
" Oh iya aku ingat! Dia adalah salah satu putra presdir di perusahaan kita." kata Gita mulai mengingat nya.
" Benarkah? Tapi kata anaknya eh putrinya tadi dia mengenal aku dan kawan kuliah aku dulu." kata Kasandra.
" Eh? Siapa? Ayolah Kasandra kamu harus mengingat dia. Aku saja sudah ingat siapa dia loh! Dia bernama Diandra Atmanegara." ucap Gita setelah itu kembali duduk di tempat nya karena acara akan segera ditutup. Kasandra masih melongo dan mencuri pandang ke arah dimana Diandra duduk beserta putrinya.
" Eh? Kenapa aku jadi memikirkan laki-laki itu. Dia datang bersama putrinya dan berarti dia sudah memiliki istri dan berkeluarga bukan? Ah sudahlah!" pikir Kasandra.
*******
Kasandra pulang bersama Gita. Sepanjang perjalanan Kasandra jadi memikirkan laki-laki itu. Laki-laki yang memberikan buket mawar. Laki-laki yang datang bersama putri nya dan memberikannya coklat. Kasandra jadi teringat pesan anak perempuan itu. Di dalam buket ada no WA ayahnya. Segera Kasandra melihat kertas kecil di sana.
" Benar, ada no kontak laki-laki itu. Aku akan menyimpan nya." pikir Kasandra lalu mulai mengambil ponselnya yang ia simpan di tas kecilnya. Sekarang Kasandra sudah menyimpan kontak laki-laki itu.
" Diandra?" gumamnya.
" Hai Kasandra! Kamu memikirkan apa?" tanya Gita.
" Tidak ada! Aku hanya lelah!" jawab Kasandra.
__ADS_1
" Untung saja besok kita tidak masuk kerja. Kamu bisa seharian istirahat dan tidur sampai puas." kata Gita.
" Benar! Aku akan tidur sampai kenyang juga." sahut Kasandra.
" Kasandra! Aku lihat Elzatta memberikan sesuatu kepadamu tadi." kata Gita.
" Iya! Selain bunga, dia memberikan kotak kecil warna merah juga kepadaku." kata Kasandra jujur.
" Apa? Mana kotak merah itu?" tanya Gita penasaran.
" Ada di dalam tasku." jawab Kasandra.
" Sudah!" jawab Kasandra singkat dan seperti enggan membahas soal Elzatta.
" Apa isinya?" tanya Gita penasaran.
" Kamu pasti sudah bisa menebaknya!" jawab Kasandra sambil memainkan matanya.
" Cincin?" tebak Gita.
__ADS_1
" Heem!" jawab Kasandra dan kembali menatap jalanan.
" Apa maksudnya, dia memberikan cincin itu kepadamu, Kasandra?" tanya Gita.
" Entahlah! Tanya saja sendiri!" ucap Kasandra malas.
Gita jadi mulai berpikir. Dan kini keduanya sudah masuk ke dalam kost mereka.
" Gita! Aku istirahat yah! Jangan kangen aku!" ucap Kasandra sambil menutup pintu kamar nya tanpa memperdulikan Gita yang masih penasaran akan pria- pria yang mendekati Kasandra.
Kasandra mengganti pakaian nya dengan baju tidurnya. Setelah membersihkan dirinya di kamar mandi dalam ruangannya, Kasandra menjatuhkan tubuhnya ke atas peraduan. Kini tangannya menggenggam ponselnya. Kasandra mulai penasaran ingin menghubungi laki-laki yang memberikan buket mawar putih itu. Namun kembali niat itu diurungkan nya. Kasandra berpikir kalau laki-laki itu pasti sudah memiliki istri dan sudah berkumpul dengan keluarga nya.
" Ini tidak penting! Dia sudah memiliki keluarga. Ngapain juga aku harus menghubungi dirinya?" gumam Kasandra.
Lagi-lagi Kasandra risau. Kembali dirinya memikirkan pria tampan dan matang itu. Akhirnya Kasandra mengirimkan chat duluan ke kontak itu. Kasandra hanya mengirimkan tiga huruf saja untuk pria itu. Kata sapaan untuk memulai suatu hubungan dengan kontak nya. Hai! Itu adalah yang dikirim oleh Kasandra.
Tidak lama kemudian, pria itu membalasnya dengan cepat. Rupanya Diandra masih online.
" Kamu belum tidur?" tanya Diandra dengan chat nya.
__ADS_1
Kasandra memilih tidak membalasnya. Kali ini Kasandra memilih memejamkan matanya. Lalu dengan cepat terbuai dalam mimpi indah nya.