
Setelah Jeremy memberitahukan dan menunjukkan sesuatu pada Lewis.Lewis pun memerintahkan sang sekretaris untuk memanggil Claudia dan menemuinya.
Claudia seketika bersemangat dan senang,saat sang CEO ingin menemuinya.Sebelum menemuinya,Claudia lebih dulu bersiap-siap.Dengan merapikan kemeja berwarna pink muda dan memoles wajahnya kembali dengan bedak dan lipstik dengan warna merah nude.
Sesaat teman yang berada disebelahnya pun langsung menoleh heran saat melihat Claudia tengah bersiap-siap.
"Hei,kau hanya dipanggil CEO bukan menemui presiden.Cara mu berlebihan sekali." sahut temannya langsung menyindir pada Claudia.
Claudia pun seketika melirik sinis. "Bukan urusan mu,bilang saja kau sirik karena kau tidak secantik diri ku 'kan?" jawab Claudia nada sombong.
Temannya pun hanya mendengus sambil menyunggingkan bibirnya keatas. "Kalau pun aku ingin cantik,yang jelas aku tidak ingin cantik seperti diri mu.Percaya diri sekali." sindirnya lagi dengan kata pedas.
Claudia seketika menatap tajam. "Heuh..Mulut sampah." balasnya langsung pergi.
Claudia pun bergegas menemui Lewis sang CEO yang berada di ruangannya.Dnegan rasa percaya dirinya,Claudia mengetuk pintu dan langsung masuk ke dalam ruangan Lewis.
Terlihat Lewis sudah menunggu kedatangan Claudia.Namun,kini bukan tatapan yang ramah yang biasa ia tunjukkan pada Claudia.Melainkan tatapan dingin yang begitu menusuk ke arah Claudia.
"Nona Claudia,sudah berapa kali aku memperingati mu untuk tidak bersikap arogan dengan staff disini?" tanya Lewis dengan nada serius.
"Euh,maksud anda tuan?" tanya Claudia yang seakan bingung.
"Apa kau tahu,kenapa Velyn tidak masuk hari ini?" tanya Lewis yang langsung menyinggung Velyn.
Sesaat membuat Claudia gugup dan sedikit panik.
"Sa..Saya tidak tahu tuan." jawab Claudia dengan ekspresi yang gugup.
"Apa kau yakin?" tanya Lewis lagi memastikan.
"I..Iya tuan." jawab Claudia lagi.
"Lalu,bagaimana kau akan menjelaskan ini?" tanya Lewis langsung menunjukkan sebuah foto pada Claudia.
Claudia pun langsung mengambil dan melihatnya.Sontak membuatnya kaget dan panik.Tak mengetahui jika seseorang telah mengambil gambar dirinya saat akan meninggalkan toilet.Setelah ia mengunci Velyn didalam toilet.
"I..Ini kenapa bisa ada pada tuan?Saya tidak tahu,apa maksudnya ini tuan." tanya Claudia yang seolah tidak tahu dan tidak mengakui perbuatannya.
__ADS_1
"Aku tak menyangka dengan bukti ini saja,kau masih saja tidak mengaku.Dan merasa tidak mengerti apa maksudnya ini?" ujar Lewis sambil menggelengkan kepalanya.
"Maaf tuan,tapi saya benar-benar tidak tahu apa maksud dengan foto saya ini."jawab Claudia.
...****************...
Velyn masih terlihat syok saat Arsen tengah berlutut dihadapannya sambil mengarahkan cincin tersebut kearahnya Dengan tujuan ingin melamar dirinya.
"Tu..Tuan tolong jangan bercanda." ujar Velyn yang seakan tak percaya dengan yang dilakukan Arsen.
"Ayo lah Velyn,kenapa hal serius ini masih kau anggap aku bercanda?Aku tidak sedang membuat lelucon pada Velyn.Tolong terima aku Velyn,apa kau ingin aku berlutut seperti ini terus?" ujar Arsen yang berusaha meyakinkan Velyn dan masih menunggu jawabannya.
"Tapi,tapi ini terlalu berlebihan tuan." jawab Velyn yang masih belum memberikan jawaban.
"Kenapa kau anggap ini berlebihan?Tidak ada yang salah dengan yang ku lakukan.Aku seorang pria yang ingin melamar mu sebagai wanita.Kecuali aku melamar seorang pria kau boleh bilang ini berlebihan bahkan aneh." ujar Arsen yang tidak menyerah begitu saja.
Seketika membuat Velyn memandang Arsen dengan aneh.
Dia ini bicara apa sih? batin Velyn dalam hatinya.
"A..Aku belum bisa menjawabnya sekarang." jawab Velyn.
...****************...
Claudia masih terlihat tetap tidak mengakui perbuatannya.Dna menganggap dirinya tidak tahu apa-apa dengan fotonya tersebut.
Claudia memang tidak mengetahui jika Jeremy dengan sigapnya diam-diam langsung mengambil gambar Claudia melalui ponselnya.Dengan bertujuan untuk dijadikan sebagai bukti atas perbuatannya yang sudah mengunci Velyn di dalam toilet.
"Jadi kau masih belum ingin mengakui nya,nona Claudia?" tanya Lewis mengulang kembali pertanyaannya dengan sabar.
"Maaf tuan,saya memang tidak tahu."jawab Claudia sambil menggelengkan kepalanya.
"Bahkan insiden yang terjadi pada Velyn yang terkunci dari luar pintu toilet,kau tetap tidak mengakuinya?" tanya Lewis lagi.
"Tidak tuan,saya tidak tahu soal itu." jawab Claudia yang terus mengelak.
Lewis pun seketika tersenyum. "Kalau begitu segera kemasi semua barang-barang mu dan angkat kaki dari kantor ku.Karena mulai hari ini kau ku pecat." ucap Lewis dengan tegas.
__ADS_1
Claudia pun langsung membulatkan kedua matanya,karena terkejut.
"A..Apa??Saya dipecat??Tapi kenapa tuan?" tanya Claudia yang terkejut.
"Karena aku tidak butuh staff yang tidak jujur dan selalu menindas siapa pun di kantor ku.Dan itu sudah berulangkali aku mengingatkan mu.Jadi segera tinggalkan perusahaan ini,kalau kau ingin dipecat secara terhormat." jelas Lewis masih dengan nada tegas.
"Ta..Tapi tuan,saya benar-benar tidak tahu soal gadis itu.Bukan perbuatan saya,saya bersumpah tuan." tukas Claudia yang kini mulai merengek memohon pada Lewis.
"Cukup Claudia,aku tidak mau kau bicara apa pun lagi.Kau masih saja berusaha menutupi perbuatan kotor mu dan ingin membuatku percaya?Jangan menganggap ku seperti orang bodoh.!!Sekarang keluar dari ruangan ku,aku tidak mau melihat mu lagi.!" hardik Lewis langsung mengusir Claudia keluar dari ruangannya.
Claudia pun tak berkutik dan hanya bisa menuruti perintah Lewis yang langsung keluar dari ruangannya.
Berbagai cara ia meyakinkan dan menutupi ulahnya pada Velyn.Ternyata tak membuat Lewis mempercayainya.Dan sekarang ia hanya bisa menerima resiko dipecat.Setelah sekian tahun ia bekerja dan menduduki posisi yang cukup tinggi.Akhirnya hilang begitu saja karena ulahnya.
...****************...
"Jadi kapan kau akan menjawabnya Velyn?" tanya Arsen yang masih berlutut dihadapan Velyn.Walaupun kakinya kini mulai keram dan seakan mati rasa.Namun,tak membuat Arsen menyerah begitu saja.Demi gadis yang sangat dicintainya.Ia tetap memaksakan dirinya berlutut.Sampai Velyn menerima lamarannya.
"A..Aku tidak tahu tuan.Bukankah aku sudah pernah bilang,aku tidak pernah memikirkan untuk menikah lebih cepat.Terlebih umurku juga masih sangat muda."jelas Velyn panjang lebar.
"Kalau begitu kita bertunangan saja.Dengan begitu hubungan kita akan resmi dan tinggal menunggu sampai kau siap untuk menikah." ujar Arsen memberi saran pada Velyn.
Velyn pun langsung melirik aneh ke arah Arsen.
Karena Velyn masih belum menerima cincin ditangannya.Arsen pun langsung menarik tangan Velyn dan melingkarkan cincin tersebut ke arah jari manis Velyn.
Membuat Velyn pun kaget dengan tindakan Arsen yang begitu memaksa ingin memasangkan cincin tersebut ke jari manisnya.Namun,Velyn pun justru membiarkannya tanpa berkata apa pun lagi.
...****************...
Visual Arsen lagi yak..😁😁
Visual Alethea
__ADS_1
Visual Jeremy