Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 112


__ADS_3

Sejak perdebatan semalam,kini Zia dan Zevana tidak saling bicara.Zia pun jadi merasa kesal dengan sikap Zevana yang sama sekali tidak menghormati dan menghargai diri nya sebagai kakak.Zia pun jika tidak mengetahui jika sikap Zevana mulai berubah karena Shane.


Ia yang begitu menyukai Shane,merasa iri karena Shane lebih tertarik pada Zia dibandingkan dirinya.Sedangkan Zia sebagai sang kakak tidak mau membantu dirinya untuk bisa dekat dengan Shane agar bisa menjadi kekasihnya.


Zevana pun mulai sulit diatur dan terkadang tidak pernah pulang.Sebab dia mulai menunjukkan jika dirinya tidak mau diatur.


Hingga suatu ketika,saat hari sudah tengah malam.Dimana Zia sedang menunggu Zevana yang masih juga belum pulang.Tiba-tiba dikejutkan dengan Zevana yang pulang sudah dalam keadaan mabuk berat.Dan bahkan Zevana diantar oleh seorang pria dewasa yang usianya sekitar 35tahunan.


"Zevana,ada apa dengan mu?Kenapa keadaan mu seperti ini?"tanya Zia langsung panik melihat kondisi Zevana.


Karena masih dalam keadaan mabuk,Zevana pun hanya tersenyum sambil tertawa.


"Hahaha..Kau norak sekali Zia..!!Kau memang gadis kampungan..Haha." sahut Zevana dengan nada yang mabuk.


Zia pun hanya bisa menahan kesabaran dan tak ingin memarahi Zevana.Sebab dia tahu dengan keadaannya yang mabuk berat.Tidak akan membuat Zevana mendengar semua apa pun yang dikatakannya.


Zia pun akhirnya membawa Zevana ke kamar untuk beristirahat.


*


*


Keesokan harinya..


Zevana pun terbangun dengan kondisi kepala yang sedikit pusing dan tubuh yang lemas.Sesaat ia melirik arah jam yang ada diatas mejanya.Yang menunjukkan sudah pukul 10 pagi.


Dengan berat ia pun membangunkan tubuhnya dan beranjak bangkit dari kasurnya.Ia pun langsung keluar dari kamar dan menuju meja makan untuk mengambil air minum.


Dan Zia pun juga keluar kamar sekaligus menghampiri Zevana.


"Jam segini kamu baru bangun?" tanya Zia sambil sesaat melirik jam dinding.


Zevana dengan malasnya hanya melirik dan tak menanggapi pertanyaan Zia.Setelah minum,ia pun berniat akan kembali ke kamar.Tapi Zia justru langsung menarik lengan Zevana ke arahnya.

__ADS_1


"Jawab pertanyaan ku Zeva.Kenapa semalam kamu pulang dalam keadaan mabuk??Apa yang sudah kamu lakukan diluar sana??" tanya Zia mengulang kembali pertanyaannya.


Zevana pun langsung menatap tajam ke arah Zia."Bukan urusan mu.!!!Mulai sekarang kau tidak perlu mencampuri semua urusan ku.Urus saja urusan mu dan kita hidup secara masing-masing.Karena aku sudah muak memiliki kakak tidak berguna seperti mu.!!" jawab Zeva dengan nada lantang.


Plak..


Zia secara reflek pun langsung menampar wajah Zevana.Membuat Zevana langsung membelalakkan kedua matanya.


"Apa kau sudah gila??Beraninya kau menamparku.!!" sentak Zevana seketika emosi.


Zia pun langsung tersadar dengan tindakannya." Maaf Zeva,aku tidak sengaja.Aku tidak bermaksud melakukannya." ujar Zia mencoba menjelaskan.


"Argghhh..!!Aku sangat muak padamu.!!" teriak Zevana langsung mendorong Zia hingga terjatuh.


"Mulai hari ini aku akan angkat dari rumah ini.Aku tidak mau lagi hidup dengan mu.!!Perempuan bodoh.!!" teriak Zevana lagi langsung pergi ke kamar.


Zia pun sesaat bangkit dengan sedikit kesakitan.Karena dorongan Zevana membuatnya langsung jatuh tersungkur.Ia pun seketika merasa bersalah atas tindakan refleknya.Sebab ia benar-benar tidak bermaksud menampar wajah Zevana.


Tidak berapa lama,Zevana pun langsung keluar dengan membawa tas besar yang berisi seluruh pakaiannya.Membuat Zia pun langsung panik.


"Kau mau pergi kemana Zeva?Kenapa membawa tas besar?" tanya Zia.


"Minggir.!!Aku akan pergi dari rumah ini.Aku tidak akan menginjakkan kaki ku di rumah ini lagi.Karena aku sudah tidak akan menganggap mu sebagai kakak ku lagi.!!" ucap Zeva dengan nada tegas.


Zia pun langsung menahan Zevana agar tidak pergi.


"Tolong jangan seperti ini Zeva.Bagaimana bisa kamu hidup diluar dengan posisi mu yang masih sekolah.!Jangan bertindak ceroboh .!" hardik Zia mengingatkan Zevana agar tidak bertindak semaunya.


"Sudah kubilang,itu bukan urusan mu.!!Kau pikir aku tidak bisa hidup tanpa mu??Akan ku buktikan kalau aku bisa hidup lebih enak tanpa mu.!! Minggir.!" sentak Zevana kembali mendorong Zia dari hadapannya yang menghalangi dirinya akan pergi.


Zia pun tak bisa menahan Zevana untuk tidak pergi.Yang akhirnya membiarkan Zevana pergi begitu saja.Karena sekeras apa pun dia menasehatinya.Zevana juga tidak akan mendengarkannya.Terlebih dengan perasaannya yang masih emosi.


Setelah beberapa saat Zevana pergi,Zia pun kedatangan seseorang yang langsung membuatnya kaget.

__ADS_1


"Hai..Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu." sapa Shane yang ternyata datang tanpa sepengetahuannya.


"Anda..Kenapa datang kesini?" tanya Zia yang dengan reaksi syok.Sebab Zia memang sudah cukup lama tidak bertemu dengan Shane.Dan berharap tidak ingin bertemu dengannya lagi.


"Aku mencari mu di kantin,tapi ternyata kau sudah berhenti bekerja.Jadi aku terpaksa datang ke rumah mu." jelas Shane panjang lebar.


"Oh..Jadi apa tujuan anda kesini?Jika tidak ada hal penting,sebaiknya lain kali saja anda datang lagi kesini." ujar Zia yang secara tidak langsung mengusir Shane untuk pergi.


"Hei..Kenapa sikap mu jadi seperti ini?Apa kau benar-benar membenci ku?Kau sampai menghindari ku?" tanya Shane ingin tahu.


"Tidak,bukankah aku sudah pernah bilang pada anda.Untuk tidak terlalu sering bertemu?Jadi aku rasa anda pasti sudah mengerti." ucap Zia mengungkit kembali kata-katanya.


"Tapi aku kesini justru ada hal penting yang ingin ku sampaikan."


"Soal apa?" tanya Zia datar.


"Mereka yang sudah mem-bully mu waktu itu sudah di proses oleh hukum." ungkap Shane.


"Lalu?" tanya Zia.


"Ku minta kembali lah ke kampus.Kau sudah aman dan tidak perlu takut lagi akan mereka yang menganggu mu.Dan kali ini aku justru berjanji yang akan menjaga dan melindungi mu." ungkap Shane lagi.


Zia pun sesaat diam dan menyimak semua perkataan Shane.


"Sejujurnya aku merasa frustasi tidak bertemu dengan mu.Aku sangat ingin bertemu dengan mu tapi aku merasa khawatir jika kau merasa tidak nyaman jika melihat ku.Makanya selama aku tidak menemui mu,aku lebih dulu membereskan mereka yang sudah menganggu mu." kata Shane menceritakan semuanya pada Zia.


"Tapi maaf,sepertinya aku tidak bisa kembali bekerja di kantin itu lagi." jawab Zia.


"Kenapa?" tanya Shane ingin tahu.


"Karena aku sudah bekerja di pabrik dan terima kasih karena anda sudah membantu ku membereskan masalah dengan mereka." jawab Zia langsung berterima kasih pada Shane.


"Jadi?" tanya Shane.

__ADS_1


__ADS_2