
"Aku ingin kau jadi baby sitter ku." jawab Jeremy.
Seketika membuat Lilla tercengang dengan jawaban Jeremy.
...****************...
Velyn yang tengah akan bersiap-siap akan pergi.Tiba-tiba ia kedatangan seorang tamu yang mengejutkan dirinya.
"Bibi Kamila." seru Velyn yang langsung kaget melihat kedatangan seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu dari Kekey sendiri.Yang sengaja datang jauh-jauh dari desa hanya untuk bertemu dengan Velyn.
"Velyn,maaf aku datang menganggu waktu mu.Dan maaf juga karena datang tidak memberitahu mu." ujar nya dengan sopan.
"Tidak apa-apa.Ayo,silakan masuk." kata Velyn yang mempersilahkan Kamila sang ibu untuk masuk.Dan beberapa saat Velyn pun memperhatikan situasi luar.Yang berpikir apakah wanita itu datang hanya seorang diri atau bersama Kekey.
"Apa bibi hanya datang seorang diri?" tanya Velyn ingin tahu.
"Ya,bibi datang hanya sendiri dan sengaja datang jauh dari desa karena cuma ingin bertemu dengan mu." jelas Kamila sang bibi.
"Oh begitu.Lalu ada keperluan apa bibi ingin bertemu dengan ku?Apakah berkaitan dengan Kekey?" tanya Velyn langsung menebak dan menyinggung Kekey.
"Ah ..Iya,ternyata kau sudah bisa menebak kedatangan bibi kesini ya." ujar Kamila.
"Jadi,apa yang bibi ingin katakan padaku?" tanya Velyn langsung ke intinya.
"Maaf kalau yang bibi katakan ini terlalu memalukan.Tapi cuma dengan cara seperti ini yang hanya bisa bibi katakan.Velyn,tolong kasih kesempatan lagi pada Kekey untuk bekerja di perusahaan suami.Apa pun kesalahan yang di buatnya,dia sudah menyesalinya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.Apakah kau mau mempertimbangkan lagi?" ucap Kamila panjang lebar yang kini memohon pada Velyn.
Velyn langsung menghela nafas panjang dan tebakannya pun benar.Jika kedatangan Kamila benar-benar ingin memohon pada Velyn.
"Maaf bi,bukan aku tidak mau membantu Kekey.Awalnya aku memang berniat ingin membantu dia,mengingat bibi sudah banyak berbuat baik padaku.Tapi melihat sikap Kekey yang ternyata tidak memandang ku sebagai kakak sepupunya dan bahkan berniat ingin merayu suami ku.Sepertinya aku harus berpikir ulang untuk membantu Kekey bekerja di perusahaan suamiku.Jadi maaf,aku tidak bisa mengubah keputusan ku bi." jawab Velyn panjang lebar dengan menolak permintaan Kamila.
"Apa?Merayu suami mu??Itu tidak mungkin Velyn.Kekey adalah anak yang baik dan penurut.Tidak mungkin dia melakukan hal sejauh itu." ujar Kamila yang justru tak mempercayai perkataan Velyn.
"Mungkin bibi tidak mengenal bagaimana sikap Kekey selama ini.Hanya bersikap baik didepan bibi,tapi bibi tidak tahu apa yang dilakukan dibelakang bibi." jelas Velyn.
"Tapi tetap saja itu tidak mungkin Vel..Kekey bukanlah gadis rendahan seperti yang mau katakan.Bibi selalu mendidiknya dengan benar." ujar Kamila tetap tak mempercayai perkataan Velyn.
__ADS_1
"Aku tidak akan memaksa bibi harus percaya kata-kata ku.Tapi aku hanya mengatakan yang sebenarnya dan apa adanya.Percaya atau tidak itu hak bibi."
"Jadi kau tetap tidak mau membantu Kekey?" tanya Kamila memastikan lagi.
"Tidak bi..Biarkan Kekey berusaha sendiri.Dia juga bukan anak kecil.Dia harus melakukannya dengan kemampuannya sendiri bukan memanfaatkan kedudukan seseorang agar bisa diakui." jelas Velyn panjang lebar.
Kamila pun langsung mendengus kesal dengan pernyataan dan penolakan yang dikatakan Velyn.Seketika membuat Kamila langsung menatap sinis pada Velyn.
"Bibi tak menyangka kau bisa setega ini pada kami.Padahal kau sendiri yang bilang jika aku sudah banyak berbuat pada mu.Apa salahnya kalau kau membalasnya dengan menolong Kekey."
"Jangan hanya karena kau sudah menikah dengan pria kaya.Sikap mu langsung bersikap sombong dan merasa seperti OKB.Aku sangat kecewa dengan sikap mu Velyn.Menyesal sekali aku datang jauh-jauh kesini.Kalau pada akhirnya kau tetap tidak bisa membantu Kekey.Selamat tinggal." ucap Kamila dengan nada tegas sambil menatap tajam ke arah Velyn.Kamila pun langsung pergi tanpa berpamitan secara sopan.
Sebab dia sudah merasa kesal dan geram melihat sikap Velyn yang begitu keras kepala.Dan tak ingin melapangkan dadanya dengan memaafkan Kekey sekaligus menerimanya bekerja.
Melihat sikap Kamila yang ternyata sama saja dengan Kekey.Ia pun hanya bisa menarik nafas panjang.
"Ternyata ibu dan anak sama saja." ujarnya bicara sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
...****************...
"Hah??Baby sitter??Apa tuan serius?" tanya Lilla memastikan lagi.
"Ka..kalau boleh tahu,apakah tuan sudah memiliki bayi?Jadi tuan ingin saya menjadi baby sitter?" tanya Lilla ingin tahu.
"Belum,aku juga belum menikah dan tidak memiliki bayi." jawab Jeremy dengan santainya.
"Lalu kenapa tuan ingin saya menjadi baby sitter?Memangnya bayi siapa yang harus saya urus?" tanya Lilla lagi semakin bingung dan penasaran.
"Tidak ada bayi yang harus kau urus.Karena aku sendiri lah yang harus kau urus." jawab Jeremy.
Seketika membuat Lilla tercengang.
...****************...
Malam hari..
__ADS_1
"Tadi siang,bibi ku datang menemui ku." kata Velyn memberitahu Arsen saat mereka tengah bersantai diruang keluarga.
"Bibi mu??Siapa lagi?" tanya Arsen.
"Ibu dari sepupu ku.." jawab Velyn singkat.
"Jadi,apa tujuan dia datang menemui mu?Apakah berkaitan dengan sepupu mu?"
"Iya..Kali ini dia yang memohon sendiri agar sepupu dimaafkan dan diterima lagi."
"Lalu kau jawab apa?"
"Aku menolak dan tetap tidak mengubah keputusan ku."
"Oh,itu lebih baik."
"Yah,aku tidak mau hubungan saudara ku menjadi hancur hanya karena 1 orang.Biar saja aku dianggap tega asal tidak menganggu pernikahan kita."
"Aku setuju dengan pemikiran mu.Memang seharusnya begitu.Jangan karena 1 orang,rumah tangga kita menjadi terusik.Dan aku sangat tidak suka yang seperti itu." ujar Arsen.
"Iya." jawab Velyn tersenyum tipis.
Dan beberapa saat,Velyn tiba-tiba merasa mual dan ingin muntah.Ia pun bergegas bangkit dari duduk dan berlari menuju toilet untuk muntah.
Arsen yang melihat pun langsung panik dan mengikuti Velyn yang berlari ke toilet.Terlihat Velyn terus muntah di toilet tanpa henti.Aesen dengan cepat membantu Velyn dengan memijat punggungnya.
"Kau kenapa sayang?" tanya Arsen.
"Aku tidak tahu.Tiba-tiba saja aku merasa mual dan ingin muntah." jawab Velyn yang kembali muntah.
"Apa kau ada salah makan?" tanya Arsen lagi.
Velyn langsung menggelengkan kepala tanpa menjawab.
Arsen pun seketika teringat akan sesuatu dan reaksinya berubah menjadi tersenyum girang.
__ADS_1
"Sayang,apa jangan-jangan kau sedang hamil?" tanya Arsen langsung menebak.
Velyn langsung berhenti muntah dan menoleh kaget. "Hah??" serunya yang kaget.