
Ketika Fandi membawa Shane ke kelas,Shane langsung menghempaskan Fandi dari pundaknya.
"Kenapa kau menghalangi ku?Seharusnya aku memberi gadis itu pelajaran.!!Ini penghinaan buat ku.!" bentak Shane yang kini melampiaskan kekesalannya pada Fandi.
"Tapi kau justru akan mempermalukan diri mu.Apa kau tidak malu bertengkar dengan seorang perempuan?Apa lagi seluruh siswa di kantin melihat mu??" ujar Fandi mengingatkan Shane.
Shane pun langsung mendengus sambil menatap tajam ke arah Fandi.
"Biar pun aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian dan kau menganggap gadis itu salah.Tapi tetap saja kau tidak harus bertengkar dengannya.Kau ini seorang pria bro bukan sesama perempuan.Sangat tidak pantas kalau meladeninya." tukas Fandi mengingatkan Shane lagi dia menyadarkannya.
Shane pun langsung terdiam dengan kata-kata Fandi.
"Dan lihat,gadis itu mengembalikan uang mu.Dia sama sekali tidak memakai uang mu.Artinya dia tidak terima dengan penghinaan mu.Kau terlalu menganggap remeh padanya." kata Fandi menasehati Shane.
"Biar bagaimana pun aku tetap tidak terima dengan perlakuannya.Tunggu saja,aku pasti akan buat perhitungan dengan gadis kampung itu." ujar Shane yang justru tidak sadar dan tidak peduli sedikit pun dengan nasehat Fandi.
Fandi pun cuma bisa menghela nafas melihat sikap Shane yang begitu keras kepala.
Percuma saja aku menasehati bocah ini.Gerutunya dalam hati.
Menjelang sore harinya,Zia pun membantu Farel untuk menutup kedai.Karena Farel tidak ingin membuka kedainya sampai malam hari.
Ketika dirinya sedang membereskan,beberapa siswi pun datang menghampirinya sambil menatap sinis.Dan salah satu siswi tersebut tidak lain adalah Gretta sendiri.
"Jadi dia gadis gila yang berani menampar Shane?" ujar Gretta dengan gaya sombong sambil melipatkan kedua tangannya di dada.
Zia yang tadinya sedang sibuk,langsung menoleh heran dengan Gretta yang tidak ia kenal.
"Maaf,kedai kami sudah tutup." ujar Zia memberi tahu.
"Cih..Kau pikir kami kesini ingin membeli??Aku justru ingin memperingatkan mu.Jangan coba cari masalah dengan Shane,atau kau akan menanggung akibatnya.Paham.!!" bentak Gretta dengan nada tinggi dan langsung mengajak temannya pergi.
Farel yang sempat melihat langsung menghampiri Zia.Dan Zia hanya menatap heran dengan perkataan Gretta yang menurutnya tidak jelas.
__ADS_1
"Zia." panggil Farel.
Zia pun langsung menoleh ke arah Farel.
"Kenapa dengan mereka??Kenapa dari mereka membentak mu?" tanya Farel ingin tahu.
Zia pun menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tahu kak,aku juga tidak kenal mereka." jelas Zia.
Setelah jam kampus usai,Shane pun meninggalkan laju mobilnya.Dan kebetulan cuaca juga sedang tidak mendukung.Dimana hujan turun begitu deras.
Saat ia melajukan mobilnya,tanpa sengaja ia melihat Zia tengah berdiri dipinggir jalan trotoar untuk menunggu kedatangan bis.
Dengan niat yang jahat,Shane pun langsung melajukan mobilnya dengan kencang dan sengaja melewati jalan yang tergenang air karena hujan.
Byuarr..
Seketika membuat genangan air itu langsung mengenai seluruh pakaian dan tubuh Zia.Zia pun langsung kaget ketika air genangan itu mengenai tubuhnya.
Mobil Shane pun langsung meninggalkan Zia begitu saja.Tanpa peduli dengan keadaan Zia yang sudah basah dia kotor.Ia begitu puas karena sudah membalas Zia akibat tindakan Zia yang sudah menampar wajahnya.
*
*
Setibanya di rumah,Zia pun langsung disambut oleh Zevana sang adik.Zevana pun hanya memandang heran dengan keadaan Zia yang sudah kotor dan basah.
"Apa yang terjadi dengan mu kak?Apa kau habis mandi hujan?" tanya Zevana seakan sedang menahan diri ingin menertawai Zia.
"Tidak apa-apa." jawab Zia yang enggan memberitahu Zevana.Sebab dia juga tidak tahu siapa yang sudah membuatnya seperti itu.
"Lalu bagaimana uang itu?Apa kau masih belum ingin memberikannya padaku kak?" tanya Zevana langsung menyingung uang ujiannya.
Zia pun langsung menarik nafas panjangnya sambil mengeluarkan uang dari dalam tasnya.Zia pun memberikan uang itu pada Zevana sesuai nominal yang ia minta.
__ADS_1
"Ini uangnya Zevana.Kakak baru mendapatkannya hari ini.Itu pun bibi Loly yang berbaik hati meminjamkannya pada kakak." jelas Zia.
Zevana langsung menerima uang itu sambil tersenyum lebar. "Lalu bagaimana uang yang kakak simpan itu?Sebaiknya kita gunakan saja untuk modal jualan mu kak." ujar Zevana menyarankan Zia menyinggung uang Shane.
"Tidak Zeva..Uang itu sudah ku kembalikan pada pemiliknya." jelas Zia.
"Hah??Kenapa kau begitu bodoh sekali sih kak?Padahal sudah jelas dia yang salah,kenapa kau mau saja mengembalikan uang itu??Jika hidup mu hanya memikirkan harga diri,hidup mu sampai kapan pun tidak akan berubah.Selamanya akan susah.!!" protes Zevana dengan kesal dan langsung meninggalkan Zia.
Zia hanya memandang tanpa bicara apa pun.
...****************...
Shane yang baru saja tiba dirumah,disambut oleh Velyn sang ibu.
"Shane..Kamu darimana saja nak?Kenapa semalam tidak pulang?" tanya Velyn yang mengkhawatirkan Shane sang anak.
"Tidak perlu ku jelaskan,mama pasti sudah tahu." jawab Shane dengan nada ketus.
"Shane..Kenapa sikap mu jadi seperti ini?Tolong berubah nak,demi kebaikan mu." ucap Velyn yang mulai menasehati Shane.
"Memangnya apa yang berubah dari ku ma??Aku merasa tidak ada yang berubah.Kalian saja sebagai orang tua terlalu berlebihan.Menganggap jika aku tidak pernah menurut pada kalian,bukan?" jawab Shane mempertegas nya.
"Tapi kamu masih belum menuruti keinginan papa nak.Dan apa yang papa inginkan juga demi masa depan kamu.Apa salahnya kalau kamu mencoba mengikuti yang diingkan papa mu." kata Velyn yang terus menasehati Shane.
"Kenapa mama sama saja dengan papa?Selalu memaksa tanpa bertanya apakah aku berminat atau tidak.Jadi tolong berhenti menuntut ku yang tidak aku inginkan.Karena aku sungguh muak dengan tuntutan kalian.!!" jawab Shane dengan nada tinggi.Seakan ia melampiaskan amarahnya pada Velyn sang ibu.
Plak..
Sebuah tamparan pun tiba-tiba langsung mendarat tepat ke wajah Shane.Membuat Shane kaget dan langsung menoleh.Begitu juga dengan Velyn yang kaget melihat Shane ditampar.
"Anak tidak tahu diri.!!Kami membesarkan mu untuk jadi anak yang berguna.Bukan anak yang tidak tahu menghormati kedua orang tuanya.!" sentak Arsen yang langsung meluapkan emosinya pada Shane.
Shane pun hanya menatap tajam ke arah Arsen sambil memegangi pipinya.
__ADS_1
"Pergi saja kau dari rumah ini,kalau kau tidak mau diatur lagi.Lihat,apakah kau bisa hidup di luar sana tanpa fasilitas orang tua mu.!!" hardik Arsen memberi ancaman pada Shane.
"Pa,jangan seperti itu." sahut Velyn yang langsung menenangkan Arsen.