Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 115


__ADS_3

Zia masih memandang benci pada Robby sang ayah.


"Ayah datang bukan untuk merusak acara pernikahan mu.Tapi ayah cuma ingin melihat kebahagiaan mu sekaligus meminta maaf atas dosa-dosa yang ayah lakukan sama kamu.Ayah sungguh minta maaf dan meminta ampun pada mu Zia." ungkap Robby lagi pada Zia.


"Semudah itu ayah bilang maaf,setelah apa yang sudah Ayah lakukan pada kami.Setelah ibu meninggal atau dengan tega pergi begitu saja meninggalkan kami dan melepas semua tanggung jawabmu sebagai seorang ayah.Bagaimana bisa aku menerima maaf mu yah.!" ucap Zia langsung mengungkit masa lalu kelam yang pernah dilakukan Robby pada Zia dan sang adik Zevana.


"Yah,ayah tahu.Kamu pasti tidak akan mengampuni kesalahan ayah.Ayah memang pantas menerima kebencian dari kalian.Tapi setidaknya ayah sudah mengungkapkan penyesalan ayah yang sudah lama ingin ayah katakan padamu Zia."


"Setelah ayah akan pergi dan tidak akan mengusik kehidupan baru mu.Ayah hanya akan mendoakan semoga pernikahan mu bahagia dan jauh dari masalah.Dan sejujurnya ayah juga ingin bertemu dengan Zevana.Tapi tidak apa-apa jika Zevana juga tidak mau bertemu dengan ayah.Sampaikan saja salam rindu dan maaf ayah untuknya Zia.Selamat tinggal." ucap Roby mengutarakan seluruh penyesalannya dengan panjang lebar.Dan seraya pergi meninggalkan Zia.


Namun,baru beberapa langkah ia berjalan.Zia langsung menghampiri Robby dan memeluknya dengan erat.Membuat Robby terkejut dan mematung.


"Ayah..Hiks..Kenapa ayah begitu jahat pada kami..Huaa." Isak Zia langsung menangis histeris dalam pelukan sang ayah.Yang sejujurnya ia sangat merindukan sosok ayahnya.


Sebesar apa pun kesalahan yang dilakukan ayahnya,dalam hatinya pun Zia sudah memaafkan ayahnya.Dan ia juga merasa begitu bahagia jika dipertemukan kembali dengan sang ayah dalam keadaan sehat.Dan begitu bersyukur masih bisa meluapkan rasa rindunya pada sang ayah.


Shane yang sedikit penasaran mencoba untuk melihat kebersamaan mereka dari jarak jauh.Dan berapa terharunya ia melihat sebuah pemandangan yang begitu mengharukan.Antara seorang anak tengah memeluk sang ayah Yang sejujurnya ia juga tidak tahu kenapa selama ini Zia tidak pernah menceritakan bagaimana sosok ayahnya.Karena dia selalu mengaku jika Zia tidak memiliki kedua orang tuanya.


...****************...

__ADS_1


Beberapa bulan kemudian..


Setelah beberapa bulan berlalu,kini Zia dan Shane sudah resmi menjadi sepasang suami istri dan menikmati masa pengantin baru yang bahagia.


Shane pun masih tak percaya jika dirinya akan menikahi Zia yang pertemuannya diawali dengan rasa benci.Dan kini ia begitu mencintai Zia dan terlihat posesif.


Zia dan Shane kini sedang pergi menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan.Setelah seharian menghabiskan waktunya disana.Mereka pun berniat akan meninggalkan tempat pusat perbelanjaan tersebut.


Saat mobil mereka akan keluar dari parkiran mobil dan area gedung.Tanpa sengaja Zia melihat sosok seorang gadis yang terlihat sedang mengemis.Zia pun langsung kaget dan langsung menyuruh Shane untuk menghentikan laju mobilnya.Shane pun langsung menuruti perintah Zia.


Dan Zia pun bergegas keluar mobil,menghampiri gadis tersebut sebelum akan pergi.


Membuat gadis itu langsung menoleh. "Ka..Kakak." seru Zevana yang ternyata benar-benar dirinya.


"Kenapa kamu sepertinya??Apa yang sudah terjadi pada mu Zeva?" tanya Zia langsung syok dan tak percaya melihat penampilan Zevana yang terlihat lusuh dan tak terawat,yang bahkan aroma tubuhnya pun tercium sangat bau.


Melihat Zia dengan penampilan yang rapi dan berkelas.Zevana seketika menangis dan histeris.Ia pun langsung berlutut di kaki Zia sambil tetap menangis.


"Kakak..Huaa..Maafkan aku..Hiks..Aku minta ampun pada mu kak..Hiks " Isak Zevana meluapkan seluruh penyesalannya dengan berlutut sambil menangis.

__ADS_1


"Bangunlah Zeva,tidak apa-apa..Aku memaafkan mu." jawab Zia membantu Zevana untuk bangun dan berhenti berlutut.


Sedangkan Shane hanya memandang Zevana dengan tak percaya.Bagaimana bisa penampilan Zevana terlihat seperti pengemis.Yang selama ini sudah memilih meninggalkan rumah dan enggan tinggal seatap lagi dengan Zia dulunya.


Karena sejak meninggalkan rumah,Zevana begitu yakin jika hidupnya akan lebih enak dibandingkan bergantung hidup dengan Zia.Namun,karena kesombongannya justru khayalannya berbanding terbalik dari kenyataannya.Yang mengharuskan dirinya mengemis demi bisa melanjutkan hidupnya yang tidak memiliki apa pun.


Zia pun yang merasa tidak tega langsung memaafkan semua kesalahan Zevana.Walau pun sempat ia merasa sakit hati,tapi biar bagaimana pun Zevana tetap lah adik satu-satunya.Seperti ia memaafkan Robby sang ayah,ia pun juga memaafkan kesalahan Zevana.


Dan sejak itu kehidupan Zia semakin bahagia tanpa ada satu orang pun lagi yang mengusik kebahagiaannya.


Tamat..


...****************...


Maaf ya,ceritanya segini aja..Othor tadinya mau lanjutin cerita terbaru.Tapi karena regulasi baru,othor memilih Hiatus dulu.Sampai NT mengubah regulasinya ke yang lama.


Makasih buat readers yang Uda mampir dan mengikuti karya othor..Semangat dan sehat terus buat readers semuanya..🥰🥰


Happy reading..❤️🌹

__ADS_1


__ADS_2