
"Keluarkan aku dari sini.!!Atas dasar apa kalian menangkap ku?Apa kalian tidak tahu siapa aku.!!" teriak Ivana meluapkan seluruh amarahnya pada petugas yang berjaga di tempat itu.
Ivana tak mengira jika dirinya kini ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian,atas pidana memperkerjakan gadis dibawah umur dan mengelola tempa hiburan secara ilegal.Hal itu membuat Ivana pun tidak bisa mengelak atas tuduhan tersebut.Namun ia pun juga tidak bisa tinggal diam dan menerima dirinya harus dipenjara.
Sang petugas pun datang menghampiri Ivana dan langsung memukul jeruji besi tepat yang membatasi dirinya.
Prang..
"Hei..Jangan berisik.!!Kau pikir kau bisa seenaknya berteriak disini." tegur sang petugas dengan nada sewot.
"Keluarkan aku dari sini,kalian tidak bisa mengurungku disini.!" protes Ivana dengan nada yang lantang dan menatap tajam ke arah sang petugas.
"Lalu kau pikir mereka mau dikurung disini tanpa alasan??Diam dan jangan berisik atau aku akan menyumbat mulut mu.!" tegur sang petugas memberi peringatan pada Ivana.
Sang petugas pun pergi dan Ivana hanya bisa mendengus kesal sambil memukul jeruji besi tersebut.
__ADS_1
"Brengsek.!!Sialan.!Ini pasti karena ulah Arsen,kau pikir kau bisa menyingkirkan ku.!" umpatnya merasa kesal dan emosi.
...****************...
Diperjalanan saat Arsen membawa Velyn pergi.Tidak ada sedikit pun obrolan yang keluar dari mulut Velyn atau pun Arsen.
Velyn merasa gugup dan tak berani melirik ke arah Arsen,yang terlihat serius dan fokus saat mengemudi mobilnya.
Sesaat Velyn merasa heran dan bingung,saat Arsen mengemudikan mobilnya tidak mengarah ke arah rumahnya.
"Euh..Tuan,sepertinya jalan menuju ke rumah ku belok kanan bukan ke kiri." ujar Velyn memberitahu Arsen.
Velyn pun seketika memandang Arsen dengan wajah cemberut.
Apa lagi yang akan direncanakannya??Apa dia akan membawaku ke kediamannya lagi?Kuharap dia tidak mengurung ku lagi. batin Velyn sesaat dalam hatinya.
__ADS_1
Setibanya dikediamannya,Arsen memaksa Velyn untuk turun dari mobilnya dan membawa Velyn ke dalam rumahnya.Jeremy pun langsung menyambut mereka berdua dengan menundukkan kepala.
Sesaat Arsen pun melirik ke arah Jeremy.
"Kau pulang lah." ucap Arsen menyuruh Jeremy untuk meninggalkan mereka dan pulang.
Jeremy langsung mengangguk. "Baik tuan,saya permisi." jawab Jeremy langsung pergi.
Velyn pun langsung mencoba menghempaskan tangan Arsen secara paksa.
"Tuan,kenapa anda membawa ku kesini lagi?Lebih baik aku pulang saja.Sampai ketemu besok." tukas Velyn seraya akan pergi juga meninggalkan Arsen.
Namun,Arsen justru langsung menarik tangan Velyn dan mendekapkan pinggang Velyn kearahnya.Dan tangannya pun menekan tengkuk leher Velyn,yang langsung mendaratkan sebuah ciuman ke bibir Velyn.
Velyn seketika diam mematung,seakan tubuhnya tak bisa bergerak sedikit pun saat Arsen mencium bibirnya dengan sangat lembut.Arsen pun seakan tak ingin melewatkan kesempatan ketika ia mengecup dan merasakan bibir manis milik Velyn.Yang ternyata belum pernah sekali pun disentuh oleh bibir siapa pun.Hal itu membuat Arsen merasa sangat beruntung,kala ia memastikan jika Velyn yang seperti belum berpengalaman saat Arsen terus menjelajahi bibir manisnya.
__ADS_1
Sementara Velyn yang tadinya sempat merasa terhipnotis dengan diam.memating karena syok akan tindakan Arsen.Seketika tersadar dan mendorong tubuh Arsen untuk menjauh dari nya.
"Apa yang tuan lakukan?Apa tuan sudah..-" tanya Velyn sambil menunjukkan gerakan seperti orang gila dengan tangannya.