
Angga merangkul bahu Ayu dan masuk ke dalam mall secara bersama-sama, "Papa tadi ke sini naik apa?" tanya Ayu mendongak.
"Naik mobil."
"Kok gak ada tadi?"
"Iya, sengaja parkir di lantai tiga."
"Biar apa?" tanya Ayu mengerutkan alis, "biar pacar Papa gak tau, ya?" Ayu menunjuk ke arah Angga dengan perasaan yang sebenarnya bercampur aduk. Takut jika candaannya itu benar
Tangan Angga terulur ke kepala Ayu sembari mengusap kepala anaknya yang tertutup kerudung itu, "Biar Kakak kamu gak tau," jelas Angga.
Ayu hanya mengangguk dan ber 'oh' ria, setidaknya ke khawatirannya itu tak terjadi sekarang.
Meskipun, cepat atau lambat Angga pasti akan menikah juga dengan wanita lain yang bisa merebut hatinya.
"Nak, kamu tunggu di sini dulu, ya. Papa mau ngambil uang cash sekalian ke toilet sebentar," perintah Angga menurunkan tangannya dari bahu Ayu.
"Iya, Pa. Cepat, ya," ujar Ayu.
"Iya, sebentar kok."
Ayu duduk di salah satu tempat duduk yang tersedia di depan toko, ia melihat-liat orang yang tengah lalu-lalang.
Handphone tak dirinya bawa, jadi tak bisa menunggu Angga sambil bermain handphone. Sengaja, agar Diva tak bisa menemukan keberadaannya.
Selama ini, Ayu tahu jika Diva menghidupkan GPS dari handphone Ayu ke miliknya. Itu sebabnya ke mana saja Ayu pergi maka Diva akan tahu.
Saat tengah asyik melamun dan memikirkan sesuatu hal, tiba-tiba berhenti di depan Ayu seorang anak laki-laki dengan napas terengeh-engeh.
"Kamu kenapa Dek?" tanya Ayu menatap anak itu.
"Leon lagi nyari Abang Leon," ujarnya dan langsung duduk di samping Ayu tanpa aba-aba atau permisi.
Ayu kaget melihat kelakuan anak yang mungkin berusia kisaran 5 tahun, ia menatap anak tersebut lekat.
"Kakak cantik, mau jadi pacal Leon gak?" tanya Leon begitu saja dengan tangan mengibas di wajah agar menghilangkan sensasi panas.
"Eh, buset!" kaget Ayu, "kamu tuh, ya, masih kecil juga. Kamu gak takut nih nanti kalo gak ketemu sama Kakak kamu gimana?"
"Dia pasti cali Leon Kakak cantik, mana mungkin dia belani pulang sendilian tanpa Leon," jelasnya dengan lidah cadel.
Ayu planga-plongo melihat ke arah koridor berharap segera ada orang yang mencari anak yang namanya 'Leon' ini.
__ADS_1
Karena, tak mungkin dirinya membawa anak ini nanti untuk ke salah satu restoran bersama Angga. Bisa-bisa dituduh menculik anak.
"Singa ...!" teriak seseorang.
"Nah, itu suala Abang Leon. Eh, Leon manggilnya Abang. Bukan Kakak," kritik Leon.
"Oh, iya-iya. Maaf Kakak salah," kata Ayu sambil tersenyum.
"Di dunia ini, kalo olang; cantik, ganteng dan kaya. Maka, gak akan pelnah salah Kakak cantik. Jadi, gak usah minta maaf," jelas Leon dengan kaki yang berayun karena tempat duduk ini lebih tinggi dari tubuhnya.
"Ya, ampun. Kamu diajari sama siapa sih soal begitu?" tanya Ayu menggelengkan kepalanya.
Heran, seharusnya di usia 5 tahun diajarkan tentang membaca, menulis, menghafal dan berhitung. Ini malah tentang dunia.
"Sama Abang Leon," jelasnya.
"Oh, iya. Abang Leon tadi mana? Kok udah gak ada lagi suaranya?" tanya Ayu clinga-clingu. Karena, memang suara tersebut sekali dia dengar.
"Singa!" bentak seseorang dari samping membuat Ayu menatap ke arah suara tersebut.
Dia langsung berdiri dengan Leon yang juga berdiri di atas bangku, "Hay, Bang!" sapa Leon tanpa ada rasa salah.
"Hay-hay! Kalo tadi lo ilang gimana, Singa? Bisa-bisa Mama akan ngusir gue dan buang gue ke jalanan!" geram orang yang masih fokus menatap Leon.
Sedangkan Ayu, menatap kaget dengan orang yang ada di depannya kini. Ternyata Leon, "Lah, Leon adik lu?" tanya Ayu menunjuk ke arah Akhtar.
Ayu membulatkan mata dengan tuduhan yang dilontarkan Akhtar dengan mulut terbuka tak percaya.
"Kakak cantik mau culik Leon, ya? Nih, culik aja Kakak cantik. Leon juga gak mau jadi adik Abang!" ungkap Leon menyerahkan kedua tangannya agar dipegang Ayu.
Mendengar ucapan sang adik, Akhtar membulatkan mata dan menyentil kening adiknya itu.
"Eh, Singa! Lo malah mau-maunya aja, malah nyerahin diri! Lo, ya, bener-bener!" geram Akhtar berkacak pinggang.
"Singa-singa! Nama aku itu Leon Bang, bukan singa!" tegur Leon bersedekap dada dan memalingkan wajahnya.
"Mangap tuh mulut! Masuk nanti buaya!" tegur Akhtar yang melihat Ayu masih dengan kebingungan.
Ayu yang merasa di tegur langsung menutup mulut dan menetralkan wajah, "Ini kalian adik abang?" tanya Ayu yang masih mencoba memahami situasi.
"Kenapa Kakak cantik? Gak sama, ya?" tanya Leon dan langsung mendapatkan anggukan dari Ayu yang menatapnya.
"Pasti gantengan Leon," sindir Leon dengan jari jempol juga telunjuk dibuat menangkup dagu.
__ADS_1
Lagi-lagi, anggukan diberikan Ayu dengan wajah polosnya. Hal itu sukses membuat Leon tertawa hingga memegang perut layaknya orang dewasa.
Di lain tempat, Akhtar mengepal tangnnya mendapati jawaban Ayu, "Dih, lepas tuh soflens di mata lu biar bisa liat mana yang ganteng dan enggak!" protes Akhtar yang tak terima kalah ganteng dari adiknya.
"Ck! Buka tuh urat PD lu, lu kira lu cakep amat apa?" tanya Ayu sinis.
Melihat situasi makin membuat dirinya kesal, Akhtar membuang napasnya kasar dan meredamkan amarah.
"Singa, ayo kita pulang!" perintah Akhtar menatap Leon.
"Kakak cantik. Nama Kakak siapa?" tanya Leon menatap Ayu.
"Ayu," jawab Ayu sembari tersenyum.
"Oke, Kakak cantik Ayu. Makasih udah temani Leon tadi, ya, Leon mau pulang dulu. Kakak cantik Ayu jangan lama-lama di sini, di sini banyak cowok jahat kayak Abang," papar Leon.
Ayu yang mendengar kalimat itu hanya bisa tertawa, "Baik, Leon!" jawab Ayu sembari meletakkan tangannya di pelipis seolah tengah hormat.
Akhtar hanya mampu menahan kekesalannya mendengar ucapan Leon yang menjelek-jelekkannya.
Ingin memberi pelajaran, bisa-bisa dirinya yang langsung diberi pelajaran oleh Caca. Mau tak mau dia hanya bisa sabar.
"Yaudah, yuk Bang!" seru Leon merentangkan tangan.
"Mau ngapain?" tanya Akhtar menautkan alis.
"Gendong belakang, Leon capek habis nyali-nyali Abang tadi. Gak kuat lagi kalo halus jalan," lirihnya dengan wajah yang dibuat menyedihkan.
Ayu hanya bisa menahan senyum melihat tingkah menggemaskan dari Leon, Akhtar pasrah dan membiarkan Leon memeluk punggung belakangnya juga tangan kecil itu melingkar di lehernya.
"Daa ... Kakak cantik Ayu," ucapnya sambil berdada ria.
Ayu membalasnya dengan tersenyum dan melihat kedua orang yang semakin menjauh ke arah pintu luar mall.
"Abang, cantik 'kan pacal Leon?" tanya Leon di sela-sela perjalanan mereka menuju mobil.
"Dih, sejak kapan dia jadi pacar lo Singa?"
"Tadi. Tadi Leon tembak Kakak cantik Ayu," ungkap Leon yang masih berada di punggung Akhtar.
"Terus, dia bilang mau?"
"Enggak."
__ADS_1
"Hahaha, artinya dia nolak lo Singa!"
"Emangnya gitu Bang? Yaudah, nanti Leon tembak lagi dan paksa Kakak cantik Ayu telima Leon," terang Leon.