsen semakin penasaran.


Sejenak Velyn berpikir. "Sudah beberapa kali,dan yang bisa ku masak air dan nasi.Ah,dan juga ramen." jawab Velyn menjelaskannya dengan polos.


Pantas saja masakannya buruk sekali,aku sampai tidak bisa menelannya.Sepertinya Ekspetasi ku pada gadis rakun ini terlalu tinggi. batin Arsen dalam hatinya.


"Jadi selama ini siapa yang sudah menyiapkan makanan untuk mu??Apakah si brengsek itu?" tanya Arsen menebak.


"Iya,sejak ibu ku meninggal dia lah yang menggantikan menyiapkan makanan untuk ku." jawab Velyn apa adanya.


"Dan apa kau menganggap masakan mu ini enak?" tanya Arsen sambil melirik ke arah masakan Velyn.

__ADS_1


"Enak," jawab Velyn singkat.


"Kau sudah mencobanya?"


"Sudah sedikit."


"Dan menurut mu itu sangat enak?"


Velyn pun mengangguk dengan percaya dirinya.


"Kalau begitu coba saja kau habiskan makanan mu.Kalau kau bisa menghabiskannya aku akan langsung mengantar mu pulang."


"Jika tidak?"


"Jangan harap kau bisa keluar dari tempat ini."


"Memangnya kenapa harus aku yang menghabiskan makanan ini?Bukankah tuan yang lapar?Seharusnya tuan yang menghabiskan semua makanan ini?" tanya Velyn heran.


"Ya karena aku tidak tega melihat wanita ku yang sudah bersusah payah memasak untuk ku dan hanya bisa melihatnya saja.Silakan habis makanan ini.Kau pasti ingin langsung pulang, 'kan?" jelas Arsen.


"Oh,baik lah.Aku akan menghabiskan makanan ini semua.Dan anda harus tepati janji anda."


"Tidak masalah."ujar Arsen sambil tersenyum menyeringai saat Velyn menuruti semua ucapannya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang lagi,Velyn pun langsung memulai untuk memakan semua masakannya.Karena setelah itu ia ingin langsung pulang dan tidak mau berurusan lama dengan Arsen.Sebab dia tahu jika Arsen pasti akan menahan dirinya untuk tidak pulang ke rumahnya.


Terlebih mengingat tindakan Arsen yang sudah mengambil ciuman pertamanya secara tanpa sepengetahuannya.


__ADS_2