Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 115


__ADS_3

Sesampainya di rumah,Velyn pun menatap Velita dengan raut wajah yang begitu marah.


"Atas dasar apa kamu berlaku kasar pada Zia??Apa kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan Velita.!" tegur Velyn dengan nada tegas.


"Kan aku sudah bilang,aku cuma menyadarkan gadis miskin itu supaya dia tahu diri bahwa dia tidak pantas masuk dalam keluarga kita ma." jelas Velita yang masih merasa tidak bersalah.


"Bukankah kamu sudah diingatkan untuk jangan ikut campur.Terlebih dalam hal penting ini.Karena ini sudah menjadi keputusan kakak mu.Seharusnya kamu mendukung dan merestui niat baik kakak mu." ujar Velyn mengingatkan Velita.


"Tapi tetap aku tida menerima gadis itu ma.Memangnya tidak ada wanita lain yang sepadan dengan kak Shane?Kenapa harus gadis miskin itu.Melihatnya saja aku sudah merasa jijik." ujar Velita dengan nada sombong.


"Sudah cukup Velita.!Kata-kata mu sudah sungguh keterlaluan.Mama ingatkan lagi padamu,kalau kamu masih saja berani mengusik Zia.Mama tidak akan segan-segan menghukum kamu.Karena mama akan menarik semua fasilitas kamu,sampai kamu berhenti mencampuri urusan kakak mu.Paham.!" tukas Velyn memberi peringatan keras pada Velita.Velyn langsung meninggalkan Velita karena tak ingin meneruskan perdebatan dengan Velita.Yang pada akhirnya hanya akan menambah masalah.


Velita pun langsung mendengus. "Pokoknya aku tidak akan berhenti mengusik gadis itu sampai dia pergi dari kehidupan kak Shane ma." pekik Velita yang tak peduli dengan peringatan Velyn.


Velyn pun menoleh tajam. "Kalau peringatan mama saja kamu tidak mau dengar,jangan salahkan mama kalau papa yang akan ambil tindakan." tukas Velyn kembali memberi peringatan pada Velita dan langsung pergi.


Seketika membuat Velita terdiam dan tak berkata apa pun.Sebab ia pun sedikit takut jika Arsen sang ayah yang sudah turun tangan,jelas akan mempersulit situasinya.


...****************...


Beberapa hari kemudian..


Shane kembali datang untuk menemui Zia.Sebab beberapa hari ia memberi waktu,seharusnya Zia sudah bisa memberikan jawaban yang dia harapkan.


"Bagaimana Zia?Apakah aku sudah bisa mendapatkan jawabannya dari mu?" tanya Shane dengan penuh harap cemas.


Zia pun langsung menunjukkan reaksi yang sedikit bingung.Sebab sejujurnya dia belum siap untuk memberikan jawaban pada Shane.


"Maaf tuan,bukan aku ingin menolak mu.Tapi aku masih belum siap menjawabnya.Aku masih harus memikirkannya lagi.Karena memutuskan untuk menikah,sepertinya adalah keputusan yang bukan main-main.Terlebih mengingat status ku yang berbeda jauh dengan mu tuan." ungkap Zia yang merasa tidak pantas pada Shane.

__ADS_1


"Soal itu kau tidak usah pikirkan.Jangan mengkhawatirkan hanya kita berbeda status.Aku ingin menikahi mu karena aku suka kepribadian mu.Tidak peduli dengan status kita yang berbeda.Asal kita bisa saling memahami dan mendapat restu dari orang tua ku.Ku rasa itu semua tidak masalah Zia ." jelas Shane mencoba meyakinkan Zia.


"Tapi,bagaimana dengan adik anda?Bukankah adik anda sangat menentang ku?Dia sangat membenci ku,dan itu membuat ku merasa tidak enak hati.Karena aku seperti memanfaatkan anda."


"Dia juga jangan kau pikirkan.Karena dia sudah tidak akan mengusik dan mencampuri urusan kita lagi.Papa ku sudah memberikan peringatan tegas padanya.Jadi dia tidak akan berani lagi menentang hubungan kita."jelas Shane lagi.


Zia pun semakin bingung dan bimbang dengan semua ucapan Shane yang meyakinkan dirinya.


Sesaat Shane langsung meraih tangan Zia dan menggenggamnya dengan erat.Membuat Zia pun langsung kaget.


"Tolong Zia,aku serius dengan niat ku ini.Aku benar-benar tulus ingin menikahi mu.Aku janji akan berusaha membahagiakan mu." ungkap Shane.


Sambil menarik nafas panjang,Zia akhirnya pun mengangguk dan menerima lamaran Shane.Shane pun seketika tersenyum lebar dan kegirangan sara Zia akhirnya menerima lamarannya.


"Yes..Terima kasih Zia..Aku mencintai mu." ucap Shane langsung mengungkapkan perasaan bahagianya pada Zia dan mengecup dahi Zia lembut.Zua hanya tercengang dan mematung saat Shane mengecup dahinya dengan lembut.


...****************...


Zia tampak anggun dan cantik dengan mengenakan gaun putih yang indah.Begitu juga dengan Shane yang terlihat tampan dan gagah dengan jas kemeja putih ditutupi oleh jas berwarna Dongker.Memperlihatkan kedua pasangan itu begitu serasi dan membuat iri para tamu yang masih menyandang status single.


Velyn dan Arsen pun juga tampak bahagia.Masih tak menyangka jika anak lelaki kesayangan mereka akhirnya melepas masa lajangnya dengan memilih Zia untuk teman hidupnya.Sedangkan Velita pun tak bisa berbuat apa pun.Melihat sang kakak akhirnya benar-benar memilih Zia sebagai pasangan hidupnya.Ia tak bisa lagi menentang hubungan mereka,dikarenakan Arsen sudah mengancam dirinya.Jika berani berbuat ulah dan mengusik hidup Zia.Hiduonya pun akan berakhir menyedihkan.Dengan menarik semua fasilitas yang sudah dimanjakan oleh Arsen dan Velyn.


Dan akhirnya acara pernikahan yang mereka laksanakan pun berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan sedikit pun.


Namun,disela acara yang tampak begitu meriah.Tiba-tiba seorang pria paruh baya pun datang menghampiri Zia.


"Zia.." panggil pria paruh baya itu pada Zia.


Sontak membuat Zia terkejut dan syok.Kala ia menoleh dan melihat paruh baya itu.Bahkan membuat Zia pun langsung terjatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.Hal itu pun seketika membuat Shane dan keluarganya kaget dan panik.

__ADS_1


*


*


Beberapa jam kemudian..


Ketika Zia mulai tersadar dan membuka matanya.Shane langsung mendekati Zia dan memanggilnya.


"Kau sudah sadar sayang." ujar Shane yang masih dalam keadaan panik.


Zia pun mencoba membangunkan tubuhnya dan memandang orang-orang disekitarnya.Ia pun kembali syok kala melihat pria paruh baya itu lagi.


"Zia." panggil pria itu.


"Kenapa ayah kesini??Kenapa ayah datang?" tanya Zia yang langsung memanggil pria itu dengan sebutan ayah.


Membuat Shane dan keluarganya kaget dan memandang pria itu.Shane tak mengetahui jika pria itu ternyata ayah dari Zia.Sebab selama Zia tidak sadarkan diri,pria itu sama sekali tidak mau memberitahu dirinya.


"Jadi dia ayah mu??Ayah mu masih hidup?" tanya Shane.


"Shane sebaiknya kita tinggalkan saja dulu Zia dengan ayahnya.Biarkan mereka bicara dulu."ujar Velyn mengajak Shane untuk meninggalkan mereka.


Shane pun langsung mengangguk paham. "Aku tinggal dulu,panggil aku jika ada apa-apa." ujar Shane pada Zia.


Setelah Shane dan keluarganya pergi.Zia pun memandang pria bernama Robby itu dengan tatapan penuh kebencian.


"Untuk apa ayah muncul di pernikahan ku??" tanya Zia dengan nada sinis.


"Zia..Maafkan ayah,ayah tahu kau pasti akan tidak terima jika ayah tiba-tiba muncul.Terlebih di pernikahan mu ini." ungkap Robby pada Zia.

__ADS_1


__ADS_2