Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 82


__ADS_3

Di Suatu tempat..


Alethea pun dibawa ke suatu tempat yang sangat asing.Ia tidak tahu dimana,tapi ia juga tidak bisa pergi kemana pun.Menyadari kondisinya yang masih lumpuh dan belum bisa berjalan.


Alethea tampak bingung melihat tempat yang tidak pernah ia datangi.Tempat dengan kondisi yang kotor dan penuh barang yang tak terpakai.Seperti tempat gudang yang sudah lama tidak dihuni.


"Keluarkan aku dari sini??Kenapa kalian membawa ku kesini??Siapa kalian??!!" teriak Alethea sekencang mungkin pada orang-orang yang telah membawanya.


Namun,mereka hanya mendengar tapi tidak menanggapi sedikit pun teriakan Alethea.


"Hei..Kenapa kalian diam saja?Siapa kalian sebenarnya??Apa mau kalian??" teriak Alethea lagi dengan penuh emosi.


"Kenapa kau harus berteriak??Mereka tidak akan sedikit pun menanggapi teriakan mu Alethea." sahut seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri Alethea.


Sontak membuat Alethea syok dan terkejut.Saat melihat sosok seseorang yang datang menghampirinya,ternyata adalah Arsen sendiri.


"Arsen." seru Alethea.


"Kenapa?Apakah kau terkejut?" tanya Arsen dengan santai dan tenang sembari duduk dihadapan Alethea.


"Kenapa kau membawa ku kesini?Apa mau mu?" tanya Alethea dengan nada marah.


"Seharusnya aku lah yang bertanya,apa mau mu lagi?Sampai kau berani mengusik gadis ku?Apa kau sudah bosan hidup di luar?Dan kau ingin hidup dalam penjara?" tanya Arsen.


"Dia pantas mendapatkannya.Jika kau menuruti kemauan ku,aku tidak akan menyingkirkan gadis itu dari hidup mu.!" jawab Alethea dengan nada lantang.


"Jadi,kau siap akan menanggung semua perbuatan mu?"


"Kau tidak akan bisa melakukan apa pun pada ku Arsen.Kau pikir bisa menyingkirkan ku hanya dengan ancaman sampah mu itu.!" hardik Alethea tanpa rasa takut dan semakin ingin menantang Arsen.


Arsen pun hanya tersenyum miring.

__ADS_1


"Baik lah,kurasa hati dan pikiran mu lagi seperti manusia.Daripada aku harus mengotori tangan ku pada manusia iblis seperti mu.Lebih baik kita akhiri saja dengan kau berakhir disana."


"Bawa dia dan pastikan dia tidak akan pernah keluar dari tempat itu.Dan bekukan semua yang berkaitan dengan uangnya.Bereskan semuanya yang berkaitan dengan dirinya." tukas Arsen memberi perintah pada Jeremy.Dan ia pun seraya pergi meninggalkan Alethea bersama Jeremy dan para pengawalnya.


Dengan cepat Jeremy langsung mengangguk menuruti perintah Arsen. "Baik tuan." jawab Jeremy.


"Keluarkan aku dari sini Arsen.!!Kau tidak bisa melakukan ini padaku.!!Arsen..!!Arsen.!" teriak Alethea yang histeris.


Namun Arsen tak memperdulikan teriakan Alethea.Karena tujuannya memang ingin membuat Alethea membayar semua atas perbuatannya yang telah mencelakai Velyn.


...****************...


Arsen pun kembali ke rumah sakit dan menemani Velyn yang masih dalam keadaan belum sadar.


Saat melihat keadaan Velyn yang masih terbaring,Arsen menarik nafas dengan berat.Ia seakan tidak sanggup melihat gadis yang dicintainya harus menerima kondisi seperti itu akibat ulah Alethea.


Hatinya begitu hancur karena tidak bisa berbuat apa pun selain menunggu Velyn untuk sadar.Arsen mencoba duduk disamping Velyn dan menggenggam tangannya.


Entah berapa kali ia memohon pada Velyn agar membuka matanya.Ia terus mengatakan sesuatu yang mungkin akan membuat Velyn mendengarnya.Walau pun ia tidak tahu kapan Velyn akan sadar dan membuka matanya.Arsen juga tak mau menyerah begitu saja dan terus bersabar menemani Velyn.


"Aku janji,jika kau sadar apa pun akan ku lakukan.Aku akan menuruti semua keinginan mu,asal kau sadar dan jangan seperti ini terus.Tolong bangun Velyn,aku tidak bisa melihat mu seperti ini terus." ungkap Arsen dengan perasaannya yang sedih.Dengan kepala menunduk dan tetap menggenggam tangan Arsen.Tak kuasa menahan kesedihannya,air mata punya menetes yang tepat membasahi punggung tangan Arsen.


Untuk pertama kalinya,Arsen harus meneteskan air matanya karena tidak bisa membendung perasaannya yang sebenarnya sudah sangat hancur.


Dan beberapa saat,tanpa Arsen sadari Velyn sudah membuka matanya dan mendengar semua ucapan Arsen.


"Apa anda serius tuan?" sahut Velyn dengan nada pelan dan lemah sambil menoleh ke arah Arsen.


Seketika membuat Arsen terkejut dan mengangkat kepalanya menoleh ke arah Velyn.


"Velyn,kau sudah sadar?Apa kau benar sudah sadar??" tanya Arsen langsung panik dan memastikan jika suara yang ia dengar benar-benar suara Velyn.

__ADS_1


Velyn pun mengangguk pelan sambil tersenyum.Tanpa pikir panjang Arsen langsung memeluk tubuh mungil Velyn dengan sangat erat.Ia seakan tak percaya jika semua yang sudah ia ungkapkan ternyata membuat Velyn seketika sadar dan bangun dari tidur panjangnya.


Perasaannya bercampur haru dan bahagia,kala gadis yang sangat dicintainya selama ini akhirnya terbangun dan sadar.Arsen tak dapat berkata apa pun lagi,hanya bisa bersyukur jika harapannya selama ini akhirnya terjawab.


"Terima kasih Velyn,terima kasih.Akhirnya kau sadar juga.Kau hampir membuatku putus asa jika kau tidak sadar juga." ungkap Arsen mengutarakan perasaannya.


Velyn masih hanya bisa tersenyum dan tak berkata apa pun.Karena kondisinya yang masih lemah,ia cuma bisa menunjukkan senyum syukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup.


...****************...


2 minggu kemudian..


Karena kondisi Velyn sudah menunjukkan kemajuan dan hampir seluruhnya pulih.Akhienya Velyn pun diperkenankan untuk pulang.


Kali ini Arsen tak membawa Velyn pulang ke rumah Velyn sendiri,melainkan kediamannya.Karena ia tidak akan membiarkan Velyn lagi tinggal sendirian di rumah itu.


Dengan membawa pulang kerumahnya,Arsen akan lebih tenang dan dapat kapan saja memperhatikan Velyn.Terlebih keadaannya yang ia anggap masih belum begitu pulih.


"Kenapa tuan membawa ku pulang kesini?" tanya Velyn dengan nada pelan dan bingung.


"Supaya aku bisa menjaga mu disini dan tidak akan ku biarkan lagi kau sendirian.Anggap saja ini sebagai rasa bersalah ku karena aku telah gagal melindungi mu." jawab Arsen menjelaskan.


"Tapi aku sudah lebih baik tuan.Aku sudah tidak apa-apa." ujar Velyn.


"Yah,tapi itu tetap tidak membuatku tenang.Dengarkan saja semua kata-kata ku.Karena yang kulakukan ini semua demi untuk mu.Demi menebus rasa bersalah ku." ucap Arsen.


Velyn pun mengangguk pelan sambil tersenyum.Dan Arsen langsung mendekap tubuh Velyn.


"Maaf kan aku jika aku sudah gagal melindungi mu.Kali ini aku janji tidak akan ada satu pun orang yang akan melukai mu.Aku akan pertaruhkan seluruh nyawa ku demi mu Velyn." ungkap Arsen lagi.


Velyn pun kembali tersenyum dan tanpa diduga Velyn melingkarkan tangannya ke pinggang Arsen.Seakan ia ingin membalas pelukan Arsen.Arsen yang menyadari semakin mendekapnya.Ia begitu senang karena artinya Velyn sudah mulai menerima dirinya.

__ADS_1


__ADS_2