Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 50


__ADS_3

Ketika Alethea lebih dulu sarapan paginya di meja makan,Ethan pun datang menghampirinya dengan penampilan sudah akan bersiap-siap ke kantor.


"Selamat pagi sayang." sapa Ethan sembari menarik kursi untuk duduk.


Alethea pun sesaat melirik dan menunjukkan senyuman pada Ethan. "Pagi juga." sapa balik Alethea.


"Tumben sekali kau sarapan lebih dulu tanpa mengajak ku?" tanya Ethan merasa heran.


"Maaf sayang,aku tidak sempat mengajak mu karena aku terlalu lapar." jawab Alethea beralasan.


"Tidak apa-apa sayang.Dan aku ingin memberitahu mu bahwa hari ini aku pergi keluar kota untuk beberapa hari." ujar Ethan memberitahu.


"Keluar kota?Kenapa tiba-tiba mendadak?apakah aku boleh ikut?" tanya Alethea langsung menoleh ke arah Ethan.


"Aku sangat ingin mengajak mu,tapi sepertinya kali ini tidak bisa sayang,ini urusan pekerjaan yang sangat penting." jelas Ethan yang tidak bisa mengajak Alethea.


"Oh begitu.Ya sudah tidak apa-apa.Kabari saja jika kamu sudah disana." ucap Alethea pada Ethan dengan sedikit kecewa.


"Tentu sayang." jawab Ethan sambil tersenyum.


...****************...


Velyn masih terlihat syok saat melihat orang yang sudah menarik tangan dan membekap mulutnya tidak lain adalah Arsen sendiri.


Velyn pun langsung berusaha melepaskan tangan Arsen dari mulutnya dan mendorong agar menjauh darinya.


"Tuan,anda kenapa?" tanya Velyn sambil menatap kesal.

__ADS_1


Arsen hanya bisa tersenyum lucu dengan reaksi Velyn yang kaget dan panik.


"Aku hanya bercanda." jawab Arsen sesaat sambil mengeringkan rambutnya dengan handuknya.


Sesaat Velyn pun memperhatikan penampilan Arsen yang hanya memakai handuk dan menunjukkan bentuk tubuhnya yang atletis.Seketika membuat Velyn langsung membalikkan tubuhnya.


"Tolong pakai baju mu tuan,apa tuan tidak malu dengan penampilan seperti itu?" tegur Velyn yang enggan untuk melihat penampilan Arsen yang hanya bertelanjang dada.


Arsen pun sesaat melirik ke arah tubuhnya dan kembali tersenyum.


"Memangnya kenapa?Apa kau tidak merasa na*su melihat bentuk tubuh ku?Bukankah ini suatu keberuntungan untuk mu?bisa melihat bentuk tubuh ku yang seperti ini?" tanya Arsen yang mulai menggoda Velyn.


Velyn pun langsung menghela nafas dan hanya menunjukkan reaksi yang datar.


Kurasa pria ini salah minum obat atau otaknya memang sudah melenceng. gumam Velyn dalam hatinya.


"Apa kau tidak ingin menyentuhnya?Kurasa kau akan ketagihan gadis kecil ku." bisik Arsen dengan nada yang berat.


Seketika membuat Velyn tercengang dan membalikkan tubuhnya ke arah Arsen.Velyn pun baru menyadari jika jarak Arsen begitu dekat dengannya dan langsung mendorong pelan tubuh Arsen.Yang seketika kedua tangannya pun menyentuh dada Arsen yang tepatnya menyentuh bagian pu*ing Arsen.


Arsen pun langsung melirik ke arah tangan Velyn sambil tetap menunjukkan senyuman yang menggoda.


"Arrgghh..!!" teriak Velyn langsung bergegas meninggalkan kamar Arsen.Sebab ia merasa reflek sudah menyentuh bagian tubuh Arsen.Ia pun begitu malu dan langsung meninggalkan kediaman Arsen tanpa lagi berpamitan pada Arsen.


Sementara Arsen justru terdiam mematung,kala bagian tubuhnya disentuh oleh Velyn.Tubuhnya seketika bergetar dan merasa begitu nyaman saat kedua tangan Velyn yang dengan lembutnya menyentuh bagian tubuhnya.


Sepertinya aku harus memiliki gadis itu seutuhnya.Aku tidak akan biarkan dia dimiliki oleh siapa pun. gumam Arsen sejenak.

__ADS_1


...****************...


Dikantor..


Velyn lebih dulu tiba dikantor,dan ketika Arsen memasuki ruangannya.Velyn langsung tertunduk malu dan tak berani menatap Arsen.


Arsen yang menyadari akan sikap Velyn yang seperti orang salah tingkah.Hanya bisa tersenyum lucu.


"Aku akan menghadiri rapat hari ini.Kau disini saja,jika ada tamu yang mencari ku suruh untuk menunggu diluar." ujar Arsen yang tengah bersiap-siap.


"Baik tuan." jawab Velyn mengangguk dengan sikap yang gugup.


"jangan terlalu kaku,aku tidak akan melakukan itu lagi." ujar Arsen langsung menyinggung kejadian tadi.


Velyn hanya mengalihkan pandangannya dengan wajah cemberut.


Arsen pun meninggalkan ruangannya dan diikuti oleh Jeremy dari belakang.


Beberapa menit Velyn diruangan Arsen.Tiba-tiba saja ia pun kedatangan seorang tamu yang tidak asing untuknya.


Velyn pun langsung bersikap gugup saat seseorang itu melihat Velyn dengan datar.


"Dimana Arsen?aku ingin bertemu dengannya." tanya seseorang itu dengan nada dingin.


"Euh..Tuan Arsen sedang mengadakan rapat dan baru saja pergi." jawab Velyn menjelaskan pada seseorang itu.


"Baik lah aku akan menunggunya datang." ujar seseorang itu.

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan siapkan minuman untuk anda." ujar Velyn langsung meninggalkan ruangan Arsen.Karena ia tidak mau membuat seseorang itu merasa tidak nyaman dengan dirinya.Velyn pun tahu jika seseorang itu masih tidak menyukai dirinya karena kejadian sebelumnya.


__ADS_2