
"Entah lah,aku juga tidak tahu kenapa aku harus melibatkan diri untuk masalah mu.Padahal aku juga tidak pernah peduli dengan urusan orang lain." ujar Jeremy menjelaskan.
Lilla pun hanya diam dan tidak bertanya lagi.
...****************...
Keesokan harinya..
Ketika Arsen dan Velyn seperti biasa sarapan pagi bersama.Terlihat Kekey yang keluar kamar sembari membawa koper pakaiannya.Sebelum ia akan pergi,ja pun lebih dulu menemui Velyn dan Arsen.
"Kak,apa kau yakin tidak ingin mengubah keputusan mu?" tanya Kekey memastikan lagi,dengan berharap Velyn tidak jadi mengusir dirinya untuk pergi.
Velyn hanya melirik datar ke arah Kekey. "Kurasa tidak ada Key..Kau boleh keluar dari rumah kami hari ini." jawab Velyn dengan nada yang datar.
Kekey pun kembali berlutut dihadapan Velyn dan Arsen.Dan sengaja memainkan perannya dengan menangis terisak.
"Ku mohon,kasih aku kesempatan lagi.Aku janji tidak akan berulah lagi.Tolong kak Velyn,kak Arsen..Hiks." Isak Kekey dengan berpura-pura.
Sesaat membuat Velyn merasa iba,tapi ia pun berusaha untuk tidak terpengaruh dengan drama yang dimainkan oleh Kekey.
Arsen yang menyadari akan perubahan raut wajah Velyn yang iba.Seketika langsung bangkit dan berdiri dihadapan Kekey.
"Kalau andai saja kau menjadi perempuan yang tahu cara menghargai dia sebagai kakak sepupu ku yang sudah memiliki seorang suami,tanpa berpikir ingin merayu suaminya.Mungkin saat ini kau sudah bisa memulai hari pertama mu untuk bekerja di perusahaan ku.Tapi sayangnya kelicikan mu langsung ditunjukan oleh Tuhan.Jadi berhenti memainkan drama yang kau pikir kau bisa mengelabui kami.Keluar." sahut Arsen langsung mengucapkan kata-kata tajam dan sindiran pada Kekey.
Dan tetap bersikap tegas untuk tidak menerima Kekey dalam keluarganya.Kekey pun langsung mendadak diam dan tak berani lagi untuk mengatakan apa pun lagi pada Velyn.
Pada akhirnya Kekey pun menyerah dan langsung meninggalkan kediaman Arsen dengan tangan kosong.Dan tanpa keberhasilan yang seharusnya ia berusaha untuk mencari pekerjaan.
Velyn pun hanya bisa menghela nafas panjang setelah Kekey sudah pergi.Arsen pun hanya mengusap pundak Velyn untuk tetap bersikap tenang.
...****************...
Beberapa hari kemudian..
Melihat kondisi Lilla yang semakin membaik,akhirnya ia pun diperbolehkan pulang.Jeremy pun juga masih setia mendampingi Lilla hingga pulih dan sembuh.
Setelah keluar dari rumah sakit,Jeremy pun membawa Lilla ke suatu tempat yang tidak diketahui Lilla.
__ADS_1
Sesampainya di suatu tempat,sesaat Lilla merasa bingung dengan tempat yang sama sekali tidak ia kenal.
"Maaf,ini dimana?Kenapa tuan membawa saya kesini?" tanya Lilla yang penasaran.
""Kita turun saja dulu." jawab Jeremy sembari mengajak Lilla untuk turun dari mobilnya
Lilla pun mengikutinya dan merasa bingung,kala memasuki area pekarangan rumah yang begitu indah.Rumah minimalis berwarna biru dengan pekarangan rumput hijau beserta bunga-bunga yang cantik.
Lilla yang merasa bingung hanya bisa memperhatikan suasana rumah tersebut.Tanpa tahu kenapa Jeremy membawanya kesini.
Sebelum memasuki rumah tersebut,Jeremy lebih dulu mengeluarkan sebuah kunci dari dalam kantong celananya dan memberikan langsung pada Lilla.
Lilla semakin bingung dengan kunci yang diberikan Jeremy padanya.
"Untuk apa kunci ini tuan?" tanya Lilla yang kembali bingung.
"Aku ingin kau membuka pintu rumah ini." jawab Jeremy menyuruh Lilla untuk membuka pintu rumah tersebut.
Dalam pemikiran yang masih bingung,Lilla kembali menuruti perkataan Jeremy dan langsung membuka pintu tersebut dengan kunci yang diberikan Jeremy.
"Maaf,kenapa tuan membawa saya ke tempat ini?Saya masih tidak tahu dan bingung dan tempat ini?" tanya Lilla yang begitu penasaran.
"Mulai sekarang ini adalah rumah mu." ungkap Jeremy.
"Hah??Ru..Rumah saya?" tanya Lilla yang seketika kaget dan membulatkan kedua matanya.Ia begitu syok dengan pernyataan Jeremy.
Jeremy hanya mengangguk tanpa menjawab.
"Ta..Tapi kenapa??Sepertinya saya tidak pernah membeli rumah tuan." tanya Lilla dan menjelaskan.
"Yah,memang tidak.Tapi rumah ini aku yang membelinya dan aku memberikannya untuk mu." ungkap Jeremy.
"Kenapa?Saya masih tidak mengerti maksud anda."
"Apakah sebelumnya kau memiliki rumah atas nama ayah mu?" tanya Jeremy mengungkit.
__ADS_1
"Bagaimana anda tahu?Memang benar,tapi.-"
"Tapi ibu mu menggadaikan rumah itu dan uang hasil dari menggadaikan rumah itu ia berikan pada ayah tiri mu,bukan?"ujar Jeremy memperjelas.
Lilla hanya mengangguk pelan dan membenarkan penjelasan Jeremy.
"Sertifikat rumah itu sudah ku ambil." ungkap Jeremy.
Lilla pun langsung mengangkat kepalanya dan kaget.Karena ia merasa jika rumah peninggalan mendiang sang ayah,tidak akan bisa ia ambil kembali.Karena sang ibu tidak mau menebus kembali sertifikat rumah yang sudah ia gadai pada seorang lintah darat.
"Benarkah?" tanya Lilla memastikan.
"Yah,tapi rumah itu sudah ku jual dan uangnya ku ganti dengan rumah baru mu ini." jelas Jeremy.
"Haha?Kenapa anda melakukan itu?" tanya Lilla yang heran.
"Karena aku ingin membantu mu melupakan masa lalu mu yang sudah menghancurkan kebahagiaan mu selama ini." ungkap Jeremy panjang lebar.
Seketika membuat Lilla terdiam menunduk.Ia tak mengira jika Jeremy akan peduli dengan kebahagiaannya.Dengan rela membantunya menjual dan menggantikan rumah yang baru demi kebahagiaannya dan melupakan masa lalunya.
Lilla pun tanpa sadar langsung meneteskan air matanya.
Membuat Jeremy langsung panik dan menyeka air mata Lilla yang membasahi pipinya.
"Hei..kenapa kau menangis?Apa cara ku ini salah?" tanya Jeremy yang bingung.
Lilla hanya menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk berhenti menangis.
"Tidak tuan..Justru saya berterima kasih pada anda.Dan saya bingung kenapa anda harus melakukan hal sejauh ini untuk saya.Bahkan saya tidak tahu harus membalas anda dengan cara apa.Hiks." ucap Lilla yang menangis sesaat.
Jeremy pun langsung tersenyum tipis.
"Apa kau yakin ingin membalas apa yang ku inginkan?" tanya Jeremy.
Lilla langsung mengangguk dan menyanggupi apa pun yang diinginkan Jeremy.Demi bisa membalas semua kebaikan Jeremy selama ini.
Bagaimana tidak,jika Jeremy sudah banyak membantu dan menolong hidup selamanya ini.Yang padahal mereka tidak saling kenal dan Lilla juga merasa malu.Jika Jeremy mengetahui kehidupannya yang begitu menyedihkan karena ulah ibu kandung dan ayah tirinya.
__ADS_1
Tapi siapa sangka jika Jeremy justru dengan tulusnya mau mengeluarkan dirinya dari kehidupan yang menyedihkan yang bahkan menghancurkan kebahagiaannya selama ini.
"Iya tuan,apa pun itu saya akan menyanggupi keinginan anda.Karena saya tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan anda.Anda sudah begitu banyak menolong saya." jawab Lilla.