Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 81


__ADS_3

Alethea tampak puas karena telah membuat Velyn tak berdaya.Ia sengaja mencelakai Velyn dengan tujuan ingin membalaskan rasa sakit hati dan dendamnya pada Arsen.Satu-satunya orang yang bisa membuat Arsen menyesal hanya lah menjadikan Velyn sebagai target untuk membalasnya.


Alethea pun tak memikirkan resiko yang akan ia tanggung nantinya.Asal sudah membalaskan sakit hatinya,ia sudah merasa puas.


"Aku ingin lihat,apakah kau masih akan merasa bahagia jika gadis yang kau cintai sudah ku singkirkan dari kehidupan mu selamanya Arsen." ucapnya bicara sendiri.


...****************...


"Biarkan aku yang akan mendonorkan darah ku untuk nona Velyn." sahut seseorang yang ternyata adalah Lewis.


Lewis begitu kaget saat mengetahui jika Velyn baru saja mengalami insiden kecelakaan.Ia bergegas menuju rumah sakit dimana Velyn ditangani.


Kemunculan Lewis pun,membuat Arsen langsung menoleh ke arahnya.


"Kau." seru Arsen yang kaget dan tak menyangka Lewis akan datang.


"Yah,maaf jika aku tiba-tiba datang kesini.Aku tidak percaya jika kejadian ini harus dialami nona Velyn." jawab Lewis.


"Apa kau memiliki golongan darah yang sama dengan Velyn?" tanya Arsen memastikan.


"Kurasa iya,tapi untuk memastikannya lagi aku bersedia untuk di cocokan darah ku pada nona Velyn." jawab Lewis.


"Bagaimana dok?" tanya Arsen pada sang dokter.


"Sebaiknya kita lakukan dulu uji pemeriksaannya.Jika cocok kemungkinan besar bisa kita bisa melakukan transfusi darahnya pada pasien." jawab sang dokter.


"Baik lah,aku akan melakukannya." ucap Lewis langsung menyanggupi perkataan sang dokter.


"Kalau begitu saya akan persiapkan semuanya.Mari ikut saya." ujar sang dokter seraya meninggalkan Arsen dan Jeremy.


Lewis pun mengikutinya dari belakang.Tapi sesaat Arsen menahan bahunya. "Terima kasih untuk kebaikan mu." ujar Arsen merasa bersyukur dengan pertolongan Lewis.


"Jangan pikirkan..Biar bagaimana pun nona Velyn adalah karyawan ku.Aku aja bertanggung jawab untuknya." jawab Lewis langsung pergi.


Arsen pun hanya memandang Lewis pergi mengikuti sang dokter.Ia pun sedikit merasa tenang,karena akhirnya Velyn dapat segera ditolong oleh Lewis.Dan berharap Velyn akan baik-baik saja dan selamat dari maut.


Ia pun memerintahkan Jeremy untuk pergi dan mencari tahu apa yang sudah menyebabkan Velyn harus mengalami kecelakaan.Ia seakan tidak sabar dan ingin memberi pelajaran keras pada mobil yang sudah menabrak Velyn.Hingga membuat Velyn harus terbaring tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.

__ADS_1


...****************...


Setelah melakukan transfusi darah,Lewis pun kembali menemui Arsen yang masih setia menunggu dengan duduk didepan kamar.Dimana saat itu Velyn masih perawatan intensif dan tidak boleh satu orang pun yang menemaninya.Karena masih harus dalam pengawasan dokter dan perawat.


Lewis pun duduk disamping Arsen. "Kuharap nona Velyn bisa melewati masa kritisnya.Kau harus tetap tenang dan sabar menunggunya." ucap Lewis menasehati Arsen.


"Yah..Aku tahu.Dan aku tidak tahu harus bagaimana berterima kasih pada mu.Karena kau sudah menyelamatkan nyawa dia." ucap Arsen dengan tenang.


"Dia gadis yang baik dan bersemangat.Aku menyukai gadis seperti dia." ungkap Lewis.


Membuat Arsen sesaat menoleh serius.


"Tenang,aku tahu dia milik mu.Aku tidak akan merebutnya dari mu.Aku bukan tipe pria yang akan merebut milik orang lain." jelas Lewis.


Arsen pun langsung menghela nafas lega.


"Kau harus menjaga gadis itu.Lindungi dia dan jangan pernah membuatnya sedih.Karena jika itu terjadi,jangan salahkan aku jika merebutnya dari mu." ujar Lewis yang secara tidak langsung mengingatkan Arsen.


Arsen pun hanya tersenyum terpaksa. "Aku tidak akan pernah melepaskan dia apa pun yang terjadi.Bahkan harus bertukar nyawa sekali pun.Aku akan tetap mempertahankannya." ucap Arsen begitu yakin.


"Yah,lelaki sejati memang harus seperti itu.Memperjuangkan apa pun yang terjadi demi mempertahankan orang yang kita cintai." ujar Lewis menyetujui perkataan Arsen.


"Kenapa?" tanya Arsen penasaran.


"Karena aku tidak mau,gadis mu akan berhutang budi padaku.Kau tidak mau 'kan jika dia akan terus bekerja padaku?" ujar Lewis langsung pergi.


Arsen hanya bisa terdiam dan memandang Lewis yang sudah pergi.


...****************...


Dua hari kemudian..


Setelah melewati masa kritisnya,kini kondisi Velyn pun mulai stabil.Tapi,sayangnya Velyn masih belum sadarkan diri.Ia masih terbaring lemah dengan berbagai alat medis yang masih menancap pada tubuhnya.


Arsen pun masih terlihat tidak begitu tenang.Walau pun kondisi Velyn sudah stabil,tapi melihatnya belum sadar.Seakan membuat perasaannya masih cemas dan pikirannya pun kalut.


Jeremy pun datang menghampiri Arsen yang tengah duduk disamping ranjang dimana Velyn masih terbaring.

__ADS_1


"Tuan,saya membawakan sarapan untuk anda." ujar Jeremy memberitahukan jika dirinya membawakan sarapan untuk Arsen.


"Taruh saja disana." jawab Arsen yang tetap fokus memandangi keadaan Velyn.


"Baik tuan." jawab Jeremy langsung menuruti perkataan Arsen dan meletakkan makanan tersebut diatas meja.


"Aku tidak mengerti,kenapa dia masih belum sadar juga?Apa dia begitu betah tidur selama itu?" tanya Arsen sambil memandangi Velyn dengan wajah sendu.


"Tuan harus sabar,saya yakin nona Velyn pasti juga ingin bangun.Nona juga pasti sedang berusaha tuan." jawab Jeremy.


"Bagaimana yang ku perintahkan?Apakah kau sudah menemukan jawabannya?" tanya Arsen langsung mengalihkan pembicaraannya.


"Sudah tuan,dan mungkin tuan tidak akan mempercayainya jika ini perbuatan nona Alethea." ungkap Jeremy.


Arsen yang mendengar langsung berubah tatapan dengan menjadi begitu tajam sambil mengepalkan kedua tangannya.


...****************...


Alethea yang berniat akan keluar kota,mulai bersiap-siap.Dan disaat dirinya tengah bersiap-siapa,seorang art pun datang menemuinya.


"Maaf nona,ada orang yang ingin menemui anda." sahut sang Art memberitahu pada Alethea.


"Siapa?" tanya Alethea ingin tahu lebih dulu.


"Tidak tahu nona.Mereka hanya bilang ingin bertemu dengan nona." jawab sang Art.


Alethea pun hanya bisa mendengus.


"Tidak berguna." sentak nya dengan kesal dan mengarahkan kursi rodanya menuju ruang depan untuk menemui seseorang yang ingin menemuinya.


Saat menemuinya,Alethea sedikit bingung dengan beberapa pria asing yang tidak ia kenal.


"Siapa kalian?Ada urusan apa kalian ingin bertemu dengan ku?" tanya Alethea dengan nada ketus.


"Maaf nona,kami harus membawa nona untuk ikut bersama kami." ujar salah satu pria tersebut dan mengangkat tubuh Alethea menuju sebuah mobil.


"Hei..Siapa kalian??Mau apa kalian?Turunkan aku.!!" teriak Alethea langsung mencoba untuk berontak.Tapi pria itu tetap membawa Alethea ke mobil dan membawanya pergi.

__ADS_1


Sang art pun yang mengetahui hanya bisa diam.Sebab sang art telah diancam oleh mereka untuk tidak ikut campur dan melibatkan diri dengan menolong Alethea.


__ADS_2