
Saat Velyn dirundung penasaran dan tidak tenang.Mario pun datang menemui dirinya.Dan membuat Velyn seketika sadar dan langsung tersenyum.
"Hei Velyn..Maaf aku menganggu waktu mu " sapa Mario sambil tersenyum.
"Ah tidak kak." jawab Velyn menyapa balik Mario.
Sesaat Mario pun memperhatikan suasana outlet baru Velyn.Ia sedikit heran melihat outlet Velyn yang terlihat berbeda.
"Wah.. Sepertinya ini outlet baru mu?Apakah kau baru merenovasinya?" ujar Mario yang terkesan takjub pada outlet baru milik Velyn.
"Ah,iya kak..Apa kakak juga baru melihatnya?" tanya Velyn.
"Yah,ini berbeda dengan sebelumnya.Outlet mu sangat bagus.Bahkan ada nama mu juga.Tema outlet mu juga menarik,apakah kau yang mendesign nya sendiri?Atau ada orang yang memberi saran dengan tema seperti ini?" ujar Mario yang memuji design outlet terbaru Velyn.
Seketika membuat Velyn heran.
Sepertinya memang bukan kak Mario. Gumamnya sejenak dalam hati.
"Ah iya kak..Aku yang mendesign nya sendiri." jawab Velyn berbohong.
"Aku salut dengan mu.Selain kau mau berusaha untuk mencoba usaha sendiri,kau juga kreatif.Memiliki kemampuan yang luar biasa." puji Mario sambil menepuk bahu Velyn dengan manja.
"Haha..Tidak seperti kak." ujar Velyn tertawa palsu.
...****************...
Alethea masih terlihat kaget dan syok saat mengetahui kedatangan Arsen yang tiba-tiba tanpa memberi kabar.
Sementara Arsen sendiri hanya menatap dingin dan berusaha menahan amarah.Setekah mengetahui dalang dibalik kejadian yang menimpa Velyn semalam.Ia tak menyangka jika Alethea telah tega menyuruh orang untuk merusak dan mengambil paksa uang dari hasil jualan Velyn.
__ADS_1
Tidak tahu apa yang sudah dipikirkan Alethea hingga bisa tega mengusik kehidupan Velyn.Ia pikir dengan memberi peringatan sebelumnya,membuat Alethea bisa menyadari akan perbuatannya yang sudah memfitnah Velyn.
Tapi ternyata,Alethea justru semakin kejam dan bahkan ingin menyingkirkan Velyn dari kehidupannya sejauh mungkin.
"Arsen aku bisa jelaskan tentang pria itu." ujar Alethea yang mencoba ingin menjelaskannya pada Arsen.
"Kau tidak perlu lagi menjelaskannya Alethea.Aku sudah tahu semua kebusukan mu.Aku tidak percaya kenapa aku bisa memiliki seorang kakak yang hatinya seperti iblis." sindir Arsen dengan kata tajamnya.
Membuat Alethea seketika menunduk dan tak berani menanggapi sindiran tajam yang diarahkan padanya.
"Apa kau pikir dengan rencana licik mu bisa membuat hidup mu akan bahagia?Apa yang sebenarnya kau inginkan?Kenapa kau seperti orang kehilangan akal?Apakah kau perlu mencampuri kehidupan pribadi?Apakah aku meminta mu untuk mengatur hidup ku?" tanya Arsen dengan nada tenang.
"Maafkan aku Arsen.Aku hanya ingin kau hidup bahagia dengan pilihan yang tepat." jawab Alethea yang mencoba menjelaskan.
"Persetan dengan kata-kata mu itu.!!Kau bukan Orang tua ku,kau tidak ada hak mengatur hidup ku Alethea.!" sentak Arsen yang tanpa sadar melampiaskan emosinya pada Alethea.
Alethea pun langsung kaget dan terdiam.
Alethea pun masih terdiam dan menunduk.
"Mulai hari ini aku ingin menegaskan padamu.Aku ingin memutuskan hubungan kita sebagai kakak adik.Mulai sekarang kita bukan lagi bersaudara.Jangan pernah sedikit pun kau mencoba untuk mengusik hidup ku.Terutama untuk Velyn.Jika aku mengetahuinya karena ulah mu.Aku akan membuatmu menyesal.!" hardik Arsen memberi peringatan keras.
Sontak membuat Alethea langsung mengangkat kepalanya dan menatap kaget pada Arsen.
"Apa yang kau bicara kan Arsen?Jangan asal bicara.!" sentak Alethea yang kini membalas amarah karena kesal dengan ucapan Arsen.
"Aku tidak main-main dengan ucapan ku Alethea." jawab Arsen.
"Bagaimana bisa kau memutuskan hubungan darah hanya karena gadis miskin itu?Apa kau sudah gila.!"
__ADS_1
"Yah,kau lah yang sudah membuat ku gila.Aku lelah melihat tingkah mu yang sejak dulu memang tidak pernah berhenti membuat masalah.Seharusnya kau sadar akan kondisi mu saat ini.Tapi karena hati mu berhati iblis,sampai kapan pun kau tidak akan pernah sadar dan kau akan selalu membuat masalah." tegas Arsen yang seraya akan pergi meninggalkan Alethea.
"Berhenti Arsen.!!Kau tidak bisa melakukan ini pada ku.Kau harus ingat,jika kau berani memutuskan hubungan saudara.Kau tidak akan mendapatkan sepeser pun warisan dari mendiang orang tua kita.Karena sepenuhnya harus dari persetujuan ku.!" pekik Alethea mengingatkan Arsen dan mengancamnya.
Sesaat Arsen pun menoleh dan tersenyum menyeringai ke arah Alethea.
"Jangan pikir dengan apa yang ku miliki selama ini adalah hasil dari orang tua kita?Kau salah Alethea.Kau harus tahu,semua yang ku miliki adalah hasil dari jerih payah ku sendiri.Dibandingkan kau hidup yang selalu menerima pemberian dari orang tua kita.Dan disini bisa dilihat siapa yang berperan sebagai manusia tidak berguna?"
"Jaga ucapan mu Arsen.!!Kau harus lihat aku adalah kakak mu.!!Sampai kapan pun kita tetap saudara,tidak bisa kau putuskan begitu saja.!" ujar Alethea yang menolak tegas dengan keputusan Arsen.
"Dan kau pikir aku peduli?Nikmati saja hidup sendiri yang sampai kapan pun kau tidak akan bisa berbuat apa-apa." jawab Arsen langsung pergi.Dan tidak memperdulikan apa pun lagi ucapan Alethea.
"Arsen.!!!Arsen.!" teriak Alethea yang langsung histeris.
...****************...
Velyn yang merasa bisa menebak siapa orang yang sudah melakukan segalanya pada outletnya.Berniat akan pergi ke kantor Arsen dengan niat ingin menemui Arsen secara langsung.
Namun,sayangnya ia justru tidak bisa menemui Arsen.Sebab saat ini Arsen sedang tidak berada dikantor.Velyn pun harus menghela nafas dan kembali pulang meninggalkan kantor Arsen.
Sementara Arsen yang baru saja meninggalkan kediaman Alethea,langsung melajukan mobilnya menuju kantornya.
Ia pun tidak mengetahui jika Velyn baru saja datang ke kantor.Dan saat baru tiba di kantor,sang sekretaris pribadinya pun memberitahu Arsen tentang kedatangan Velyn.
Seketika membuat Arsen bergegas meninggalkan kantor untuk mengejar Velyn.Karena ternyata Velyn belum lama pergi meninggalkan kantornya.Ia begitu buru-buru mencari Velyn.Sebab ia begitu tidak sabarnya ingin bertemu dengan Velyn.Dna menebak jika Velyn merasa senang karena ternyata dia lah orang pertama yang sudah membeli lapak dan mengubah kondisi outlet Velyn.
Ia berpikir mungkin Velyn ingin menemuinya karena ingin berterima kasih padanya.Terlebih dengan apa yang sudah ia lakukan,ia dan Velyn dapat menjalin lagi hubungan dengan baiknya.
Tapi,sayangnya Arsen tak menemukan keberadaan Velyn.Membuatnya pun sedikit kecewa.Dan seketika terlintas dalam pikirannya untuk menemui Velyn di rumahnya langsung.
__ADS_1
Ia pun bergegas pergi ke rumah Velyn dan menebak jika Velyn pastinya akan pulang ke rumah.