
Seminggu kemudian..
Ketika Gretta akan berangkat ke kampus,ia pun kedatangan tamu yang disambut langsung oleh ibunya.
Tamu itu adalah beberapa seorang pria dengan memakai seragam kepolisian.Yang membuat ibu Gretta kaget dan bingung.
"Maaf nyonya,kami harus bertemu dengan anak anda bernama Gretta.Bisakah anda memanggilnya?" sahut salah satu sang petugas.
"Bisa saja pak,tapi kalau boleh tahu ada keperluan apa para bapak petugas kepolisian mencari anak saya?" tanya ibu Gretta lebih dulu.
"Tolong dipanggilkan saja dulu nyonya." ujar sang petugas.
Mau tidak mau ibu Gretta pun langsung menemui Gretta dan memanggilnya.
Tak berapa lama Gretta dan sang ibu pun menemui sang petugas kepolisian.
Gretta tampak begitu bingung,kala sang petugas mencarinya.
"Apa benar anda nona Gretta?" tanya sang petugas lebih dulu.
"Iya benar,ada apa ya pak?" tanya Gretta ingin tahu.
"Maaf,anda harus ikut kami ke kantor.Anda ditangkap atas tuduhan penganiayaan pada seorang gadis yang menyebabkan korbannya terluka dan dirawat rumah sakit.Ini surat penangkapan nya." jelas sang petugas panjang lebar.
Sontak membuat Gretta kaget dan panik saat sang petugas akan membawanya.Begitu juga sang ibu yang ikut merasa kaget dan syok.
"Tidak,aku tidak melakukannya..Ini fitnah.!!" hardik Gretta yang menolak untuk dibawa dan mengatakan sesuatu yang berbohong.
"Anda bisa menjelaskannya di kantor.Bawa dia." ujar sang petugas menyuruh rekannya untuk memborgol tangan Gretta.
Gretta pun mulai berontak dan menolak untuk diborgol.
"Tidak pak..Aku tidak melakukan apa pun,aku tidak mau ikut bersama kalian.Mama.!!Tolong bantu aku jelaskan pada mereka.!!" teriak Gretta yang tetap berontak dan meminta pertolongan pada sang ibu.
Sang ibu pun kebingungan dan panik kala Gretta sang anak akan membawanya.Bahkan memohon pun,sang petugas juga tak menggubrisnya.Dan akhirnya para petugas kepolisian pun membawa Gretta ke kantor polisi.
...****************...
__ADS_1
Shane pun berniat ingin menemui Zia di kantin.Setekah sekian hari ia sengaja untuk tidak menemuinya.Ia berharap jika ia masih bisa bertemu dengan Zia.
Tapi,sayangnya ia harus menelan kekecewaan.Sebab ternyata Zia susah mengundurkan diri dari pekerjaannya dengan Farel.
"Apa??Dia berhenti bekerja?"tanya Shane kaget.
"Benar." jawab Farel singkat.
"Tapi kenapa??Dan kapan dia mengundurkan diri?" tanya Shane penasaran.
"Aku tidak tahu,dia tidak memberi penjelasan kenapa ingin berhenti.Dan dia mengatakannya saat dia masih di rumah sakit." jelas Farel panjang lebar.
Membuat Shane pun kembali kaget.
Back :
"Maaf kak,sepertinya aku harus mengundurkan diri dari pekerjaan kakak." ungkap Zia saat ia masih di rawat di rumah sakit.
Seketika membuat Farel pun kaget dengan ucapan Zia.
"Kau ingin mengundurkan diri??Memangnya kenapa??Apa kau merasa tidak betah?Atau gaji mu tidak mencukupi?" tanya Farel ingin tahu.
*
*
Karena gagal menemui Zia di kantin karena sudah berhenti.Shane pun akhirnya memutuskan untuk menemui Zia dikediamannya.
Setibanya di rumah Zia,ia justru disambut oleh Zevana sang adik.Membuat Shane langsung menghela nafas dan menatap malas pada Zevana.
"Tuan tampan..Ada apa anda datang kesini?Apa sengaja ingin bertemu dengan ku?" tanya Zevana dengan percaya dirinya sambil tersenyum lebar.
"Bukan..Tapi aku kesini ingin bertemu dengan kakak mu.Dimana dia?" ujar Shane dan bertanya.
Zevana pun langsung mendengus,ketika Shane menyebut nama Zia sang kakak.
"Untuk apa anda mencarinya??Dia tidak ada di rumah." tanya Zevana balik dan memberitahu.
__ADS_1
"Dia pergi kemana?Dan kapan akan pulang?" tanya Shane.
"Aku tidak tahu." jawab Zevana dengan nada ketus.
"Ya sudah.Beritahu dia bahwa aku mencarinya." ujar Shane seraya akan pergi.
Namun,Zevana langsung menahan tangan Shane untuk tidak pergi.Yang membuat Shane langsung menoleh heran.Bahkan ia pun menepis tangan Zevana dari tangannya.
"Masuk lah sebentar tuan,kita bisa saling mengobrol..Anggap saja sambil menunggu kakak ku pulang.Aku akan dengan senang hati menemani mu." ujar Zevana yang mencoba untuk mengajak Shane memasuki ke rumahnya dan merayunya.
Namun,Shane justru hanya menatap dingin ke arah Zevana.
"Kenapa sifat mu berbeda jauh sekali dengan kakak mu??Tapi untungnya kakak mu tidak memiliki sifat murahan seperti mu.Dan jangan berpikir aku akan tertarik dengan taktik murahan mu ini." Ucap Shane dengan tegas sekaligus menyindir Zevana.
Shane pun langsung pergi dan tak memperdulikan Zevana yang sudah ia singgung.Sementara Zevana hanya bisa mendengus kesal dengan sikap Shane yang begitu dingin dan cuek terhadapnya.
Shane pun mencoba kembali mencari Zia.Seakan perasaannya pun tidak tenang jika tidak menemui Zia.
Tapi sayangnya dia tetap tidak menemukan Zia.Dan akhirnya memilih untuk pulang ke rumah.
Sementara Zia pun baru saja tiba di rumah.Setelah seharian ia bekerja di sebuah pabrik.Yang belum lama ia bekerja disana.Ia beruntung seorang teman menawarinya pekerjaan disebuah pabrik.Hal itu membuat Zia tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencoba bekerja disana.Dibandingkan dia harus kebingungan bagaimana ia mencari pekerjaan lagi.
Baru memasuki rumah,Zevana langsung menatap kesal pada Zia.
"Jam segini kau baru pulang kak?" tanya Zevana dengan nada ketus.
"Bukankah kamu sudah tahu kalau kakak sudah bekerja dipabrik dan memang pulang jam segini?" jawab Zia mengingatkan Zevana.
"Iya,tapi aku sekarang sudah sangat lapar.Harus menunggu jam berapa aku baru bisa makan??Apa kau ingin aku kena asam lambung?Dan jangan karena kau aku jadi tidak bisa ikut ujian akhir sekolah.!" protes Zevana langsung melampiaskan kekesalannya pada Zia.
Zia pun langsung menatap heran dengan ucapan Zevana.
"Zeva,bukankah kau sudah besar??Seharusnya kau belajar untuk masak sendiri?Jangan semuanya bergantung padaku.Dan itu pun bisa kau lakukan sendiri." tukas Zia menasehati Zevana.
"Tapi kau sendiri yang seharusnya bertanggung jawab untuk ku.Semuanya harus kau yang melakukannya sampai aku lulus sekolah.Jadi aku tidak akan melakukan apa pun yang bukan keinginan ku.!"jawab Zevana dengan nada lantang.
"Tapi dalam situasi seperti ini kita harus saling kerja sama.Aku di luar sana bekerja dan mencari uang untuk biaya sekolah dan hidup kita.Kenapa kamu sama sekali tidak mengerti posisi ku untuk saling pengertian."
__ADS_1
"Aku tidak mau tahu,pokoknya aku tidak mau melakukan apa pun yang bukan keinginan ku.Tugas di rumah mau pun diluar itu semua urusan mu.Jangan coba meminta ku untuk mengerti posisi mu.Aku tidak akan mau.!" pekik Zevana langsung pergi dan tidak peduli dengan perasaan Zia yang sudah ia singgung.