
Jeremy masih setia dan sabar menemani Lilla di rumah sakit.
"Aku keluar dulu,tidak akan lama.Kau tidak apa-apa 'kan jika ku tinggal sendirian disini?" ujar Jeremy yang ingin keluar sebentar dan memberitahu Lilla lebih dulu.
Lilla pun hanya mengangguk pelan.
Jeremy langsung meninggalkan kamar perawatan dan berjalan keluar.Disaat dirinya tengah berjalan sendirian,ia pun tanpa sengaja berpapasan dengan seorang wanita paruh baya.Yang juga berjalan sendirian dengan raut wajah yang tidak senang.Dan sesaat membuat Jeremy menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah wanita yang berjalan ke arah lorong dimana Lilla dirawat.
Wanita itu pun memasuki kamar perawatan Lilla.Dan tanpa berkata apa pun,wanita itu langsung menyerang Lilla dengan memukulinya tanpa henti.
Tindakannya pun membuat Lilla seketika bangun dan meringis kesakitan saat wanita itu terus memukuli.
"Dasar anak sialan,bodoh,idiot..!!Kenapa kau biarkan ayah tiri mu di pukuli oleh orang tak dikenal??Dan sekarang dia harus dirawat karena semua ulah mu anak sialan.!!" teriak wanita itu yang ternyata adalah ibu kandung dari Lilla sendiri.
"Akh sakit Bu..Tolong berhenti Bu.." rintih Lilla meringis kesakitan sambil melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya.Karena sang ibu tak berhenti terus memukuli Lilla.
Jeremy yang kembali merasa tidak tenang dan curiga dengan wanita asing itu.Bergegas kembali ke kamar perawatan Lilla.Ia khawatir jika wanita itu akan melukai Lilla.Sebab sudah jelas terlihat dari raut wajah wanita itu yang seakan ingin melampiaskan amarahnya pada Lilla.
Dan benar saja,saat memasuki kamar perawatan.Wanita itu menyerang Lilla dan memukuli Lilla tanpa ampun.Seperti sama hal yang dilakukan ayah tirinya.
"Hei..Apa yang kau lakukan??" sentak Jeremy langsung menghalangi ibu Lilla agar berhenti dan tidak memukuli Lilla.
__ADS_1
"Siapa kau??Beraninya ikut campur masalah kami.Minggir kau,jangan halangi aku untuk memukuli anak tidak berguna ini.!!" sahut ibu Lilla dengan nada yang lantang.
"Kau lah yang sebenarnya siapa??Beraninya kau menyakiti dia.!!" tegur Jeremy langsung membela Lilla dan menantang ibu Lilla.
"Aku ibu kandung nya dan berhak melakukan apa pun padanya.Jadi kau tidak perlu ikut campur urusan ku.!!Menyingkir kau dari hadapan ku.!" jawab ibu Lilla lagi dengan nada yang lantang.
"Oh ternyata kau ibu nya?Seorang ibu kandung yang tega membiarkan anaknya disiksa oleh ayah tirinya dan bahkan hampir membunuhnya?Dan kau hanya bisa diam saja?Apa kau pantas disebut seorang ibu??" sindir Jeremy dengan kata yang tajam.
"Bukan urusan mu brengsek.!!Mau ku apakan dia ,itu adalah urusan ku.Kau jangan coba melindungi dia.!!" hardik ibu Lilla yang merasa tidak peduli dengan keadaan Lilla.
"Kalau anda masih saja ingin menyakiti dia.Bukan hanya suami tercinta mu yang akan menanggung resikonya,tapi anda juga.Karena sekarang ini juga aku akan melaporkan kalian berdua ke polisi atas tuduhan penganiayaan anak.Dan anda tahu,hukumannya itu tidak main-main." tukas Jeremy langsung memberi ancaman pada ibu Lilla.
Lilla yang mendengar pun langsung panik dan mencoba untuk menghentikan Jeremy.
"Aku tidak takut dengan ancaman mu sialan.!!Kau pikir kau siapa??Berani melindungi anak sialan ini.!!Aku yang justru akan menuntut mu.!!Kau lihat saja nanti,." jawab ibu Lilla yang justru menantang balik Jeremy.
"Dan kau Lilla,jangan pikir kau bisa lolos dari ku.Kau pikir aku akan memihak mu,kau harus membayar semua ini." timpalnya yang kini memberi peringatan pada Lilla.
Ibu Lilla pun langsung pergi begitu saja.Sementara Lilla langsung menangis tersedu-sedu.Ia tak mengira niat baik ingin meloloskan ibunya dari sang ayah tiri yang begitu kejam.Tapi justru sang ibu justru lebih memilih sang ayah tiri dibandingkan dirinya sebagai anak kandung.Dan bahkan menyalahkan dirinya karena telah membuat sang ayah tiri yang kini tengah dirawat di rumah sakit.Yang sebenarnya adalah ulah Jeremy.Karena merasa tidak terima melihat Lilla yang hampir dibunuh oleh ayah tirinya.
Jeremy pun hanya bisa memandangi Lilla yang terus menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Maaf..Hiks..Maaf karena saya telah melibatkan anda dalam masalah keluarga saya..Hiks.."rintih Lilla yang merasa sangat sedih dan bersalah.
"Sebaiknya tuan tinggalkan saja saya.Jauhi diri anda agar tidak terlibat dalam masalah keluarga saya..hiks..Saya tidak mau menyulitkan hidup anda..hiks.." Isak Lilla lagi yang merasa malu dan tetap merasa bersalah karena terus melibatkan Jeremy dalam masalahnya.
Tanpa berkata apa pun,Jeremy justru langsung mendekap tubuh Lilla dengan erat.Tidak tahu apa yang dipikirkannya,tapi dalam situasi itu Jeremy hanya ingin menenangkan Lilla dengan memeluknya.
Ia pun semakin tidak tega melihat Lilla yang terus disiksa oleh kedua orang yang ternyata sama sekali tidak punya hati untuknya.Kedua orang yang seharusnya menjadi pelindung dalam keluarga.Tapi justru melecehkan batin dan fisiknya secara kejam.
"Kau anggap aku pria pecundang?Hanya karena masalah kecil aku harus kabur begitu saja??" tanya Jeremy dengan nada pelan.
Sesaat Lilla pun berhenti menangis dan mencoba menatap Jeremy. "Apa maksud anda??Hiks??" tanya Lilla yang masih dalam keadaan menangis.
"Jika ingin memulai permainan harus diselesaikan sampai akhir.Dan jika aku sudah membuat masalah seperti ini,artinya aku harus membereskannya sampai akhir.Jadi aku tidak akan biarkan kau menghadapi mereka sendirian.Serahkan semuanya padaku." ucap Jeremy dengan tegas.
"Tapi tuan-"
"Sstt..Kau hanya diam dan biarkan aku yang membereskan semuanya sendiri.Yang terpenting kau memikirkan mereka lagi.Pikirkan saja dirimu sendiri,bahagiakan diri mu.Jangan mengkhawatirkan mereka yang justru tidak peduli dengan kebahagiaan mu.Kau paham?" ucap Jeremy menasehati Lilla.
"Tapi dia ibu kandung ku.Apa yang ingin anda lakukan padanya?Tolong jangan sakiti dia." ucap Lilla yang memohon pada Jeremy Karena biar bagaimana pun,Lilla tidak akan tega membiarkan sang ibu disakiti.
Tak peduli seberapa benci sang ibu padanya.Ia tetap menyayangi sang ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan dirinya.
__ADS_1
"Tidak,aku hanya akan memberi mereka pelajaran sedikit yang sangat berharga.Yang setidaknya bisa membuat mereka sadar.Dan ku minta kau harus bisa menerima keadaannya.Karena itu juga demi kebaikan mu." ujar Jeremy meyakinkan Lilla.
Lilla pun langsung menarik nafas panjang dan mengangguk. "Baik lah,saya mengerti. Tapi kenapa anda harus melibatkan diri anda dalam masalah saya?Terlebih saya ini hanya orang asing." tanya Lilla ingin tahu penjelasan Jeremy.