
Sejam berlalu,akhirnya Arsen pun keluar dari kamar dan berjalan ke arah ruang makan.Dan Jeremy pun masih terlihat sabar menunggu kedatangan Arsen.
"Katakan,apa kau sudah mendapatkan yang ku minta?" tanya Arsen dengan nada serius.
"Sudah tuan." jawab Jeremy sambil mengangguk.
...****************...
Menjelang siang hari..
Velyn pun baru terbangun dan langsung menoleh ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 siang.Jam yang tidak pernah nya dia bangun jam segitu.
Velyn pun sesaat menghela nafas dengan begitu berat dan tidak bersemangat.Bagaimana tidak jika kejadian semalam membuatnya seketika hilang semangat dan putus asa.
Dengan berat hati Velyn pun bangkit dari kasurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.
Setelah bersiap-siap,Velyn langsung pergi keluar menuju outletnya.Bukan berniat akan berjualan lagi,melainkan ia ingin membereskan seluruh barang-barang yang sudah hancur dan berantakan karena ulah kedua pria tersebut.
Namun,saat tiba disana ia justru dikejutkan dengan situasi outletnya yang berubah menjadi lebih bagus dan rapi.Dan bahkan outlet yang berbentuk kios kecil dan bertemakan vintage itu bertuliskan namanya sendiri.Velyn seketika tercengang dan tidak percaya jika namanya tertulis jelas di outlet yang baru.
"Apa ini?Apa aku tidak salah lihat?" ujar Velyn yang bicara sendiri dan terlihat sedikit syok.
Seorang wanita pun datang menghampirinya.Wanita yang berparas paruh baya itu pun tersenyum saat menghampiri Velyn.
"Kau baru datang?Kenapa siang sekali?" tanya wanita itu yang ternyata adalah pemilik lapak outlet Velyn.
Velyn pun langsung menoleh ke arah wanita tersebut.
"Nyonya?Apa ini?Kenapa outlet ini berubah?Dan kenapa ada nama ku di outlet itu?" tanya Velyn yang bingung dan penasaran.
"Ah iya..Seseorang sudah membeli lapak ini dan mengatasnamakan nama mu.Ini surat kepemilikan lapak ini.Mulai sekarang lapak ini adalah milik mu.Dan ini juga membuatku kaget karena lapak ini langsung direnovasi oleh mereka setelah membelinya." jelas sang pemilik lapak tersebut.
"Hah??Membelinya??Siapa?Apa nyonya mengenalnya?" tanya Velyn kembali kaget.
"Tentu saja tidak,yang seharusnya kenal kan kau sendiri Velyn.Bagaimana kau ini.Oke kalau begitu aku harus pergi.Smeoga dagangan mu ramai terus dan laris manis.Semangat Velyn.Sampai jumpa." ujar sang pemilik langsung meninggalkan Velyn dengan perasaan yang begitu senang dan bahagia.
Namun tidak dengan Velyn,yang justru merasa aneh dan bingung.Bagaimana bisa dalam semalam outletnya seketika berubah menjadi lebih bagus dengan design yang baru.Dan bahkan outlet itu sudah menjadi hak miliknya.
__ADS_1
"Siapa orang yang sudah melakukan ini semua?Tidak mungkin kak Mario." ujarnya mencoba menebak orang yang sudah mengubah outletnya.
Dan seketika Velyn pun tersadar dan membulatkan kedua matanya.Seakan ia bisa langsung menebak seseorang yang sudah melakukan itu semua.
...****************...
Alethea yang tengah menikmati makan siang,tengah didatangi seorang pria yang ingin menemuinya.
Alethea pun langsung menemui pria itu dan sembari memberikan sebuah amplop tebak yang ternyata berisikan uang yang begitu banyak.
"Kerja bagus dan ini bagian untuk mu dan teman mu." ujar Alethea saat memberikan amplop tersebut.
Orang tersebut pun langsung tersenyum lebar jalan melihat jumlah uang dalam amplop tersebut.Ia seakan tidak sabar ingin menikmati hasil setelah ia melakukan tugas yang diperintah oleh Alethea sendiri.Alethea ternyata sengaja menyuruh orang untuk mengusik kehidupan Velyn.Agar membuat hidup Velyn tidak tenang dan berhenti mendekati Arsen.Dan ternyata kedua orang suruhannya pun berhasil melakukan sesuai perintahnya.
"Terima kasih nona,ini baru bisnis..Hehe." ujar sang pria tersebut sambil tetap tersenyum lebar.
"Tapi aku masih ada 1 tugas untuk mu.Karena sepertinya aku belum begitu puas jika kalian hanya mengusik gadis parasit itu." ujar Alethea dengan tersenyum menyeringai.
"Apa pun itu kami akan siap melakukannya nona.Asal cuan nya sesuai dengan perjanjian kita.Hehe." jawab sang pria langsung menyanggupi keinginan Alethea.
"Itu hal yang sangat gampang nona.Anda hanya tinggal menunggu kabar bagusnya dari kami." jawab sang pria kembali menyanggupi perintah Alethea.
"Oke..Ini uang DP nya.Sisanya setelah kalian berhasil menyingkirkan dia." ujar Alethea memberikan lagi sejumlah uang pada pria tersebut.
Dengan perasaan girang,sang pria tersebut langsung menerimanya.
"Baik nona,segera akan kami kerjakan sesuai perintah anda.Kalau begitu aku permisi dulu." ujarnya sembari bangkit dari tempat duduknya.
Alethea hanya mengangguk tanpa menjawab.
Si pria itu langsung pergi meninggalkan kediaman Alethea.
Namun,baru akan melangkah ke pintu.Si pria itu dikejutkan dengan kemunculan sosok pria yaitu Jeremy dengan menunjukkan tatapan dingin.Dan dibalik punggung Jeremy,terlihat seseorang akan berjalan ke arah si pria itu.
Si pria itu pun hanya menatap bingung,karena tak mengenali Jeremy dan sosok pria itu yang tidak lain adalah Arsen sendiri.
"Minggir,aku harus harus pergi." ujar si pria itu pada Arsen.
__ADS_1
Namun,tanpa menjawab Arsen justru menendang pergelangan kaki si pria itu cukup keras.Hingga membuat si pria itu terjatuh dan merintih kesakitan.
"Argghh.." rintih si pria kesakitan sambil berteriak.
Mendengar teriakan si pria,Alethea pun segera bangkit dan mencari asal suara tersebut.
Alethea begitu kaget saat melihat kedatangan Arsen tanpa sepengetahuannya.
"Arsen." seru Alethea yang kaget.
Sesaat Arsen pun melirik ke arah Jeremy. "Habisi dia dan bawa bajingan ini ketempat yang seharusnya." sahut Arsen memberi perintah pada Jeremy.
Jeremy pun langsung mengangguk dan menuruti perintah Arsen.
Jeremy pun langsung menarik kerah baju si pria itu dari belakang dengan secara paksa.
"Hei,mau apa kau?Lepaskan tangan mu dari baju ku sialan.!" sentak pria itu yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Jeremy.
Tanpa menjawab,Jeremy langsung meninju perut si pria itu dengan cukup keras.
Membuat si pria itu kembali kesakitan dan tak berdaya.
"Akh.." rintih si pria itu lagi.
Jeremy pun tetap membawa si pri itu pergi.Tapi,Arsen kembali memanggil Jeremy.
"Tunggu." ujar Arsen menghampiri si pria itu.
Arsen langsung mengambil amplop yang berisikan uang yang masih ditangan si pria itu.
"Kembalikan uang ku.!!Jangan coba kau mengambilnya brengsek.!" sentak pria itu masih dengan lantangnya menantang Arsen.
"Mudah sekali kau mendapatkan uang ini dengan cara yang busuk.Kau pikir kau akan menikmati uang ini?Kau akan menikmati nya di penjara bedebah sialan." ucap Arsen dengan kata yang tajam dan langsung memukul wajah si pria itu.
Seketika membuat si pria itu jatuh pingsan dan Jeremy pun langsung membawanya pergi.
Hal itu pun membuat Alethea seketika berdiri mematung.Kala melihat tindakan Arsen yang sepertinya sudah mengetahui rencana liciknya.
__ADS_1