
Ethan terlihat sedang dalam perjalanan menuju luar kota yang akan ia kunjungi.Disaat ia tengah fokus mengendarai mobilnya,suara ponselnya pun berbunyi.Ethan pun segera menerima panggilan masuk dari ponselnya.
"Halo." sahut Ethan yang tetap fokus mengemudi.
"Sayang,apakah kau akan kesini?" sahut seorang wanita bertanya disana.
"Iya,aku sedang dalam perjalanan."jawab Ethan.
"Baik lah,dia sudah sangat merindukan mu." ucap wanita itu.
"Benarkah?Aku juga sudah merindukannya dan bahkan aku juga sudah membelikan banyak hadiah untuknya." ujar Ethan memberitahu pada sang wanita tersebut.
"Ya sudah,kami akan menunggu kedatangan mu.I love you." ucap sang wanita langsung menutup panggilannya.
Begitu juga dengan Ethan yang langsung menutup panggilannya.
...****************...
Setelah membuatkan minuman untuk seseorang yang menjadi tamu Arsen.Velyn pun kembali keruangan Arsen dan menyuguhkan minuman tersebut diatas meja.
__ADS_1
"Silakan minuman nya nona." ucap Velyn pada seseorang itu.
"Terima kasih." jawab seseorang itu yang tidak lain adalah Alethea sendiri.
Belum tahu apa tujuan dia datang dan ingin bertemu dengan Arsen.Yang jelas Velyn pun tak ingin bertanya dan ingin tahu.
Velyn pun mengangguk dan duduk tepat di depan Alethea dengan kepala menunduk.Velyn juga enggan membuka suara untuk memulai obrolannya.Sebab ia masih merasa tidak enak hati atas insiden sebelumnya.Yang membuat hubungan Alethea sempat berselisih dengan Arsen.Hanya karena Arsen membela dirinya dan membuat Ethan menerima pukulan keras dari Arsen.
Sementara Alethea memandang serius ne arah Velyn.
"Apakah tidak ada yang ingin kau katakan padaku?" tanya Alethea pada Velyn.
"Euh..Itu,aku minta maaf atas kejadian sebelumnya.Karena sudah menyebabkan masalah di keluarga kalian nona.Aku sungguh menyesal." ungkap Velyn yang langsung menyadari maksud dengan ucapan Alethea.
"Lalu bagaimana bisa kau disini?Apakah Arsen masih terus mengejar mu?" tanya Alethea penasaran.
"Euh..itu karena aku bekerja dengan tuan Arsen nona.Tuan Arsen memberiku pekerjaan sebagai asisten pribadinya." jawab Velyn menjelaskan.
"Asisten pribadinya??Dimana Zora??Bukankah itu adalah pekerjaannya?"tanya Alethea yang kaget dan heran.
__ADS_1
"Tuan Arsen sudah memecat nona Zora,itu sebabnya dia mempekerjakan ku untuk menggantikan nona Zora." jawab Alethea.
"Kenapa?Apa kau sudah mencoba merebutnya?" tanya Alethea lagi yang justru mencurigai Velyn.
"Ti..Tidak nona,aku tidak pernah berpikir untuk merebut pekerjaan nona Zora.Tuan Arsen sendiri yang memecatnya karena sudah membuat tuan Arsen marah." jelas Velyn apa adanya.
"Begitu,tapi entah kenapa aku masih kurang menyukai mu,terlebih sekarang kau bekerja dengan adik ku.Ku harap kau tidak memiliki maksud lain jika niat mu memang untuk bekerja dengannya.".ucap Alethea memberi peringatan pada Velyn.Sebab Alethea merasa kehadiran Velyn tidak begitu bagus untuk Arsen.
Mendengar peringatan Alethea,Velyn memilih diam menunduk.Sebab peringatannya memang menandakan jika Alethea tidak menyukai dirinya.
Tak berapa Arsen pun datang memasuki ruangannya.Membuat Alethea dan Velyn langsung menoleh ke arah Arsen.
Arsen langsung menatap heran melihat kedatangan Alethea sang kakak tanpa memberitahu dirinya sebelumnya.
"Kakak,ada apa kau kesini?Kenapa tidak memberitahu ku dulu.?" tanya Arsen seketika tidak terjadi apa-apa diantara mereka sebelumnya.Dimana mereka sempat berselisih paham karena Ethan dan Velyn.
"Ada sesuatu penting yang ingin ku bicarakan pada mu Arsen." jawab Alethea dan sesaat melirik ke arah Velyn.
"Kau,bisakah tinggalkan kami berdua?" tanya Alethea yang secara tidak langsung menyuruh Velyn untuk meninggalkan ruangan Arsen.Agar Alethea dapat membicarakan sesuatu penting pada Arsen.
__ADS_1