
"Mungkin hidup ku akan membosankan." jawab Arsen.
"Apa anda tidak berpikir untuk mencari wanita yang akan serius menjalin hubungan dengan anda?"
"Tentu saja aku serius memikirkan itu,dan kau pilihan ku.Yang sudah menjadi pilihan ku,pastinya aku akan serius.Usia ku juga bukan bocah ingusan,untuk apa aku harus menghabiskan waktu dengan main-main." jelas Arsen panjang lebar.
"Jika wanita itu ternyata itu bukan aku,apakah anda akan tetap mencari nya?"
"Aku tidak tahu,sebelumnya aku tidak pernah berpikir untuk mencari wanita mana pun."
"Lalu kenapa anda bilang ingin serius menjalin hubungan dengan wanita kalau anda tidak serius mencari wanita untuk pilihan anda.!" ujar Velyn tanpa sadar langsung sewot.
Hal itu pun membuat Arsen langsung mengernyitkan alisnya ke atas.
"Hei,kenapa kau tiba-tiba sewot?" tanya Arsen merasa heran.
Seketika membuat Velyn merasa salah tingkah.
__ADS_1
"Ah tidak.Maaf aku terlalu berlebihan.Aku hanya ingin mengingatkan anda.Jangan terlalu berharap pada ku.Aku tidak mau mengecewakan anda.Walau pun tuan begitu yakin jika aku adalah pilihan tuan,mohon untuk dipikirkan lagi." ucap Velyn mengingatkan Arsen.
Sesaat Arsen pun terdiam dan menatap Velyn dengan tajam.
...****************...
Hari Minggu..
Mario pun menjemput Velyn dan mengajaknya ke suatu tempat.Velyn tak mengira jika Mario ternyata membawa ke sebuah tempat acara pameran lelang barang-barang antik yang sudah lama Velyn inginkan.Sebab Velyn rupanya sedikit menyukai barang-barang antik dan unik.
"Aku tidak tahu jika ada tempat seperti ini,bagaimana kakak menemukan tempat ini?" tanya Velyn yang sekaligus merasa kagum dengan tempat tersebut.
"Oh begitu,iya aku suka tempat ini kak.Smeua barang-barang disini sangat luar biasa.Terima kasih karena kakak sudah mengajak ku kesini." ucap Velyn sembari berterima kasih pada Mario.
"Sama-sama.Dan kalau aku boleh tahu,apakah saat ini kau sedang kuliah Velyn?" tanya Mario mengalihkan pembicaraan.
"Emm..Sebenarnya belum,tapi aku sudah merencanakan nya kak.Jika uang tabungan ku sudah cukup aku akan mulai mendaftar tahun depan." jawab Velyn.
__ADS_1
"Apa kau tidak pernah berpikir untuk kuliah di luar negeri?"
"Luar negeri?Tentu saja aku mau kak,tapi itu harus membutuhkan dana yang tidak main-main.Belum lagi biaya hidup disana dan persaingan mahasiswa yang berotak jenius..Haha." jawab Velyn sesaat tertawa kecil.
"Bagaimana jika ada orang yang ingin membiayai kuliah mu?Apakah kau mau?"
"Membiayai??Jika secara gratis aku tidak mau kak."
"Maksud mu?"
"Yah,aku tidak mau dibiayai secara gratis.Setidaknta aku membayar dengan tenaga,misalnya dengan bekerja juga.Tapi semua itu juga mustahil kak.Tidak akan ada orang yang membiayai kuliah ku secara cuma-cuma."
"Bagaimana jika aku yang membiayai kuliah mu?"
Sontak membuat Velyn terkejut dan menoleh kearah Mario.
"Maksud kakak?"
__ADS_1
"Jika kau mau ikut bersama ku,aku akan membiayai kuliah mu.Dan jika kau memang ingin sambil bekerja untuk membayar kuliah mu,aku akan membantu mu.Bagaimana?" ucap Mario memberi saran dan tawaran pada Velyn.
Velyn pun seketika diam mematung karena syok dengan ucapan Mario.