Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 60


__ADS_3

Alethea kembali mendatangi kantor Arsen,karena berniat ingin bertemu dengan Arsen.


Setibanya di ruangan Arsen,Alethea dan Velyn pun kembali bertemu.Disaat Arsen belum datang ke kantornya.


Velyn hanya bersikap diam dan tenang,namun tetap menghormati Alethea sebagai kakak Arsen.


Berbeda dengan Alethea sendiri yang justru melihat Velyn dengan tatapan yang sinis dan tidak suka.


"Kenapa kau masih bekerja disini?Bukankah aku menyuruh mu untuk berhenti dari pekerjaan ini?" tanya Alethea dengan nada ketus.


Velyn pun hanya melirik tanpa menjawab pertanyaan Alethea.Velyn pun hanya memilih mengalihkan pandangannya dari Alethea.


"Hei,kenapa kau mengabaikan peringatan ku?Jangan membuatku harus mengatakan ini pada Arsen,untuk menyuruh dia memecat mu.!" tukas Alethea mulai kesal.


Velyn hanya bisa menghela nafas mendengar kata-kata Alethea yang begitu sengit padanya.


"Seharusnya kau tahu diri,kau tidak pantas berada disisi Arsen.Walau pun kau menegaskan hanya bekerja untuk nya.Tidak mungkin gadis miskin seperti mu hanya berniat bekerja tanpa memiliki tujuan lain." sindir Alethea dengan kata-kata yang tajam.


Velyn pun kembali menghela nafasnya dengan berat.


"Cukup nona,berhenti menghina ku seperti itu.Aku diam bukan berarti aku menerima penghinaan anda.Ku pikir dengan kondisi nona saat ini,menunjukkan sikap yang lebih lembut tapi ternyata kondisi dan sikap nona sangat berbanding terbalik." jawab Velyn dengan beraninya.


"Apa kau ingin menghina kondisi ku saat ini?Kau pikir aku tidak bisa berjalan lagi?Jangan sembarang asal bicara kau gadis miskin.!" sentak Alethea yang tidak terima dengan ucapan Velyn.


"Lalu bagaimana dengan anda sendiri?Bagaimana kata-kata anda yang menghina ku?Apa hanya orang terpandang saja yang selalu dibenarkan untuk menghina orang kecil?Jika anda menghina status ku sebagai orang miskin,tapi setidaknya aku tidak miskin dalam bersikap." jawab Velyn membela dirinya.


Alethea pun seketika menatap tajam dan langsung mengarahkan kursi rodanya ke arah Velyn dan menarik rambut Velyn secara kasar.


"Akh.." lirih Velyn langsung kesakitan saat Alethea menarik rambutnya.

__ADS_1


"Sombong sekali kau gadis miskin.!" hardik Alethea yang masih menarik paksa rambut Velyn.


"Lepaskan tangan mu dari rambut ku nona.Jangan membuatku jadi bersikap kasar pada anda nona." sahut Velyn yang berusaha melepaskan tangan Alethea dari rambutnya.


Namun,Alethea justru tetap terus menarik rambut Velyn yang hampir terputus.Menyadari Arsen baru datang dan akan memasuki ruangan.Alethea pun langsung melepaskan tangannya dari rambut Velyn.


Dan disaat Arsen akan memasuki ruangannya,tanpa diduga Alethea menjatuhkan dirinya dari kursi roda dan sempat menarik tangan Velyn ke arah tubuhnya.Dengan maksud agar Velyn terlihat mendorong Alethea terjatuh.


Dan hal itu pun dilihat langsung oleh Arsen secara bersamaan.


Buk..


"Akh sakit." rintih Alethea yang berpura-pura kesakitan.


"Kak Alethea." seru Arsen yang kaget melihat Alethea sang kakak terjatuh.


"Kau baik-baik saja kak?" tanya Arsen sata membantu Alethea bangun dan duduk di kursi rodanya.


"Aku baik-baik saja.Tapi gadis ini yang sudah mendorong ku sampai jatuh Arsen." jawab Alethea yang langsung mengadu pada Arsen.


Velyn pun langsung menatap kaget dan syok,saat Alethea memfitnah dan menuduh dirinya.


Arsen pun menoleh tajam ke arah Velyn,karena langsung mempercayai ucapan Alethea.


"Aku tidak melakukan apa pun,kenapa anda memfitnah ku nona?" jawab Velyn membela dirinya.


"Tapi jelas-jelas kamu mendorong ku.Memangnya apa salah ku?Apa kamu punya masalah dengan ku?" ucap Alethea yang mulai mengarang cerita dan bersandiwara tepat di depan Arsen.Dengan tujuan agar Arsen mempercayai semua kata-katanya.


"Justru anda yang punya masalah apa dengan ku nona?Aku sama sekali tidak menyentuh mu.Kenapa anda membalikkan fakta.?" ujar Velyn yang masih tidak terima dengan fitnahan Alethea.

__ADS_1


"Sudah cukup.!!Kau ikut aku." sentak Arsen langsung menarik tangan Velyn dan membawanya keluar dari ruangan.


Alethea yang memandang mereka hanya tersenyum puas.Ia berharap jika Arsen akan mempercayai semua kata-katanya sebagai seorang kakak daripada mempercayai Velyn.Gadis yang dianggapnya sebagai benalu dalam kehidupan Arsen.


Arsen pun membawa Velyn ke ruang tangga darurat dan langsung menghempaskan tangan Velyn.Terlihat raut wajah Arsen yang sama sekali tidak menunjukkan rasa senang dan justru hanya ada amarah yang siap akan dia lampiaskan pada Velyn.


"Kenapa kau melakukan itu?"tanya Arsen dengan nada ketus.


"Melakukan apa?Apa anda percaya jika aku yang mendorong kakak anda?" tanya balik Velyn.


"Memangnya apakah ada orang lain lagi selain dirimu yang bersama kakak ku saat ini?" tanya Arsen yang justru mencurigai Velyn.


"Maaf tuan,tapi aku sama sekali tidak menyentuh sedikit pun kakak anda.Justru kakak anda sendiri yang sudah bertindak kasar pada ku.Dia yang hampir menarik rambut ku hingga rontok.Apa anda tidak bisa lihat keadaan rambut ku saat ini??Aku justru memilih diam saat kakak anda menarik rambut ku.!! " jelas Velyn dengan nada tegas dan menatap tajam ke arah Arsen.


"Kalau kau memang tidak menyentuhnya,kenapa dia bisa terjatuh?Apa masuk akal jika dia menjatuhkan dirinya sendiri?Dan aku harus lebih percaya kata-kata mu dibanding kakak ku sendiri?"


"Tapi kenyataannya memang kakak anda sendiri yang menjatuhkan diri sendiri.Dia sudah memfitnah ku karena dia memang tidak suka padaku.Kalau anda memang tidak percaya dan menganggap aku berbohong.Silakan saja,karena aku tidak akan mengakui sebuah kebohongan yang sama sekali tidak pernah ku lakukan.!!" jawab Velyn dengan tegas dan lantang.


"Sepertinya kau sudah mulai berani bicara lantang padaku.Apa kau sudah mulai bosan bekerja padaku?Apakah pria idiot mu itu sudah mempengaruhi mu?Sampai kau tidak memandang ku sebagai atasan mu?Kau bahkan tidak menghargai perasaan ku." sindir Arsen yang tanpa sadar menyinggung Mario.


Velyn pun langsung menatap aneh dengan semua perkataan Arsen.


"Kenapa anda jadi mengkaitkan teman ku?Bagaimana bisa anda mencari kesalahan ku dengan melibatkan orang lain?Kalau anda merasa tidak suka dengan keberadaan ku sekarang dan lebih percaya dengan semua perkataan kakak anda.Baik,mulai hari ini juga aku akan mengundurkan diri dari pekerjaan ini."


"Terima kasih karena anda sudah banyak membantu ku,dan terima kasih juga karena anda lebih memilih menuduhku dibandingkan mencari tahu dulu kebenarannya.Dan bersikap lah dewasa untuk tidak mengkaitkan masalah pribadi dengan masalah yang lain.Permisi." jawab Velyn panjang lebar dan tegas.Velyn pun langsung meninggalkan Arsen begitu saja dengan perasaan yang begitu marah dan kecewa.


Sebab Arsen benar-benar mempercayai semua perkataan Alethea dibandingkan mencari tahu dulu masalah yang sebenarnya.


Sementara Arsen hanya bisa menghempaskan tubuhnya ke dinding dengan cukup keras sambil mengusap wajahnya secara kasar.

__ADS_1


__ADS_2