
Setelah berbicara dengan Alethea,Velyn pun kembali ke ruangan Arsen.Terlihat Arsen pun sudah lebih dulu berada di ruangannya.
"Kenapa kau telat?Bukankah ini sudah lewat dari jam makan siang mu?" tanya Arsen menegur pelan pada Velyn.
Velyn pun hanya tersenyum palsu pada Arsen. "Maaf tuan,aku lupa." jawab Velyn berbohong.
Sesaat Arsen pun memperhatikan sikap Velyn yang tidak biasanya.Sebab Velyn seperti memperhatikan sikapnya yang murung tanpa bersemangat.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Arsen ingin tahu.
"Ah,iya aku baik-baik saja tuan." jawab Velyn kembali memasang wajah tersenyum palsu.
"Oh ya,hari Minggu aku akan ke keluar kota,kau harus ikut menemani ku." ucap Arsen memberitahu Velyn.
"Hah?Hari Minggu ini tuan?" tanya Velyn yang kaget dan memastikan.
__ADS_1
"Yah,kenapa?"
"Ma..Maaf tuan bukankah hari Minggu adalah hari libur ku.Bisakah aku tidak ikut menemani anda?" tanya Velyn mencoba menolak ajakan ikut pada Arsen.
"Memangnya kenapa?Kau tidak punya jadwal apa pun bukan?Paling kau hanya tidur-tiduran dirumah.Begitu, 'kan?" tebak Arsen seperti tahu kebiasaan Velyn setiap libur bekerja.
Velyn pun langsung memasang wajah yang datar. "Jangan asal menebak tuan,kegiatan ku bukan hanya bekerja untuk anda.Tapi di setiap libur terkadang aku punya jadwal lain di luar sana.Jadi maaf,sepertinya aku tidak bisa menemani anda." jelas Velyn menepis tebakan tentang dirinya.
"Ya sudah,aku tidak akan memaksa ku.Tapi setiap waktu kau harus mengabari ku.Jangan coba melewatkan setiap waktu untuk memberiku kabar.Kau mengerti?" ujar Arsen mengingatkan Velyn dengan tegas.
Memangnya aku kekasihnya?Seenak dia mengatur ku.Ck.. Gerutu Velyn dalam hatinya.
...****************...
Malamnya,Velyn tampak tak bisa tidur.Perasaannya dan pikirannya terasa tidak tenang,memikirkan setiap perkataan Alethea padanya tadi siang.
__ADS_1
Back :
"Apa yang ingin anda bicarakan nona?" tanya Velyn dengan nada yang sopan.
"Aku ingin kau segera menjauh dari kehidupan Arsen.Walau pun Arsen begitu menyukai mu,tapi aku sebagai kakaknya tidak bisa sepenuhnya percaya dengan mu.Karena biar bagaimana pun aku ingin Arsen memilih wanita yang lebih baik dari mu." ucap Alethea dengan tegas.
Velyn pun langsung mengernyitkan alisnya ke atas.
"Kenapa nona menganggap saya tidak baik?Apakah nona sudah sangat mengenal saya?Bahkan kita hanya sekali bertemu dan masalah waktu itu aku sangat tidak bermaksud untuk mengacau keluarga kalian.Bisakah nona tidak menilai ku hanya sebelah mata?" ucap Velyn dengan nada serius dan mencoba untuk menegaskannya pada Alethea.
"Apa pun itu,aku tetap tidak yakin jika kau gadis yang baik untuk Arsen.Awal mula mungkin aku menyukai mu,tapi karena keributan itu aku menjadi sangat ilfil padamu.Jadi tolong untuk menjaga jarak dari Arsen.Setidaknya tidak berkerja padanya.Ini permintaan ku." tukas Alethea membalas dengan tegas.
Velyn pun seketika menghela nafas dengan ucapan Alethea.
"Maaf nona,aku tidak akan berhenti jika bukan perintah dari tuan Arsen sendiri.Jadi aku akan tetap bertahan bekerja dengannya.Karena urusan pekerjaan tidak bisa dikaitkan dengan masalah pribadi.Saya permisi." jawab Velyn menolak secara halus dan memilih langsung pergi dengan sopan.
__ADS_1
Sementara Alethea hanya menatap tajam kepergian Velyn.Ia serasa tidak terima dengan jawaban Velyn yang lebih memilih menentang keinginannya daripada menuruti keinginannya.