GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
MELUKIS NYA


__ADS_3

Diandra masih menggilai sosok Kasandra. Lukisan yang telah dibuatnya kemarin seratus persen telah selesai. Kini Diandra kembali membuat lukisan terbaru kembali. Diandra masih fokus akan sosok wanita yang dulu pernah ia kagumi. Kasandra, baginya wanita itu masih menyimpan banyak misteri. Ketika dirinya hendak mendekat kepada wanita itu seolah masih terhalang dan dibatasi. Diandra tidak mampu menyelami kehidupan seperti apa yang dilalui oleh Kasandra. Baginya Kasandra memiliki banyak potensi. Ketika Kasandra selalu tampil dalam acara teaternya, Diandra selalu menyempatkan untuk menyaksikan segala pertunjukan teater itu. Kemolekan Kasandra mampu menghipnotis hatinya. Hatinya masih penasaran akan sosok dan pribadi Kasandra, namun sulit untuk dia jangkau. Kasandra masih dengan angkuh dan cueknya terhadap seorang pria. Mungkin saja karena Diandra belum mendapatkan Kasandra menjadikan penasaran nya semakin besar.


Kini Diandra di depan kanvasnya, duduk sambil memejamkan matanya. Mengingat kembali ketika Kasandra sedang bermain peran dalam teaternya. Apalagi ketika Kasandra bermonolog memainkan cerita- cerita yang menghipnotis para penonton yang menyaksikan pertunjukan dikala itu. Kini tangan Diandra mulai membuat coretan mengenai itu. Kasandra yang sedang melakoni pementasan di atas panggung. Sungguh sosok Kasandra yang ber karismatik dan memiliki pancaran aura yang besar.


" Ah semakin lama, aku semakin merindukan sosok kamu Kasandra!" ucap Diandra pelan sambil sesekali memejamkan matanya berusaha memberikan nyawa dalam lukisan nya. Lukisan yang menceritakan wanita yang belum bisa ia dapatkan. Namun senyuman nya begitu tulus tanpa membedakan.


" Kasandra!" gumam Diandra pelan.


*******


July datang di rumah Diandra. Kedua pria dewasa itu mulai menikmati kopi dan rokok bersama. Sesekali mereka bercanda dengan cerita lucu pengalaman- pengalaman dari kedua nya.


" Bagaimana kabar Gladis?" tanya Diandra kepada July. July hanya tersenyum dan menatap Diandra cukup lama lalu entah apa yang mereka pikirkan dari pria dewasa itu, pada akhirnya tertawa terbahak- bahak bersama.


" Apakah kamu memikirkan hal yang sama denganku July, kenapa kita bisa tertawa bersama ketika ku sebut nama Gladis?" tanya Diandra masih terkekeh menunjukkan giginya yang masih berderet rapi.

__ADS_1


" Menurut kamu apa? Hahaha!" jawab July masih dengan tertawa nya.


" Aku hanya menangkap dari otak mu yang sungguh liar dan mesum terhadap Gladis saja. Tidak ada yang lain. Bukankah kalian sangat intim?" ucap Diandra.


" Intim? Hahaha kamu ini." sahut July berusaha mengelak.


" Apakah kalian sempat... " tanya Diandra yang tidak dia lanjutkan.


" Tidak! Tidak! Kamu jangan pernah berpikir seperti itu Diandra! Sekali pun Gladis tidak berbusana di depanku, aku tidak akan tergoda dan mau menikmati nya." kata July jujur.


" Apakah lantaran Gladis bukan tipe kamu?" tanya Diandra.


" Baguslah kalau begitu!" sahut Diandra.


July mulai melihat beberapa hasil lukisan dari Diandra. July kii tertuju pada beberapa lukisan dengan obyek wanita yang sama. July tersenyum lalu menatap tajam ke Diandra.

__ADS_1


" Dia wanita yang kamu harap kan datang dan memberikan kebahagiaan kepadamu?" tanya July langsung mengena ke hati Diandra.


" Kamu tidak bisa dibohongi, July. Namun apakah mungkin aku bisa berjumpa kembali dengan wanita itu sedangkan aku sudah tidak tahu kabar dan keberadaan nya." ucap Diandra sambil menatap hasil lukisan nya itu.


" Berdoa saja, mana tahu kamu akan berjodoh dengan wanita itu." sahut July menyemangati Diandra.


" Hal itu seperti mencari satu jarum di lautan yang luas, July. Sungguh tidak mungkin." kata Diandra seorang putus asa.


" Hahaha. Tapi ketika Tuhan memberikan kesempatan itu dan kamu tiba-tiba bertemu dengan wanita itu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya July iseng.


" Aku akan meminta pada dia, satu hal." jawab Diandra.


" Apa itu?" tanya July akhirnya serius.


" Melukis wanita itu hanya dengan mengenakan kemeja putihku." jawab Diandra iseng yang didalamnya penuh sindiran untuk July yang telah melukis Gladis hanya mengenakan kemeja putih nya.

__ADS_1


Seketika tawa itu pecah karena jawaban dari Diandra adalah sindiran untuk July yang telah melukis Gladis dengan pose seksi itu.


" July! July! Kamu hebat! Tapi aku menjadi meragukan kamu, apakah kamu Laki-laki normal?" ucap Diandra sambil tersenyum mengganggu July.


__ADS_2