Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 102


__ADS_3

Shane masih terlelap dalam tidurnya.Dan Fandi yang melihat langsung menghela nafas.Melihat Shane yang masih tidur dihari yang sudah siang.


Shane sengaja menginap di rumah Fandi,karena tidak ingin pulang dan bertemu dengan Arsen sang ayah.Ia lebih baik menghindar dari pada beradu argumen yang tidak ada akhir dari perdebatan mereka.


"Hei..Bangun,mau sampai kapan kau akan tidur?" tanya Fandi sambil menepuk pundak Shane.


"Aku masih ngantuk,nanti saja aku bangun." jawab Shane dengan nada mengantuk.


"Tapi ini sudah siang bro,kita harus ke kampus sekarang." ujar Fandi memberitahu.


"Tapi aku juga malas untuk ke kampus." jawab Shane menolak untuk ke kampus.


"Tidak bisa.Kita harus ke kampus sekarang.Kau juga tidak bisa berada di rumah ku terus.Aku takut mama ku datang dan melihat mu disini.Bisa jadi masalah besar dan berpikir yang tidak-tidak.Cepat bangun." ujar Fandi yang tetap memaksa Shane untuk bangun.


"Dasar anak mami." sindir Shane yang akhirnya terpaksa bangun.


...****************...


"Bagaimana Zia,apakah kamu yakin kamu yang melakukan semua ini sendiri?" tanya Farel pada Zia yang heran.Saat melihat kondisi kedainya yang sudah terlihat rapi dan bersih.Bahkan lebih rapi dari sebelumnya ia rapikan.


"Iya kak." jawab Zia mengangguk dengan semangat.


"Wah,aku salut dengan mu.Dalam beberapa jam kamu bisa mengatasi semuanya.Padahal tidak semua orang yang pernah bekerja dengan ku bisa melakukan ini semua." ujar Farel memuji kerajinan Zia.


"Terima kasih untuk pujiannya kak,aku hanya melakukan pekerjaan yang sesuai kakak arahkan saja." jawab Zia.


"Bagus,aku suka kecekatan mu dalam bekerja.Tetap pertahankan karena aku butuh orang seperti mu.Tapi,sepertinya aku harus keluar sebentar.Apakah kau bisa mengawasi kedai ku sebentar?"


"Bisa kak,kakak tenang saja.Aku sudah menghafal semua yang sudah kakak ajari." jawab Zia.


"Oke,kalau begitu aku keluar sebentar.Tidak akan lama.Aku hanya ke bank sebentar." ujar Farel langsung bersiap-siap akan pergi.


"Baik kak." jawab Zia.


Farel pun akhirnya pergi dan Zia pun menjaga kedainya seorang diri.


Shane dan Fandi akhirnya tiba di kampus.


"Aku mau ke kantin,kau mau ikut?" tanya Fandi sebelum ke kelas.

__ADS_1


"Aku ikut." jawab Shane mengikuti Fandi menuju kantin.


Baru akan berjalan menuju kantin,tiba-tiba seorang gadis cantik menghampiri Shane dan merangkul lengannya.


"Hai sayang.Kenapa kau baru datang?Aku merindukan mu." sahut gadis itu bernama Gretta.


Shane yang merasa risih pun langsung menyingkirkan tangan Gretta dari lengannya.


"Berani sekali kau memanggil ku sayang??Kau pikir kau pacar ku??Perempuan tidak tahu malu." tegur Shane dengan nada sinis dan menyindir Gretta.


Gretta pun langsung memasang wajah cemberut.


"Shane..Kenapa sikap mu selalu begitu?Aku sangat mencintai mu,kenapa kau selalu sinis pada ku?" protes Gretta.


"Berhenti mengatakan kata menjijikan itu.Karena kau sama sekali bukan tipe ku.Urus saja pacar mu si Bram pecundang itu." jawab Shane langsung menyinggung Bram yang sebenarnya pemuda yang mengejar Gretta.Tapi Gretta justru lebih mengejar Shane karena kaya raya.


"Aku tidak suka dia jadi aku tidak ada hubungan apa pun dengan nya." jawab Gretta meyakinkan Shane.


"Dan aku tidak peduli." jawab Shane meninggalkan Gretta.Sedangkan Fandi memilih diam dan tak ingin ikut campur.


Sesampainya di kantin,Fandi pun memperhatikan beberapa kedai yang ada di kantin.


"Sepertinya aku ingin beli minuman disana.Kau bagaimana?" ujar Fandi sambil menunjuk ke arah kedai.


Fandi pun berjalan ke arah kedai dan akan membeli minuman.Sesampainya di kedai tersebut,ia pun langsung disambut oleh seorang gadis.


"Selamat datang, tuan mau pesan apa?" sahut seorang gadis yang seketika membuat Shane langsung menoleh ke arah gadis tersebut.Sebab ia mendengar suara yang tidak asing di telinganya


"Kau.!" seru Shane yang kaget saa melihat gadis tersebut tidak lain adalah Zia sendiri.


Zia pun ikut merasa kaget tapi berusaha untuk bersikap tenang.


"Kau kenal dia?" tanya Fandi pada Shane sambil menunjuk ke arah Zia.


"Aku tidak kenal tapi aku tahu siapa dia.Dia gadis penjual bakso itu." ungkap Shane dengan nada kesal.


"Sedang apa kau disini?Bagaimana kau tahu aku kuliah disini?Apa uang itu tidak cukup?Sampai kau ingin minta ganti rugi lagi padaku?Dasar gadis benalu." ujar Shane yang langsung menuduh Zia dan menghinanya dengan kata tajam.


Zia pun hanya memandang Shane tanpa ingin berkata apa pun.Dan berusaha menahan kesabarannya dengan ucapan kasar Shane padanya.

__ADS_1


"Dengar ya gadis miskin,kau pikir kau bisa memeras ku lagi?Kau kira kau bisa lebih licik dari ku?Sampah tetap saja sampah.!" pekik Shane yang kembali menghina Zia.


Zia yang tadinya sudah berusaha sabar langsung menampar wajah Shane.


Plak..


Seketika membuat Shane kaget dan para mahasiswa yang berada di kantin pun langsung memperhatikan mereka berdua.


"Hei..!!Apa kau sudah gila??!" sentak Shane langsung emosi menerima perlakuan Zia yang menampar wajahnya.


"Yah,Aku memang sudah gila.!!Kenapa tidak??Jika orang seperti anda seenaknya menghina ku?Lebih pantas menerima tamparan ku.!!" sentak Zia membalas bentakan Shane.


Shane pun langsung menatap tajam ke arah Zia.


"Anda memang kaya tapi bukan berarti anda punya hak untuk menghina ku.!!Memangnya apa yang salah dengan orang miskin seperti ku?Apakah aku menganggu hidup anda??Justru anda lah yang sebenarnya sudah merugikan ku.!!" hardik Zia yang kini melampiaskan amarahnya pada Shane.


Sesaat Zia kebelakang dan mengambil uang dari dalam tasnya.


Uang tersebut pun langsung diberikan pada Shane dengan menghentakkan ke dadanya.


"Ambil semua uang anda.!Jangan pikir uang yang anda berikan ku pakai untuk mengganti semua kerugian ku.Aku tidak butuh uang anda.Dan tarik kembali kata-kata anda karena sudah menghina ku.!!" ujar Zia dengan nada tinggi.


"Beraninya kau.-" belum sempat akan membalas perlakuan Zia.Fandi justru menghalangi Shane yang akan berbuat kasar pada Zia.


"Hei..Sudah lah..Ini di tempat umum,untuk apa kau bertengkar dengan perempuan,ini memalukan?Sebaiknya kita pergi saja dari sini,semua orang sudah memperhatikan mu." ujar Fandi mengingatkan Shane dan mengajaknya untuk pergi dari kantin.


Akhirnya Fandi pun berhasil membawa Shane pergi.Sebab dia juga tidak mau terlibat dalam masalah besar akibat ulah Shane yang tidak bisa mengontrol emosinya.


Sementara Zia merasa puas karena sudah melampiaskan amarahnya pada Shane.Dan merasa lega karena sudah mengembalikan uang milik Shane.


...****************...


Visual Shane.



Visual Zia.


__ADS_1


Visual Farel.



__ADS_2