Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 88


__ADS_3

Siangnya Velyn pun dijemput oleh Jeremy dan mengantarnya ke kantor Arsen.


Setibanya dikantor,Velyn pun berjalan ke arah ruangan Arsen dan dikawal oleh Jeremy.Tapi,belum sampai keruangan Velyn pun langsung berpapasan dengan Arsen yang baru saja meninggalkan ruangannya.


"Ah,sayang kau sudah sampai.Aku harus menemui klien sebentar.Kau tunggu lah di ruangan ku.Aku tidak akan lama." ujar Arsen memberitahu Velyn.


"Ah iya." jawab Velyn mengangguk menuruti perkataan Arsen.


"Dan kau ikut aku sebentar." ujar Arsen pada Jeremy dan seraya berjalan meninggalkan Velyn.


"Baik tuan." jawab Jeremy mengangguk dan mengikuti Arsen dari belakang.


Velyn pun kembali berjalan menuju ruangan Arsen.Saat memasuki ruangan Arsen,Velyn tampak sedikit bingung dengan suasana ruangan Arsen yang sepertinya terlihat berbeda.


"Wah,kenapa ruangan ini jadi lebih luas dan besar.Sepertinya aku sudah lama tidak lama kesini.Aku jadi sampai lupa dengan ruangannya yang dulu." ujar Velyn yang sesaat kaget melihat suasana ruangan Arsen.Yang memang aslinya terlihat berubah dan berbeda.


Karena sebelumnya ruangan Arsen sempat melakukan renovasi yang sengaja diperluas dan besar.


Saat Velyn akan meletakan bekal makan siang untuk Arsen.Dan beberapa saat Velyn pun melihat kondisi meja kerja Arsen yang sedikit berantakan.Ua pun berniat ingin membereskan meja Arsen yang penuh dengan lembaran kertas yang berserakan.


Namun,kala ia sedang membereskan meja Arsen.Tiba-tiba saja seorang wanita berparas cantik dengan penampilan cukup berkelas memasuki ruangan Arsen tanpa bersuara.


Ia masuk begitu saja seolah ia sudah biasa memasuki ruangan Arsen.Wanita itu pun sesaat menoleh heran saat melihat Velyn yang tengah berdiri seorang diri.


"Kau siapa??" tanya wanita itu bernama Cindy.


"Oh,aku..-"


Belum sempat menjawab,Cindy pun langsung menyela.


"Ah..aku tahu,kau pasti office girl di kantor ini kan?Bagaimana bisa kau langsung masuk kesini tanpa seijin ku?" tebak Cindy dengan gaya sombong dan seenaknya yang langsung protes.


"Itu..-" jawab Velyn yang mencoba untuk menjelaskan.


Namun lagi-lagi,Cindy langsung menyela Velyn yang akan menjawab pertanyaannya.


"Ah,sudah lah..Lebih baik cepat bereskan meja itu.Dan setelah itu cepat buatkan aku kopi latte." tukas Cindy langsung memberi perintah pada Velyn.


Velyn pun sesaat menatap heran ke arah Cindy.


Apa yang terjadi?Kenapa dia jadi memerintah ku? Ujarnya dalam hati dengan perasaan yang bingung.


Velyn pun hanya bisa menatap kesal. "Memangnya kau ini siapa?Kenapa kau seenaknya memberi perintah padaku?" tanya Velyn yang ingin tahu lebih dulu.


"Aku??Apa urusannya kau ingin tahu siapa aku?" tanya balik Cindy sambil menunjuk dirinya.


Velyn pun mengernyitkan alisnya keatas.

__ADS_1


"Kau tidak perlu tahu siapa aku,yang jelas tidak lama lagi aku akan menjadi nyonya presdir tuan Arsen." ungkap Cindy dengan santainya sambil duduk di kursi tempat dimana Arsen selalu duduk disitu.Dan bahkan Cindy dengan beraninya menaikkan kaki nya keatas meja dengan gaya sombongnya.


Hal itu pun membuat Velyn menatap tidak percaya dengan ulah Cindy yang sudah bersikap tidak sopan di ruangan Arsen.


Datang darimana perempuan aneh ini?Kenapa kelakuannya kurang ajar sekali?batin Velyn dalam hatinya.


"Nyonya presdir?Memangnya kau tidak tahu siapa aku?Dan apa kau tidak tahu dia sudah menikah apa belum?" tanya Velyn dengan penasaran dan menunjuk dirinya.


"Untuk apa aku perlu tahu siapa diri mu?Sudah jelas kau hanya seorang office girl.Dan siapa yang peduli tuan Presdir sudah menikah apa belum?Yang ku tahu tuan Presdir masih single.Dan aku masih punya kesempatan untuk mendapatkan dirinya." jelas Cindy dengan percaya dirinya.


Velyn pun langsung mendengus sambil tersenyum heran.


"Hei nona..Aku ini adalah istrinya dan tuan presdir itu adalah suami ku..Dan aku bukan office girl di kantor ini.." jawab Velyn dengan tegas.


"Apa ??Istrinya??Hahaha..Lelucon apa yang sedang kau mainkan gadis kampung.Apa kau tidak sadar dengan perkataan mu?Kau tidak lihat bagaimana penampilan mu?Gaya seperti orang kampung,bisa-bisanya kau mengaku sebagai istrinya." pekik Cindy yang langsung menghina penampilan Velyn.


Velyn pun sesaat memperhatikan penampilannya.Yang menganggap tidak ada yang aneh atau pun kampungan.Cindy pun tak tahu jika pakaian yang dipakai Velyn adalah yang bermerek.Tapi gaya berpakaiannya memang terlihat sangat sederhana.Karena Velyn lebih menyukai berpakaian secara biasa saja dan tidak mencolok.Walau pun dia sudah berstatus istri seorang Presdir.


"Nona,sebaiknya kau keluar saja dari ruangan ini.Daripada akhirnya kau akan merasa malu dan menyesal atas semua kata-kata mu.Aku masih berbaik hati dan tidak ingin menyulitkan posisi mu.Walau pun aku tidak tahu apa posisi mu disini.Karena aku sudah lama tidak datang kesini.Jadi silakan tinggalkan ruangan ini." ujar Velyn mencoba mengingatkan Cindy.Agar Cindy tidak berperilaku keterlaluan.Dan menyuruhnya untuk keluar dari ruangan Arsen.


Seketika membuat Cindy pun langsung meradang dan menghampiri Velyn.


Plak..


Sebuah tamparan pun mendarat tepat di pipi Velyn.Yang tidak tahu jika Cindy akan tiba-tiba menampar wajahnya.


"Hei..!!Apa kau sudah gila??!" sentak Velyn yang kaget dan menatap tajam ke arah Cindy.


Velyn seakan tak sempat untuk memberontak.Karena tindakan Cindy begitu kasar dan arogan.


"Beraninya kau mencoba berbuat kasar pada istri ku."sahut Arsen yang tiba-tiba muncul memasuki ruangannya sambil menunjukkan tatapan yang sangat dingin.


Melihat kedatangan Arsen,seketika membuat Cindy panik dan langsung menurunkan kakinya dan bergegas berdiri sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf tuan,saya pikir dia adalah seorang office girl disini." jawab Cindy masih dengan kepala menunduk.


"Bukankah aku sudah mengatakannya tadi,jika dia adalah istri ku.Apa yang salah dengan kata-katanya??Apa kau menganggap istri ku benar-benar seorang office girl disini?Sampai kau berani bertindak kasar pada istri ku." tanya Arsen dengan nada yang tidak senang.


Cindy pun hanya bisa berdiri mematung dan bingung.


"Kau seenaknya memasuki ruangan ku dan memberi perintah pada istri ku.Apa segitu bebasnya kau bekerja pada ku?"


"Maaf tuan,saya hanya ingin mengantarkan dokumen saja.Saya tidak tahu jika dia benar-benar istri anda.Maafkan saya." ungkap Cindy yang langsung merasa menyesal akan kata-katanya.


"Tidak perlu jelaskan lagi.Niat hati mu tidak serius untuk bekerja di perusahaan ku.Menggunakan kekuasaan untuk menindas bawahan.Dan cara mu sungguh sangat rendahan." tukas dengan tegas.


Cindy pun masih diam mematung.

__ADS_1


"Segera temui HRD dan ambil surat pengunduran diri mu.Karena mulai hari ini kau tidak perlu lagi bekerja di perusahaan ku." ucap Arsen kembali tegas dan langsung memecat Cindy.


Seketika membuat Cindy pun panik dan mencoba menghampiri Arsen.


"Tapi tuan,kenapa harus memecat saya?Saya bisa jelaskan." ujar Cindy yang kini mencoba untuk menjelaskan pada Arsen.


"Kau dipecat.!" pekik Arsen.


Cindy pun tak berkutik dan hanya bisa menarik nafas panjangnya dengan lesu.Akhirnya ia pun meninggalkan ruangan Arsen dengan perasaan yang penuh penyesalan.Karena ulah nya yang sombong dan arogan.Ia pun terpaksa kehilangan pekerjaannya,yang sebenarnya baru saja 3 bulan ia jalani.


Tak mengira karena kesalahpahaman nya,jadi membuat dirinya harus kehilangan posisi di perusahaan tempat ia bekerja.


Setelah Cindy meninggalkan ruangan,Velyn langsung menghampiri Arsen.


"Kamu yakin langsung memecat dia begitu saja?" tanya Velyn.


"Memangnya kenapa?" tanya balik Arsen.


"Tidak,aku hanya merasa kasihan.Dia memang salah,tapi kurasa beri sanksi saja sudah cukup.Tidak perlu kamu langsung memecatnya." ucap Velyn yang justru merasa kasihan pada Cindy.


"Justru aku ingin memberikan posisi dia padamu.Kalau kau tidak keberatan.Karena jika ku beri kesempatan,orang seperti dia hanya akan jadi besar kepala." ujar Arsen.


"Tapi aku bisa apa?Aku tidak punya pengalaman.Pengalaman ku bekerja padamu hanya seorang asisten pribadi saja." jawab Velyn yang justru tidak yakin.


"Ada aku,kenapa harus berpengalaman.Tapi aku cuma bercanda.Aku tidak mau kau bekerja untuk ku.Aku cuma mau kau bekerja di atas ranjang saja." ucap Arsen sambil memicingkan matanya dengan tujuan merayu Velyn.


Velyn pun hanya tersipu malu melihat tingkah Arsen yang sengaja merayunya.Sedangkan Arsen langsung mengusap rambut Velyn dengan lembut.


...****************...


Malamnya..


Setelah mengantarkan Arsen pulang kediamannya.Jeremy pun berniat akan pulang juga ke apartemen pribadinya.


Disaat dia tengah fokus mengemudikan mobilnya.Tiba-tiba saja ia harus menghentikan laju mobilnya secara mendadak.Sebab ia hampir menabrak seorang gadis asing.


Jeremy pun langsung turun dari mobil dan berniat ingin menghampiri gadis tersebut.


Saat dihampiri,ia begitu terkejut melihat seorang gadis yang tengah dalam keadaan terluka.Seluruh tubuh yang penuh memar dan penampilan yang sudah berantakan.


"Hei..Nona??Kau baik-baik saja?" tanya Jeremy ingin tahu.


Gadis itu pun sesaat menoleh kearah Jeremy.Belum sempat menjawab,ia justru jatuh pingsan tidak sadarkan diri.


Seketika membuat Jeremy panik dan bingung.


"Sial.!!Kenapa gadis ini jadi pingsan?" umpatnya sambil mengusap rambutnya secara kasar.

__ADS_1


Karena situasi yang sudah sepi dan tidak mau menjadi perhatian orang sekitar.Jeremy pun dengan terpaksa membawa gadis itu pergi.Belum tahu ia akan membawanya kemana,tapi setidaknya ia ingin membawa dirinya aman dari perhatian orang sekitar.Jika tidak ia takut akan menjadi sasaran orang-orang sekitar karena sudah hampir menabrak seorang gadis asing.Yang tidak tahu siapa dia,namun ia merasa kasihan karena melihat kondisi gadis itu yang sudah terluka parah.


"Harus kemana aku membawanya?Jika aku membawanya ke rumah sakit,pasti akan jadi masalah berat." gerutunya dalam keadaan bingung.


__ADS_2