
"Bagaimana Velyn?Apa kau bersedia menerima saran ku ini?" tanya Mario dengan serius.
Sesaat Velyn diam sejenak sambil berpikir.Sebab tawaran Mario membuatnya seketika bingung.Dimana tawaran itu bisa mengubah hidupnya yang bahkan masa depannya.Tapi disisi lain ia juga tidak tega untuk melepas pekerjaannya.Sebab karena Arsen,ia bisa mendapatkan pekerjaan dan bahkan menolong hidupnya dari para orang jahat yang hampir menghancurkan masa depannya.
"Sepertinya aku butuh waktu untuk memikirkan hal ini kak." jawab Velyn dengan pelan.
"Yah,aku mengerti.Memang ini harus dipikirkan secara matang.Tapi kau harus ketahui jika ini demi masa depan mu juga.Bukan karena aku merasa kasihan melihat posisi mu yang sekarang,tapi aku hanya ingin membantu mu sukses di masa depan." ucap Mario panjang lebar.
Velyn pun mengangguk sambil tersenyum.Seolah ia juga paham maksud perkataan Mario.
"Oh ya,apa kau lapar?Ayo kita cari cemilan di luar." ujar Mario langsung mengalihkan pembicaraannya dengan mengajak Velyn mencari makan.
Velyn kembali mengangguk dan menerima ajakan Mario.
Mereka pun mencari sebuah tempat yang menjual makanan enak yang letaknya tidak jauh dari tempat pameran tersebut.
Setelah menemukan tempatnya,Mario dan Velyn membeli beberapa cemilan dan minuman untuk dinikmati.
Arsen yang sedang dalam perjalanan menuju luar kota,tanpa sengaja sekilas melihat keberadaan Velyn bersama Mario.Arsen langsung memerintahkan Jeremy untuk menghentikan mobilnya.
"Hentikan mobilnya.!" sahut Arsen menyuruh Jeremy.
Jeremy dengan sigap langsung menghentikan mobilnya.Sementara Arsen,demi memastikan apa yang dia lihat.Beberapa saat memperhatikan sosok gadis yang ia pikir adalah Velyn.Dan ternyata benar saja,apa yang dia lihat memanglah Velyn sendiri.Seketika pandangan Arsen pun berubah menjadi tajam.Sambil memandangi kedua orang tersebut,Arsen hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.Ia merasa tidak terima jika Velyn menolak ajakannya hanya karena akan pergi bersama pria lain yang sempat bertemu dengannya sebelumnya.
Namun,karena kesabarannya hanya setipis sendal hotel.Arsen pun memilih keluar dari mobilnya dan berniat akan menghampiri Velyn dan Mario.Ia semakin kesal saat melihat Velyn dapat tertawa lepas saat bercanda gurau bersama Mario.Sementara dengannya,Velyn lebih sering merasa sungkan dan terkadang takut.
Disaat Velyn tengah bercanda dengan Mario,seketika membuat tubuhnya kembali merinding dan bahkan merasakan hawa yang begitu dingin.Ia pun langsung mencoba menoleh ke belakang dan sontak membuat nya terkejut.
"Tu..Tuan Arsen.!" seru Velyn dengan sambil membulatkan kedua matanya.
Sementara Arsen hanya melihat Velyn dan Mario dengan tatapan yang sangat dingin dan tidak senang.
"Jadi ini alasan mu menolak ajakan ku?" tanya Arsen langsung mengungkit.
Membuat Velyn hanya bisa tertunduk.Sedangkan Mario hanya memandang bingung.
__ADS_1
"Velyn sebenarnya dia siapa??Kenapa dia selalu muncul?" tanya Mario penasaran.
Arsen pun berjalan menghampiri Mario.
"Bukankah aku sudah pernah menegaskan padamu,bahwa dia adalah gadis ku.Artinya kau sudah tahu aku siapanya dia." ujar Arsen dengan nada dingin.
"Maaf,tapi Velyn tidak pernah menceritakan kau siapanya dia." ujar Mario yang tidak ingin percaya begitu saja dengan ucapan Arsen.
Membuat Arsen pun langsung menatap tajam ke arah Mario.
Velyn yang menyadari akan tatapan Arsen yang tidak suka.Lebih memilih untuk menyudahi obrolannya dengan Mario dan mengajak Mario pulang.
"Maaf sebaiknya kita pulang saja.Tuan,aku harus pulang.Besok saja jika anda ingin membahas ini.Sampai jumpa." ucap Velyn yang seraya akan pergi meninggalkan Arsen begitu saja.
Namun,Arsen justru langsung menahan tangan Velyn.
"Kau tidak bisa pergi begitu saja tanpa penjelasan.Aku bahkan menunda jadwal ku hanya karena ingin tahu,kenapa kau bisa bersama pria ini?"
"Hei,lepaskan tangan mu.!" tegur Mario pada Arsen.
Arsen hanya melirik tajam ke arah Mario.
"Tapi kau tidak bisa menahan tangannya dengan kasar begitu.Apa kau tidak bisa lihat dia seorang perempuan.!" tegur Mario lagi yang berbalas dengan nada kesal.
Arsen pun langsung melepaskan tangan Velyn dan menarik kerah baju Mario secara kasar.
"Sudah ku bilang,kau jangan ikut campur urusan ku brengsek.!" sentak Arsen langsung melayangkan sebuah pukulan keras ke arah wajah Mario.
Buk..
Sontak membuat Mario pun hampir terjatuh.Dan Velyn langsung berteriak saat melihat Arsen memukul wajah Mario.
"Kak Mario.!!" teriak Velyn langsung menghampiri Mario.
Hal itu membuat Arsen kembali meradang,melihat Velyn lebih memilih menghampiri Mario.Ia pun menarik kembali tangan Velyn.
__ADS_1
"Apa kau sudah gila?Kau lebih mengkhawatirkan dia daripada aku?" tanya Arsen yang kini merasa marah dengan sikap Velyn.
Velyn dengan cepat menghempaskan tangan Arsen dari tangannya dan menatap kesal.
"Atas dasar apa anda memukul wajah teman ku?Kenapa anda harus bersikap seperti jagoan padahal anda sudah tahu jika dia hanya teman ku.!!Aku sangat kecewa pada mu tuan,orang yang berpendidikan tapi sayangnya ringan tangan.!" hardik Velyn meluapkan seluruh amarahnya pada Arsen.Dan memilih mengajak Mario untuk pergi meninggalkan Arsen.
Sementara Arsen hanya bisa mengacak rambutnya dengan kesal.
"****..!" umpatnya.
...****************...
Beberapa hari kemudian..
Velyn dan Arsen kini terlihat berperang dingin.Tidak ada sedikit pun pembicaraan santai yang hanya bersenda gurau sesaat.Hanya sebatas pekerjaan yang terkadang mengharuskan mereka bicara.
Velyn merasa tidak terima dengan sikap arogan Arsen yang begitu berlebihan dan tidak bisa mengendalikan amarahnya.
Sedangkan Arsen justru tidak merasa dirinya bersalah.Sebab apa yang dilakukannya,semata ia memang tidak suka saat harus melihat Velyn bersama pria lain.
Tapi hal itu justru membuat hubungan mereka menjadi merenggang.Dan memilih egonya masing-masing karena merasa paling benar.
Keesokannya,Arsen tak tampak datang ke kantornya.Membuat Velyn tidak begitu merasa penasaran.Sebab hatinya masih begitu kesal dan belum melupakan kejadian sebelumnya.
Jeremy pun merasa heran dengan sikap Velyn yang sama sekali tidak menanyakan keadaan Arsen.
"Maaf nona,apakah anda tidak ingin tahu kenapa tuan Arsen tidak datang ke kantor?" tanya Jeremy ingin tahu.
"Bukan urusan ku dan aku juga tidak ingin tahu." jawab Velyn dengan nada datar.
"Apakah anda masih merasa kesal dengan tuan Arsen?" tanya Jeremy ingin tahu.Karena ia sedikit tahu apa yang sudah terjadi diantara mereka.
Velyn pun hanya melirik sinis ke arah Jeremy.
"Sejak kapan tuan Jeremy jadi usil ingin tahu masalah orang?Urus saja urusan mu tuan.Tidak usah ingin tahu urusan ku.!" tegur Velyn merasa tidak senang dengan pertanyaan Jeremy.
__ADS_1
Jeremy pun hanya mengangguk.
"Baik,aku tidak akan bertanya lagi nona.Tapi perlu anda tahu jika keadaan tuan Arsen saat ini sedang membutuhkan anda." ucap Jeremy memberitahu Velyn.