
"Baik lah,karena ini sudah malam.Sepertinya aku harus pulang." ujar Lewis sembari bangkit dari kursinya.
Arsen pun langsung terlihat senang,saat mendengar Lewis akan bersiap pulang.
"Oh,iya.Terima kasih sekali lagi karena tuan sudah menyempatkan waktu untuk datang ke rumah saya."ucap Velyn yang akan mengantar Lewis ke arah pintu.
"Yah,semoga kondisi mu semakin membaik dan sehat.Jadi kau bisa kembali lagi bekerja.Tapi juga jangan terlalu dipaksakan." ucap Lewis sebelum berpamitan.
"Kata siapa dia akan kembali bekerja di perusahaan mu?" sahut Arsen yang langsung merangkul bahu Velyn.
Seketika membuat Velyn dan Lewis menatap Arsen.
"Maksud mu?" tanya Lewis tidak mengerti.
"Mulai sekarang,dia tidak akan ku ijinkan lagi untuk bekerja dimana pun.Termasuk di kantor anda.Jadi dia tidak akan lagi bekerja dengan mu tuan Lewis." jelas Arsen.
Velyn langsung kaget dan melepaskan tangan Arsen dari bahunya.
"Jangan bicara sembarangan tuan,kata siapa aku akan mengundurkan diri?Maaf tuan Lewis,jangan dengarkan dia.Jika saya sudah pulih,saya akan kembali bekerja.Terima kasih untuk pengertian anda dan perhatian anda." tukas Velyn langsung menyela dan menepis semua perkataan Arsen pada Lewis.
Lewis hanya bisa tersenyum dan akhirnya pulang meninggalkan rumah Velyn.
Setelah Lewis pulang,Velyn langsung menatap ketus ke arah Arsen.
Arsen justru berlagak tidak tahu apa-apa,walaupun ia tahu dengan tatapan tidak senang Velyn padanya.
"Tolong tuan jangan seenaknya bicara didepan atasan ku.Atas dasar apa tuan tiba-tiba memutuskan jika aku tidak akan bekerja lagi dengannya?Memangnya tuan pikir mencari pekerjaan itu mudah?" protes Velyn sambil mendengus.
"Karena aku memang tidak mau kau bekerja lagi?Kita sudah bertunangan,artinya kau hanya cukup berada di sampingku sampai kita menikah." jelas Arsen.
"Aku tidak mau,aku tetap ingin bekerja.Aku tidak mau dipandang sebagai gadis yang hanya memanfaatkan posisi mu tuan.Aku ini gadis yang ingin berusaha dengan kemampuan ku sendiri bukan dari mu." jawab Velyn menolak keputusan Arsen.
"Baik,aku akan mengijinkan mu tetap bekerja.Tapi hanya sebulan."
__ADS_1
Velyn pun mengernyitkan alisnya keatas.
"Tidak,yang memutuskan kapan aku akan berhenti hanya aku sendiri tuan." jawab Velyn tetap menolak keputusan Arsen sembari berjalan ke arah kamar.Arsen pun tak menanggapi dan hanya mengikuti Velyn berjalan ke arah kamarnya.
Velyn sesaat berhenti dan menoleh ke arah Arsen. "Kenapa tuan mengikuti ku?" tanya Velyn.
"Kau ingin tidur 'kan?" tanya Arsen.
"Iya " jawabnya singkat.
"Kalau begitu aku juga ingin tidur." ujar Arsen.
"Tunggu,maksud tuan ingin tidur di kamar ku?Bersama ku?" tanya Velyn memastikannya dulu.
Arsen dengan percaya dirinya langsung mengangguk.
"Hahaha..Tuan bercanda??Mimpi saja." tukas Velyn langsung memasuki kamarnya dan menutupnya.Tanpa mengijinkan Arsen untuk masuk kedalam kamarnya.
"Hei..Kenapa kau tidak mengijinkan aku tidur di kamar mu?Lalu aku harus tidur dimana?"tanya Arsen sambil mengetuk pintu kamar Velyn.
"Anda harus tidur di ruangan." jawab Velyn dari dalam kamarnya.
"Hah??Apa kau bercanda?Bagaimana bisa kau membiarkan ku tidur di ruangan?Disini tidak ada kasur bahkan pendingin udara juga tidak ada?" ujar Arsen yang menolak disuruh tidur di ruangan oleh Velyn.
"Resiko mu tuan,kenapa anda memaksa ingin menginap di rumah ku.Anda juga tidak mungkin mau tidur di kamar bekas kakak ku,'kan?.Sudah lah,terima saja kondisinya.Belajar menerima keadaan apa adanya tuan." sahut Velyn yang secara tidak langsung menyindir Arsen.
Arsen pun langsung terdiam dan saat melirik ke arah kamar yang tempatnya tepat di depan kamar Velyn.Kamar tersebut pun tertulis jelas nama Samuel.Yang ternyata Velyn belum sempat untuk melepaskan nama tersebut di pintunya.
Samuel pun mencoba berjalan ke arah kamar tersebut.Sesaat ia melirik ke arah kamar Velyn yang tidak bersuara lagi.Yang mungkin dia anggap Velyn sudah tidur.
Merasa ia penasaran,ia pun mencoba membuka pintu kamar tersebut.Dan terlihat suasana kamar yang gelap dan sunyi.Dan terlihat hanya barang-barang milik Samuel yang masih tersimpan rapi dikamar tersebut.
Tanpa sengaja ia pun melihat sebuah bingkai foto yang terlihat jelas Samuel sedang merangkul Velyn dengan begitu dekat.Velyn yang berada didalam foto itu pun tampak begitu dekat dan bahagia.Karena mungkin saat itu dia belum mengetahui jika Samuel ternyata memiliki maksud lain.
__ADS_1
Arsen pun langsung membuang foto tersebut ke dalam tempat sampah.Seakan dia tidak ingin melihat foto tersebut.
Setelah melihat seluruh isi dalam kamar Samuel,Arsen pun keluar kamar.Dan berniat akan beristirahat di ruang tamu.Sesaat ia pun hanya melihat sofa dan meja yang pada umumnya berada diruang tamu.
Ia pun langsung menarik nafas panjang.Tak mengira jika dirinya akan bermalam dan beristirahat diatas sofa tersebut.Yang sebenarnya tidak pernah ia tidur di tempat seperti itu.
...****************...
Keesokan harinya..
Arsen langsung terbangun,kala melihat sinar cahaya pagi yang memasuki ruang tamu Velyn dari jendela.Pandangannya pun masih begitu samar,karena keadaannya yang baru saja bangun dan masih mengantuk.
Beberapa saat,Velyn pun datang menghampirinya.
"Selamat pagi tuan.Bagaimama tidur anda?Apakah nyenyak?" sapa Velyn sembari meletakkan teh hangat dan sepotong roti diatas meja.
"Tidur ku sangat buruk,sama sekali tidak nyenyak.Karena sofa mu sangat tidak nyaman.Membuat seluruh tubuh ku jadi sakit." keluh Arsen sambil menepuk-nepuk bahunya.
Velyn pun hanya bisa tersenyum lucu melihat tingkah Arsen yang tak biasanya.
"Makanya jika anda ingin bermalam di rumah ku,sebaiknya anda pikirkan lebih dulu.Setidaknya persiapkan diri anda.Karena disini bukan seperti di rumah mu yang megah tuan." kata Velyn yang kembali menyindir Arsen.
Arsen pun langsung menatap datar ke arah Velyn.
Dan tanpa diduga,Arsen langsung menarik tubuh Velyn dan masuk kedalam dekapannya.Arsen pun memeluk erat tubuh Velyn dan merasakan aroma tubuh Velyn yang begitu wangi.Karena ia tahu Velyn sudah membersihkan tubuhnya dan memakai parfum kesukaannya.
Tapi Velyn justru merasa terkejut dengan tindakan Arsen yang tiba-tiba.Dan ia pun mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Arsen.Namun Arsen semakin memeluk tubuh Velyn.
"Hei..Tuan,lepaskan aku.Kenapa anda selalu begini?" tukas Velyn yang terus melepaskan dirinya.
"Diam lah,ini hanya sebentar.Setidaknya memeluk mu seperti ini bisa menghilangkan rasa pegal ditubuh ku karena tidurku yang tidak nyenyak semalaman." ungkap Arsen dengan nada pelan.
Velyn pun akhirnya hanya bisa diam dan membiarkan Arsen memeluk tubuhnya.Ia pun sebenarnya merasa cukup tidak enak.Karena membiarkan Arsen tidur di ruangan tanpa kasur.Tapi,ia pun juga tidak bisa membiarkan Arsen tidur sekamar dengannya tanpa ikatan apa pun.
__ADS_1