GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
BERMAIN SAJA


__ADS_3

Di dalam mobil itu Kasandra tidak berhenti memakan cemilan. Sesekali Kasandra menyuapi cemilan itu ke mulut Diandra sambil menyetir mobilnya. Betapa Diandra merindukan saat-saat seperti ini. Terkadang Diandra suka sekali menjahili Kasandra ketika sedang menyuapi dirinya itu. Saat Kasandra memasukkan cemilan ke dalam mulut Diandra, jari Kasandra ikut digigit pelan oleh Diandra. Kasandra spontan menarik jarinya dan sedikit teriakan yang tertahan. Diandra terkekeh ketika sudah berhasil membuat Kasandra cemberut dan bibir nya mengerucut seperti itu.


" Kok lewat sini, yank? Apakah Sifa saat ini lagi di rumah kakek dan neneknya?" tanya Kasandra sambil melihat ke arah depan jalan, dimana jalan yang saat ini dilalui oleh Diandra adalah jalan menuju kediaman keluarga besar Adityawarman.


" Benar! Sifa lagi di rumah nenek dan kakeknya kok." sahut Diandra. Kasandra mulai sedikit cemas.


" Kenapa? Apakah kamu masih deg deg an ketika hendak berjumpa dengan calon mertua kamu, sayang?" ucap Diandra. Kasandra malahan menyadarkan punggungnya ke kursinya. Diandra tersenyum memahami kalau saat ini Kasandra memang mulai kurang rileks.


" Kalau begitu mampir dulu beli makanan buat papa dan mama kamu, mas!" kata Kasandra.


" Tidak perlu, kita hanya menjemput Sifa sebentar saja kok. Nanti saja selepas kita jalan- jalan dengan Sifa." sahut Diandra.


" Hem, begitu yah?" ucap Kasandra sambil menarik nafasnya.

__ADS_1


Sesampainya di depan pagar rumah megah dan mewah itu. Diandra mulai menghubungi Sifa. Benar saja, tidak berapa lama Sifa sudah keluar dan siap untuk pergi. Kakek dan neneknya ikut di depan rumah itu mengantar Sifa yang hendak pergi.


Kasandra dan Diandra hanya tersenyum kepada kakek dan nenek Sifa. Pak Adityawarman beserta istri melemparkan senyuman itu kepada Diandra dan Kasandra. Setelah itu, Sifa melambaikan tangannya kepada kakek dan nenek nya ketika mobil itu sudah mulai dijalankan oleh Diandra. Kemudian Pak Adityawarman beserta istri masuk kembali ke dalam rumahnya.


" Sepertinya Kasandra sangat menyayangi Sifa. Semoga Diandra tidak salah memilih calon istri." ucap Pak Adityawarman sambil menggandeng istrinya masuk ke dalam kamar pribadi mereka.


" Mama sih yakin jika Kasandra adalah wanita yang baik-baik." sahut mama Diandra. Pak Adityawarman seperti membenarkan.


" Papa sudah tidak sabar menimang cucu kembali dari anak mereka, ma!" ucap Pak Adityawarman.


*******


Di pusat perbelanjaan itu, Diandra, Sifa, dan juga Kasandra masih menikmati makan bersama di tempat makan cepat saji. Di sana kembali Diandra masih saja manja dengan Kasandra. Diandra tetap minta di suapi oleh Kasandra. Diandra tidak perduli beberapa pasang mata memandang mereka begitu aneh. Sifa yang melihat pemandangan itu hanya terkekeh saja. Ayahnya itu memang suka sekali menjahili Kasandra.

__ADS_1


" Tante, setelah makan kita shoping yuk!" ajak Sifa. Kasandra memandang Sifa sambil tersenyum ramah.


" Kamu ingin membeli apa, Sifa?" tanya Kasandra.


"Beberapa baju santai saja, tante!" sahut Sifa.


" Baiklah! Tante juga ingin membeli pakaian dalam wanita dan juga untuk ayah Diandra." ucap Kasandra sambil melirik ke arah Diandra. Diandra tersenyum jahil.


" Bagaimana kalau kita nonton dulu! Setelah itu baru belanja nya. Bagaimana?" tawar Diandra. Sifa manggut-manggut saja.


" Kalau begitu setelah ini kita main dulu ke Timezone setelah itu baru nonton film." Sifa mengeluarkan pendapat nya.


" Bagaimana tante Kasandra?" tanya Diandra sambil tersenyum menggoda.

__ADS_1


" Aku ikut aja, deh! Lagi pula belum begitu penting beli pakaian dalam nya." sahut Kasandra.


__ADS_2