Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 84


__ADS_3

Tiba di ruangan Arsen,Arsen menyambut Velyn dengan langsung menyambut Velyn dengan mendekap tubuh Velyn dengan erat.


Sontak membuat Velyn seketika kaget dengan tindakan Arsen.


"Kenapa tuan selalu tiba-tiba begini?" tanya Velyn.


"Karena aku merindukan mu." ungkap Arsen dengan nada yang berat.


Yang sesaat membuat Velyn terdiam dan membiarkan Arsen pun mendekap tubuhnya.


"Apa kau tidak tahu,sedetik saja aku tidak melihat mu,membuat hati ku tidak tenang." ungkap Arsen yang masih mendekap tubuh Velyn.


"Jangan berlebihan tuan,apa anda seperti bocah yang baru mengenal cinta?" tanya Velyn.


Sesaat Arsen melepas pelukannya dan menatap Velyn.


"Yah,aku memang seperti bocah yang baru mengenal cinta.Karena sejujurnya aku belum pernah merasakan cinta.Aku tidak pernah cinta pada siapa pun.Dan kau orang pertama sekaligus cinta pertama ku." jelas Arsen.


Velyn pun hanya bisa tercengang dengan jawaban Arsen.Tak mengira jika Arsen ternyata tidak pernah memiliki seorang pun yang membuatnya bisa jatuh cinta.Dan Velyn adalah gadis yang cukup beruntung karena mampu membuatnya langsung jatuh cinta.


"Bagaimana jika kita percepat saja pernikahan ini?Rasanya aku tidak sabar ingin menyatukan cinta kita." ucap Arsen mengutarakan keinginannya.


"Hah?Secepat itu?Apa tuan yakin?" tanya Velyn sesaat kaget.


"Kenapa tidak?Menikah kenapa harus tunggu yakin dulu jika kita sudah merasa nyaman?"


"Tapi..-" ujar Velyn yang sedikit merasa ragu.


Cup.


Sebuah kecupan pun tiba-tiba langsung mendarat ke bibir Velyn secara lembut.Yang seketika Velyn kembali tercengang.Dan bahkan ia hanya bisa mematung tak bergerak.Karena untuk pertama kalinya bibirnya disentuh langsung oleh bibir seorang pria yaitu Arsen sendiri.Yang kini sudah sangat terobsesi padanya.


"Tidak ada kata tapi.Serahkan semuanya padaku,kau hanya cukup menunggu tiba harinya.Dan aku ingin kau persiapkan diri untuk malam pertama kita." ucap Arsen yang langsung membisikan kata terakhir pada Velyn.


Ekspresi wajah Velyn langsung memerah merona karena merasa malu.Saat Arsen menyebut kata malam pertama,yang mengartikan sangat intim dan sensual.


Velyn pun hanya memilih menunduk dan tak berani berkata apa pun.Lebih baik ia mengikuti apa pun yang akan direncanakan oleh Arsen.Karena ia tahu,Arsen benar-benar serius ingin membuktikan jika dirinya akan dinikahi.

__ADS_1


"Kau mengerti?" tanya Arsen menatap serius pada Velyn.


"Iya tuan,saya mengerti." jawab Velyn mengangguk.


Arsen pun langsung tersenyum lebar karena Velyn benar-benar menuruti apa pun yang dikatakan tanpa penolakan lagi.


"Dan satu lagi,jangan memanggil ku dengan kata tuan." ujar Arsen.


Velyn pun memandang bingung. "Lalu aku harus memanggil apa??Om?Paman?" tanya Velyn dengan polosnya.


Arsen langsung memasang wajah yang datar. "Hei,aku belum setua itu.Apa aku terlihat seperti om-om?" tanya Arsen langsung memasang wajah cemberut.


"Jadi aku harus memanggil mu apa tuan?Bukankah usia anda lebih tua dari ku?" tanya Velyn bingung.


"Cukup panggil aku kata sayang,itu akan membuat hubungan kita akan semakin mesra." jawab Arsen dengan percaya dirinya.


Velyn pun hanya mengernyitkan alisnya keatas dan menatap aneh ke arah Arsen. "Itu sudah umum tuan.Bagaimana dengan Boo?" ujar Velyn sekaligus memberi usulan.


"Hah??Boo??Kata apa itu?" tanya Arsen yang kaget dan merasa aneh dengan yang disebutkan Velyn.


"Boo artinya Sayang, ungkapan cinta yang manis dan penuh keakraban." jelas Velyn.


"Kalau Bunny?" tanya Velyn lagi.


"Bunny??Kata apa lagi itu?Dari menemukannya?" tanya Arsen yang semakin menatap aneh pada Velyn.


"Bunny itu kata dari kelinci yang mengekspresikan rasa sayang yang lucu dan menggemaskan.Seperti diri mu tuan.Hehe." jawab Velyn sambil bergurau.


"Ah tidak..Itu juga aneh..Jangan memanggil ku dengan kata aneh seperti itu.Aku bukan bocah seperti mu." tukasnya dengan tegas.


"Tapi kenapa anda mau menikah dengan bocah??" tanya Velyn langsung menyindir.


Arsen pun langsung menarik pinggang Velyn dan mendekapnya dengan sangat dekat. "Karena aku sangat mencintai mu marmut kecil." jawab Arsen kembali mengecup bibir manis Velyn.


Velyn hanya bisa tersenyum dengan tingkah laku pria yang sudah dimabuk asmara ini.


...****************...

__ADS_1


Beberapa hari kemudian..


Velyn seperti biasa akan pergi ke kantor Arsen dengan diantar oleh Jeremy.Jeremy selalu diperintah oleh Arsen untuk selalu sigap mengantar dan menjaga Velyn jika dirinya sedang sibuk.


Dalam perjalanan,sesaat Velyn teringat akan kecelakaan yang sebelumnya terjadi padanya.


Merasa penasaran,ia pun mencoba ingin bertanya pada Jeremy.Berharap Jeremy tahu tentang kecelakaan yang terjadi padanya.


"Tuan Jeremy,bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Velyn pada Jeremy.


Jeremy pun langsung melirik ke arah kaca spion mobil. "Silahkan nona." jawab Jeremy.


"Aku tiba-tiba saja teringat dengan kecelakaan yang menimpa ku sebelumnya.Apakah anda tahu siapa orang yang sudah menabrak ku?" tanya Velyn yang merasa penasaran.


"Maaf nona,sepertinya hal ini harus nona tanyakan langsung pada tuan Arsen.Karena tuan tidak mengatakan apa pun pada saya untuk memberitahu nona." jawab Jeremy yang enggan untuk memberitahu Velyn.Sebab ia juga tidak mau membuat kesalahan jika tidak ada perintah dari Arsen.


"Kenapa begitu?Ceritakan saja tuan Jeremy.Jika tuan Arsen tahu,Aku tidak akan melibatkan mu." ujar Velyn memaksa Jeremy untuk menceritakannya.


"Tapi nona.-" tukas Jeremy merasa ragu.


"Tolong lah tuan Jeremy..Aku janji tidak akan melibatkan anda.Aku hanya ingin tahu saja tuan Jeremy." ucap Velyn yang memohon pada Jeremy.


Jeremy pun hanya bisa menarik nafas panjang dan akhirnya menceritakan apa yang ingin Velyn ketahui.


...****************...


Malamnya..


Ketika Arsen baru saja pulang,ia melihat Velyn tengah duduk sendirian dengan memasang wajah murung didepan jendela ruangan.


Arsen pun langsung menghampiri Velyn dan mengecup rambut Velyn dari belakang."Kau sedang apa?Kenapa melamun sendirian disini?" tanya Arsen penasaran.


Velyn pun langsung menoleh kaget. "Kamu sudah pulang." ujar Velyn dengan nada tidak bersemangat.


"Hei..kenapa dengan wajah mu?Apa kau sakit?Kau perlu ke dokter?" tanya Arsen langsung merasa khawatir melihat raut wajah Velyn yang murung.


Velyn pun hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Tidak apa-apa." jawab Velyn dengan nada pelan.

__ADS_1


"Apa kau yakin?Sepertinya kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku?Coba ceritakan padaku Dear.Jangan seperti ini,kau akan membuatku takut jika terjadi sesuatu padamu." ucap Arsen yang memaksa Velyn ingin menceritakannya.Sebab dia tahu jika Velyn benar-benar sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Tapi Velyn justru memilih bungkam dan enggan menatap Arsen.Hal itu seketika membuat Arsen semakin cemas dan panik melihat sikap Velyn yang tiba-tiba berubah.


__ADS_2