
Keesokan harinya..
Zevana tampak diam dan tidak ingin bicara sedikit pun pada Zia.Sebab Zia masih tidak mau memberikan uang itu padanya.
Sebelum berangkat ke sekolah,Zevana pun menatap ketus kearah Zia.
"Aku tidak mau tahu,besok kau harus memberiku uang untuk membayar ujian ku.Tidak peduli darimana kau akan mendapatkannya kak.Ini peringatan terakhir untuk mu." ucap Zevana dengan tegas dan langsung berangkat ke sekolah.
Zia hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.Melihat sikap Zevana yang begitu ketus padanya.
Kini ia pun bingung,dari mana ia akan mendapatkan uang.Ia pun juga tidak bisa lagi berjualan karena gerobak baksonya sudah hancur dan tidak bisa dipakai.
Zia mulai memutar otak,untuk bisa mendapatkan uang.Tapi ia juga tidak tahu bagaimana cara nya.
Disaat dirinya bingung,bibi Loly pun datang sembari mengantarkan makanan untuk Zia.Zia pun menyambutnya dengan perasaan senang.
"Maaf sudah merepotkan mu bibi Loly." ucap Zia.
"Jangan pikirkan dan jangan sungkan.Kamu sudah bibi anggap seperti anak kandung bibi.Tapi,kenapa wajah mu?Kenapa terlihat sangat muram?" tanya bibi Loly penasaran.
"Besok Zevana meminta uang padaku untuk bayar uang ujiannya.Tapi aku bingung,tidak tahu harus bagaimana mendapatkan uang sebanyak yang dia minta." curhat Zia pada bibi Loly.
"Lalu,kenapa tidak kamu gunakan saja uang dari pemuda itu?" tanya bibi Loly langsung menyinggung uang milik Shane.
Zia pun menggelengkan kepalanya.
"Tidak bi..Aku tidak mau menggunakan uang yang dari hasil menghina diri ku.Aku memang miskin tapi bukan berarti aku bisa dihina dengan uang." jelas Zia yang enggan memakai uang milik Shane.
"Memangnya berapa jumlah uang ujian Zevana?" tanya bibi Loly ingin tahu.
"500rb bi."jawab Zia singkat.
"Ah..Tunggu sebentar,bibi akan segera kembali." ujar bibi Loly langsung bergegas meninggalkan Zia.Sementara Zia hanya memandang bingung.
...****************...
Ketika Arsen akan menghampiri meja makan untuk sarapan bersama Velyn dan Velita.Sesaat ia memperhatikan kursi kosong yang seharusnya diduduki oleh Shane.Sebab tempat tersebut tempat yang biasa ia duduk.
__ADS_1
"Dimana anak itu?Apakah dia tidak pulang semalam?" tanya Arsen sembari duduk.
"Oh..Shane sudah berangkat pagi-pagi sekali pa." jawab Velyn yang terpaksa berbohong pada suaminya.
"Mama bohong pa,kak Shane memang tidak pulang semalam." sahut Velita yang justru membongkar kebohongan Velyn ibunya.
Arsen pun hanya melirik dingin ke arah Velyn.Membuat Velyn langsung tertunduk takut.
"Kau jangan selalu membela dia sayang.Aku tahu dia anak kesayangan mu,tapi jangan selalu membenarkan setiap kelakuannya." ujar Arsen menasehati Velyn.
"Dan mama terlalu lemah pada kak Shane." sahut Velita lagi.
Velyn langsung melirik ke arah Velita sang anak.
"Velita kenapa kamu bicara begitu nak?" tanya Velyn heran.
"Ya karena memang kenyataannya begitu ma.Kapan sih mama bisa bersikap tegas pada kak Shane.Kurasa tidak pernah,giliran aku mama selalu mengomel.Terlihat 'kan siapa yang sebenarnya membuat mama lemah." ujar Velita menyindir Velyn ibunya selama ini.
Velita pun langsung bangkit dan berpamitan untuk berangkat ke kampus.Sementara Velyn hanya bisa menghela nafas dengan sikap Velita.
Velyn pun menoleh ke arah Arsen.
"Kau jangan selalu membela anak itu Dia sudah dewasa dan sudah seharusnya melakukan sesuatu yang tidak merugikan kita sebagai orang tua.Bersikap tegas lah padanya,aku yakin dia akan lebih mendengarkan mu.Dan nasehati juga soal yang sering ku debat kan padanya.Karena cuma kau yang bisa bicara dengannya."ujar Arsen kembali menasehati Velyn lagi.
Velyn pun langsung mengangguk paham. "Iya aku mengerti." jawab Velyn.
...****************...
Bibi Loly pun kembali menemui Zia dan memberikan sejumlah uang pada Zia.
Sesaat Zia pun merasa bingung dengan uang tersebut. "Ini uang apa bi?" tanya Zia penasaran.
"Uang untuk membayar ujian Zevana.Pakai lah." jelas bibi Loly.
"Tapi bi,aku tidak enak memakai uang bibi.Aku sudah banyak menyusahkan bibi Loly." ujar Zia yang merasa sungkan pada kebaikan bibi Loly.
"Kan bibi sudah bilang,jangan pikirkan jangan sungkan.Bibi melakukannya karena bibi sudah menganggap mu sebagai anak kandung bibi." jelas bibi Loly lagi.
__ADS_1
Zia pun merasa terharu dan serasa ingin menangis karena bibi Loly memang begitu sangat baik dan tidak pernah perhitungan.
"Terima kasih bi.Aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan bibi Loly.Aku janji secepatnya akan mengembalikan uang ini.Aku janji bi." ucap Zia meyakinkan bibi Loly.
"Iya,jangan dipikirkan.Dan satu lagi,sekarang kau tidak bisa berjualan lagi bukan?"
"Iya bi." jawab Zia mengangguk.
"Begini,bibi punya saudara yang berjualan di kantin di sebuah kampus.Dan kebetulan dia sedang cari orang yang bisa membantunya di kantin.Apakah kamu mau bekerja pada saudara bibi?" ujar bibi Loly memberitahu Zia.
"Benarkah bi?Bibi serius?" tanya Zia memastikan.
"Iya sayang.Tapi saudara bibi laki-laki dan usianya mungkin beda 5 tahun dengan mu.Tapi dia lelaki yang baik dan mau mandiri dengan berjualan di kantin." jelas bibi Loly memberitahu.
"Iya tidak apa-apa Bu.Aku mau,apa pun pekerjaannya aku pasti mau.Asal pekerjaan itu halal,apa pun akan ku lakukan.Terima kasih sekali lagi bi." ucap Zia langsung menerima tawaran bibi Loly untuk bekerja pada saudara bibi Loly.Zia pun langsung memeluk bibi Loly dengan perasaan yang bahagia.
Dari kejadian yang menimpanya kemarin,ia bersyukur jika hari ini masih ada orang baik yang menolong dirinya.
...****************...
Bibi Loly pun mengantarkan Zia pada saudara lelakinya bernama Farel.Lelaki baik dan ramah pada siapa pun.
"Farel,ini Zia tetangga bibi yang pernah bibi ceritakan." ujar bibi Loly sembari memperkenalkan Zia pada Farel.
Farel pun langsung tersenyum dan menyambut Zia dengan senang hati sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan.Begitu juga dengan Zia langsung membalasnya dengan berkenalan.
"Hai,aku Farel." sahut Farel.
"Saya Zia " jawab Zia.
"Ya sudah,semoga kamu betah bekerja dengan Farel ya Zia."ujar bibi Loly sebelum pergi.
"Iya bi,terima kasih untuk semua kebaikan bibi." jawab Zia sesaat memeluk bibi Loly.Bibi Loly pun membalasnya dengan senyuman.
Setelah bibi Loly pergi,Farel pun mengajak Zia untuk menunjukkan kedai kantinya.Dan mengajarkan segala hal selama nanti ia akan bekerja.Zia pun tak ingin melewatkan setiap apa yang diajarkan oleh Farel.
Farel memiliki sebuah kedai makanan dan minuman.Yang tempatnya tak begitu besar tapi selalu ramai dengan mahasiswa yang selalu mampir dikedainya.Sebab kedai milik Farel begitu unik dengan tema anak muda.Yang siapa pun mampir pastinya akan betah.Terlebih Farel juga memiliki ketampanan yang membuat siswi selalu datang hanya untuk melihat ketampannya.
__ADS_1