Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 67


__ADS_3

Alethea terlihat menghubungi temannya bernama Melani.


"Halo,Melani." sahut Alethea.


"Ya say,ada apa??" tanya Melani disana.


"Apakah kau kenal seseorang yang bisa membantuku?"


"Membantu untuk hal apa?" tanya Melani penasaran.


Alethea pun menjelaskan keinginannya pada Melani dengan sambil tersenyum sinis.


...****************...


Arsen yang berada di kantor mulai tidak tenang memikirkan Velyn terus.Karena rasa egonya yang begitu tinggi,membuatnya sulit untuk memberanikan diri bertemu dengan Velyn.


Terlebih ia takut jika Velyn masih akan bersikap marah kepadanya dan enggan untuk bicara padanya.


Bagaimana caranya agar aku bisa meminta maaf langsung kepadanya??Untuk bertemu langsung dengannya saja,aku merasa malu.Ck.. Gumamnya sejenak dalam hati.


...****************...


Malam harinya..


Velyn bersiap-siap untuk menutup outletnya.Ia bersyukur karena dagangannya telah habis terjual semuanya.Ia tak mengira jika sudah mulai banyak orang-orang yang menyukai dimsum buatannya.Dan ia bersyukur mulai memiliki beberapa pelanggan tetap yang akan terus membeli dimsum dagangannya.


Saat ia tengah sibuk berberes untuk tutup,tiba-tiba dua orang pria berpenampilan preman datang menghampirinya.


"Hei,apakah kau menjual dimsum?" tanya salah satu pria tersebut.


Velyn langsung berhenti dan menoleh kearah mereka. "Iya,tapi maaf aku sudah tutup." jawab Velyn memberitahu.


"Oh,kalau begitu berikan uang hasil dagangan mu." ujar pria itu yang mulai meminta uang pada Velyn.


Velyn pun seketika mengernyitkan alisnya keatas dengan melihat kedua pria itu aneh.


"Uang?Untuk apa?" tanya Velyn lebih dulu.


"Karena ini adalah wilayah kami,jadi kau harus memberikan semua hasil dagangan mu.Paham." jawab pria itu menjelaskan.


"Maaf,aku tidak tahu jika ini wilayah kalian.Karena lapak ini sudah ku sewa dari pemiliknya langsung.Jadi bagaimana mungkin kalian mengaku jika ini wilayah kalian." ujar Velyn yang tidak percaya begitu saja.

__ADS_1


"Cerewet.!!Cepat berikan saja uang mu atau kami akan menghancurkan semua dagangan mu.!!" sentak pria itu mulai emosi karena Velyn enggan memberikan uang.


"Tidak,atas dasar apa kalian memaksa minta uang padaku?Apa kalian sedang mencoba memerasku?Ini sudah tindak pidana jika kalian berusaha memerasku." ujar Velyn menolak dengan lantangnya.


"Sialan.!!Kau ingin menantang kami,Hah??" bentak pria itu langsung memukul meja tepat dihadapannya.


Brak..


Membuat Velyn pun seketika terkejut.


"Cepat ambil uangnya dan kita hancurkan outletnya." ujar pria itu pada temannya.Sang teman pun mengangguk dan langsung mencoba akan mengambil uang dari tas yang menggantung tepat di pinggang Velyn.


Sementara pria itu berperan akan mengobrak ngabrik dan menghancurkan outlet milik Velyn.


Velyn seketika panik melihat tindakan kedua pria tersebut.


"Hei,apa yang kalian lakukan.!!Pergi dari sini,atau aku akan berteriak.!!Tolong .!!Tolong..!!!" teriak Velyn meminta tolong pada warga sekitar.


"Berisik sekali kau gadis sialan.!!" sentak pria itu langsung menarik tas pinggang Velyn hingga terlepas dan menampar wajah Velyn hingga terjatuh.Sedangkan temannya masih terus menghancurkan seluruh barang dagangan milik Velyn tanpa tersisa sedikit pun.


Buk..


"Ayo,kita pergi." ujar pria itu mengajak sang teman pergi dan meninggalkan Velyn begitu saja.Dengan kondisi Velyn yang sedikit terluka.


Velyn yang tidak mempedulikan kondisinya segera bangkit dan melihat keadaan outletnya yang sudah dalam keadaan hancur berantakan.


Velyn hanya bisa menangis tersedu melihat outletnya yang sudah hancur dan bahkan seluruh uang hasil dagangannya juga telah diambil oleh kedua pria tersebut.


"Huaa..Hiks..Kenapa hidup ku jadi seperti ini Tuhan..Hiks." Isak Velyn yang masih menangis tersedu-sedu.


Akhirnya Velyn pun pulang dengan tangan kosong dan membiarkan outletnya begitu saja,dengan kondisi yang sudah hancur berantakan.


...****************...


"Apa kata mu?Ada 2 orang pria asing menghancurkan outlet Velyn?" seru Arsen yang kaget saat mendengar informasi dari Jeremy.


Yang ternyata Arsen sengaja memerintahkan Jeremy untuk mengawasi setiap pergerakan Velyn dari kejauhan.Dan itu pun tanpa sepengetahuan Velyn sendiri.


"Benar tuan." jawab Jeremy sambil mengangguk.


"Lalu apa kau membiarkan kedua pria itu menganggu Velyn?" tanya Arsen semakin penasaran.

__ADS_1


"Maaf tuan,saya tidak bisa menolong nona Velyn.Karena tuan hanya memerintahkan saya untuk mengawasinya dari kejauhan." jelas Jeremy mengingatkan Arsen akan perintahnya sebelumnya.


"CK..Tapi kau tidak harus diam saja jika mereka menganggu Velyn.Apa mereka melukainya?"


"Salah 1 dari mereka hanya menampar nona Velyn hingga terjatuh tuan."


"Bodoh.!!Dan kau masih memilih diam saja.!?"sentak Arsen mulai kesal.


"Maaf tuan." jawab Jeremy dengan menundukkan kepalanya.


"Cari tahu siapa mereka,besok kau sudah harus memberitahu ku.Paham.!!" tukas Arsen memberi peringatan pada Jeremy.


"Baik tuan.Kalau begitu saya permisi." jawab Jeremy kembali menunduk dan langsung pergi meninggalkan Arsen.


Sementara Arsen kini terlihat panik dan khawatir setelah mengetahui keadaan Velyn.


"Apa yang harus kulakukan sekarang??Bodohnya aku tidak bisa melindungi dia.!" pekiknya dengan kesal dan menyalahkan dirinya.


...****************...


Tiba dirumah,Velyn langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.Dia pun tidak bersemangat untuk membersihkan tubuh dan berganti baju.Hati nya masih begitu sedih setelah melewati hari yang begitu berat untuknya.Ia tidak mengira jika hari itu adalah hari yang terburuk untuknya.Kini ia bingung bagaimana ia akan berjualan lagi.Melihat kondisinya outletnya yang sudah rusak parah.Dan modal untuk berjualan pun sudah tidak cukup.Karena seluruh tabungannya pun sudah ia pakai untuk modal dan sewa lapak.


Tanpa sadar air matanya pun mengalir membasahi pipi hingga ke kasurnya.Cobaan yang begitu berat membuat perasaannya begitu sedih dan kalut.Tidak ada yang bisa ia perbuat saat ini selain hanya bisa bersabar dan tetap kuat menjalaninya.


...****************...


Pagi-pagi sekali Jeremy menemui Arsen yang masih tertidur.Disaat Arsen tengah tidur nyenyak,ia langsung tersentak kaget saat melihat Jeremy sudah berdiri tepat disamping sisi ranjangnya yang besar.


"Sedang apa kau disitu?" tegur Arsen langsung kesal.Karena Jeremy sudah lancang masuk ke kamarnya begitu saja.


"Maaf tuan,jika saya menganggu tidur anda.Ada sesuatu yang ingin saya beritahu anda sekarang " ucap Jeremy dengan kepala menunduk.


"CK..Tapi kau tidak harus langsung masuk ke kamar ku.!!Keluar lah,tunggu aku diluar !" sentak Arsen kembali kesal dan mengusir Jeremy untuk keluar dari kamarnya.


"Baik tuan." jawab Jeremy mengangguk dan langsung pergi meninggalkan kamar Arsen.


Sedangkan Arsen justru menatap aneh dengan sikap Jeremy yang dianggapnya tidak sopan.


"Apa dia sudah gila?Dia pikir bisa masuk seenaknya ke kamar ku." gerutunya langsung bangun dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Dan Jeremy pun menunggu kedatangan Arsen di ruang makan.Karena ia tahu Arsen pasti akan langsung ke ruang makan untuk sarapan.

__ADS_1


__ADS_2