
Malam minggu tiba, Elzatta sudah stay di depan rumah kontrakan Gita dan juga Kasandra. Elzatta dan Gita sudah asyik duduk bercanda, cekikikan berdua. Keduanya seperti menunjukkan kemesraan nya. Suara mereka terkadang sengaja dibuat keras supaya Kasandra yang masih duduk di ruang tengah itu mendengarkan nya. Apalagi Elzatta, dia masih sakit hati ketika Kasandra menolak cinta nya dan menolak untuk diajaknya berpacaran.
Di dalam ruang tengah yang hanya beralaskan karpet saja, Kasandra sedang bermain dengan laptopnya. Sesekali membuka ponselnya karena memang Kasandra dengan Diandra sedang chatting. Tiba-tiba Gita masuk bersama dengan Elzatta dengan bergandengan tangan. Kasandra melongo dengan tingkah mereka.
" Kasandra! Kami keluar malam mingguan dulu yah? Malam minggu ini adalah hari jadi kami berpacaran, jadi kami hendak merayakan nya." kata Gita yang menunjukkan kemesraan nya di depan Kasandra. Kasandra sampai membulat matanya karena melihat tingkah Gita yang luar biasa bahagia nya. Namun benar-benar menunjukkan kalau Gita lah yang besar menyukai Elzatta. Elzatta tersenyum sinis ketika Kasandra menatap nya.
" Kamu tidak keluar malam mingguan?" tanya Gita kembali. Kasandra hanya mengukir senyuman nya saja.
" Ya sudah! Kami jalan dulu Kasandra! Bye!" kata Gita. Elzatta mengeratkan gandengan nya.
" Oke! Eh Gita!" panggil Kasandra. Gita kembali menengok dan mendekati Kasandra kembali.
" Hati-hati yah! Jaga diri!" bisik Kasandra. Gita hanya tersenyum lalu mencium pipi Kasandra.
Keduanya tidak lama berlalu meninggalkan rumah kontrakan itu dan kini tinggallah Kasandra sendiri di rumah kontrakan itu. Diandra malam ini tidak bisa jalan dengan Kasandra karena suatu urusan. Kasandra tidak mempermasalahkan itu, toh setiap hari mereka selalu berasa seperti berpacaran.
*******
Malam semakin larut, Elzatta mengajak Gita masuk ke sebuah penginapan. Gita masih menikmati kebahagiaan nya karena dirinya sudah resmi menjadi status pacarnya Elzatta. Elzatta? Laki-laki mapan dari keluarga terpandang namun sedikit sombong dan angkuh. Memiliki gaya bebas dan mengikuti tren dan budaya barat. Memiliki hobi yang sama seperti Kasandra di dalam dunia peran dan akting. Gita menjadi ingin bergabung di sanggar untuk menekuni dunia teater seperti pacar nya, Elzatta.
__ADS_1
Elzatta mengeratkan pelukan nya pada gadis di hadapan nya. Gita membalas mengalungkan tangannya ke leher Elzatta. Kedua mata mereka saling pandang dan mata Elzatta begitu liar mulai rakus menatap wajah lugu dan polos Gita. Gita yang ceria menjadi tidak berkutik dihadapan pria cool namun tampak angkuh jika melihat nya. Elzatta kini mulai meraup bibir Gita yang sedikit membuka seolah-olah sudah siap menerima sambutan dari bibir milik Elzatta . Elzatta mulai nakal. Tangannya mulai merayap menelusuri lekukan tiap-tiap inci bagian tubuh milik Gita. Gita mulai terlena dan terbawa arus yang mulai bergelombang itu. Entah siapa yang memulainya kini satu persatu pakaian yang melekat diantara keduanya lepas dan berserakan di lantai kamar penginapan itu. Masih diposisi berdiri, mereka masih sama- sama saling menyesap, menghisap dan saling bersentuhan tanpa batas benang-benang yang melekat. Kini Elzatta mulai menuntut lebih dari itu. Elzatta membaringkan Gita di atas peraduan kamar penginapan itu. Era ngan, de sa han, le ngu han kini mulai terdengar tatkala Elzatta mulai mengobrak-abrik kepemilikan Gita. Gita tidak mampu menolaknya karena itu membuat nya merasakan sensasi yang luar biasa. Hingga Gita sedikit menaikan pinggulnya dan akhirnya ia seperti ada sesuatu yang mengalir hangat keluar dari sana ketika sebelum nya rasanya dipuncak ubun-ubun seperti berada di surga dunia. Gita sedikit berteriak. Elzatta tersenyum kemenangan.
Gita tersenyum menatap Elzatta lalu mencium pipinya. Kini giliran Elzatta mulai bereaksi membuka segelnya. Dengan perjuangan nya, akhirnya Elzatta bisa menerobos nya. Gita sedikit menggigit bibir bawahnya, merasakan nyeri bagian sana. Namun lama kelamaan rasa nyeri itu hilang digantikan dengan rasa nikmat nya. Elzatta tersenyum menatap Gita yang pasrah karena saat ini dialah yang mendominasi permainan.
Perjuangan Elzatta tidak begitu banyak halangan karena tidak lama, Elzatta pun ikut terkulai setelah mencapai tujuannya. Kedua pasangan muda mudi itu kini sama- sama terkulai. Seutas senyuman kini terlempar dari keduanya. Gita memeluk Elzatta dan membenamkan kepalanya di bawah ketiak Elzatta. Elzatta tersenyum puas.
" Kamu bahagia malam ini?" tanya Elzatta. Gita tersenyum dan menatap wajah tampan laki-laki yang sudah mencumbui nya.
" Setelah ini, apakah kamu akan semakin menyukai aku, El?" tanya Gita.
" Tentu saja! Hanya kamu, wanita itu!" sahut Elzatta.
" Gita!" panggil Elzatta. Gita menoleh dan menatap ke arah Elzatta yang tersenyum sambil menunjukkan noda merah di atas sprei itu. Gita tersenyum dan berkata.
" Kamu yang pertama, El." ucap Gita. Elzatta tersenyum seperti mendapatkan lotre.
Elzatta mendekati Gita dan memeluk nya.
" Terimakasih banyak, kamu memberikan semua nya kepada ku dan mempercayai aku untuk pertama melakukannya." ucap Elzatta. Gita mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
" Apa maksud kamu? Aku berharap hanya melakukan hubungan seperti ini dengan kamu saja, El. Dan aku berharap kita akan segera menikah." ucap Gita. Elzatta tersenyum menyeringai.
" Bukannya hal ini sudah biasa dilakukan oleh pasangan muda mudi yang sedang berpacaran? Bukan berarti kita akan menikah dikemudian hari." ucap Elzatta. Gita tersenyum sinis lalu dengan cepat menampar pipi Elzatta.
" Maksudnya? Maksud kamu, kamu mengajak berpacaran dengan aku tidak untuk menikah dikemudian hari? Kamu? Kamu? Aku sungguh tidak menyangka kalau ini jalan pikiran kamu, El." kata Gita.
" Eh, bukan, bukan begitu maksud aku, sayang!" sahut Elzatta sambil memeluk tubuh Gita.
" Lalu maksudnya apa? Kamu mau meninggalkan aku setelah semua yang aku berikan kepada mu? Apakah kamu tidak benar-benar mencintai aku? Kamu tidak sungguh-sungguh menyayangi aku?" tuduh Gita sambil sesenggukan. Elzatta kini memeluk Gita dan mencoba menenangkan nya.
" Tidak! Aku menyukai kamu! Kita akan terus bersama. Cup.. cup.. cup.. jangan menangis lagi dong sayang! Aku menyayangi Gita. Kamu harus percaya itu. Oke?" kata Elzatta kini mencium kening Gita.
" Tapi kata- kata kamu tadi benar-benar bikin aku marah. Seolah-olah aku sudah terbiasa melakukan hubungan seperti itu dengan semua laki-laki." kata Gita.
" Tidak! Kamu salah paham. Kamu sudah membuktikan nya kepada ku kalau kamu baru saja melakukan hubungan seperti ini hanya dengan aku. Lihat itu." kata Elzatta sambil menunjukkan noda merah di atas sprei itu. Gita tersenyum malu.
" Aku sudah membuktikan kalau aku benar-benar mencintaimu dan aku rela melakukan apa saja demi kamu, El." ujar Gita.
" Iya, aku percaya itu sayang!" sahut Elzatta sambil memeluk Gita erat.
__ADS_1