Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 46


__ADS_3

"Itu menunjukkan bahwa kau adalah wanita ku saat ini." jawab Arsen dengan tegas.


"Tapi bukan cara merampas ciuman pertama ku.!" pekik Velyn yang keceplosan tanpa sadar.


Membuat Arsen langsung tersenyum puas. "Pantas saja kau tidak pintar membalas ciuman ku.Lain kali aku akan mengajari mu." ucap Arsen dengan percaya dirinya.


Tapi Velyn justru menunjukkan tatapan yang sinis ke arah Arsen. "Tuan benar-benar sudah gila." tukasnya menyindir Arsen.


"Yah,aku memang sudah gila.Dan kau lah pelakunya yang sudah membuat ku seperti ini." jawab Arsen yang merasa marah dengan sindiran Velyn.


Velyn hanya mengernyitkan alisnya ke atas dan memilih tidak menanggapi perkataan Arsen.


"Siapa pemuda itu?Bagaimana bisa kau begitu nyaman bicara dengannya?" tanya Arsen mengalihkan pembicaraannya dan ingin menginterogasi Velyn secara serius.


"Bukan siapa-siapa." jawab Velyn sambil mengalihkan pandangannya dari Arsen.


Merasa tak puas dengan jawaban Velyn,Arsen pun langsung menarik pinggang Velyn kedalam dekapannya.


"Jangan coba membohongi ku,karena aku tahu dia pasti ada hubungannya dengan mu."


Velyn pun kembali mendorong tubuh Arsen agar menjauh darinya.

__ADS_1


"Dia memang bukan siapa-siapa ku tuan.Lagi pula untuk apa aku membohongi anda,tidak menguntungkan buat ku." jawab Velyn menjelaskan.


"Jadi siapa dia sebenarnya?" tanya Arsen yang masih saja tidak puas dengan jawaban Velyn.


Velyn menatap datar ke arah Arsen sambil menghela nafasnya.


"Dia hanya mantan kakak kelas ku dulu disekolah,dan dia menemui ku karena kami sudah lama tidak bertemu sebab dia meneruskan pendidikannya di luar negeri.Apakah anda puas?" jelas Velyn panjang lebar.


Arsen pun seketika tersenyum dan langsung memeluk Velyn.


"Bagus lah,kuharap kalian tidak memiliki hubungan spesial.Karena sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan pria mana pun memiliki mu." ungkap Arsen mengutarakan perasaannya.


"Jangan berlebihan tuan,aku bukan siapa-siapa anda.Aku cuma asisten mu bukan kekasih mu.Jadi aku bukan milik siapa pun"ujar Velyn dengan tegas.


Velyn hanya memilih diam dan tidak menanggapi perkataan Arsen sambil melepaskan dirinya dari Arsen.


"Aku harus pulang,ini sudah sore.Sampai jumpa besok tuan." kata Velyn yang akan berpamitan pulang pada Arsen.


Namun Arsen justru merangkul leher Velyn dan membawanya ke suatu tempat.


"Kata siapa kau boleh pergi,perut ku lapar.Kau harus membuatkan ku sesuatu yang bisa ku makan." ujarnya sambil tersenyum dan menghalangi Velyn untuk pulang.

__ADS_1


"Apa.!" seru Velyn kaget.


...****************...


Kediaman Alethea..


Alethea tampak bingung mencari keberadaan Ethan di kamarnya dengan mendorong kursi rodanya.Merasa tidak menemukannya,Aletta pun pergi menemui sang ART di dapur nya.


"Bibi..Apakah kamu melihat suami saya?" tanya Alethea.


Sang ART pun langsung menoleh ke arah Alethea.


"Oh,Tuan tadi langsung pergi nyonya.Tapi tidak tahu pergi kemana." jawab sang Art memberitahu Alethea.


"Oh begitu,ya sudah terima kasih bi." ujar Alethea yang meninggalkan sang art.


Alethea pun kembali ke kamarnya,tapi sebelum menuju kamarnya.Alethea tanpa sengaja melewati sebuah kamar gudang yang pintunya dalam keadaan terbuka.


Karena melihat pintu terbuka,Alethea berniat ingin menutup pintu tersebut.Tapi,sebelum akan menutup pintu tersebut.Lagi-lagi Alethea tanpa sengaja melihat sebuah kotak dengan penutup yang terbuka sedikit yang terletak ditengah-tengah barang yang belum dibereskan.


Sejak menempati rumah baru,banyak barang-barang milik Ethan dan dirinya yang belum dibereskan.Hingga akhirnya semua barang-barang tersebut masih tersimpan di kamar gudang.

__ADS_1


Alethea pun berniat akan menutup penutup kotak tersebut.Namun,ia justru dibuat heran dengan sesuatu benda yang tidak asing ia lihat.


Merasa penasaran,Alethea mencoba membukanya dan melihat isi kotak tersebut.Dan beberapa saat ia dikejutkan dengan isi kotak yang membuatnya seketika syok.


__ADS_2