GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
DI JEMPUT


__ADS_3

" Bagaimana acara rapat tadi?" tanya Diandra yang sengaja menjemput Kasandra ke tempat sanggar. Mereka sudah berada di dalam mobil Diandra.


" Semua sudah ditentukan baik tugas-tugas dan bagian nya masing-masing. Termasuk tokoh-tokoh dalam cerita itu sudah langsung ditetapkan atau ditunjuk langsung oleh ketua itu sendiri. Semua nya berdasarkan pada evaluasi pertunjukan bulan lalu." cerita Kasandra. Diandra diam menyimak semuanya dengan serius.


" Itu artinya, kamu kembali menjadi pemeran utama di drama teater itu?" tanya Diandra. Kasandra mengangguk sambil menatap wajah Diandra dengan senyuman.


" Pasti sangat capek dan melelahkan nantinya yah?" sahut Diandra. Kasandra tersenyum saja.


" Tidak! Ini sudah biasa kami lakukan. Aku masih bisa membuatkan bekal makanan untuk ke kantor dan juga masih bisa menyuapi kamu nanti di tempat kerja kok." sindir Kasandra. Diandra terkekeh senang.


" Nah, itu yang aku harapkan!" ujar Diandra. Kasandra tersenyum manja.


" Dalam satu minggu ini kami harus latihan tiga kali. Dan di bulan mendekati pertunjukan pementasan, kami akan tiap hari berlatih, mas!" jelas Kasandra. Diandra manggut-manggut saja.


" Oke! Aku akan sering-sering melihat kamu berlatih. Aku akan memastikan kamu selalu bersemangat jika aku ada di dekat kamu." ucap Diandra. Kasandra mengerucutkan dahinya.


" Tidak usah memaksakan seperti itu loh, mas!" sahut Kasandra.


" Kenapa?" tanya Diandra.

__ADS_1


" Aku tahu kamu juga sibuk mempersiapkan pameran lukisan akhir tahun nanti bukan? Jadi mas Diandra tidak perlu menunggu aku ketika sedang berlatih." kata Kasandra serius.


" Kamu pun harus memprioritaskan sesuatu yang akan ditargetkan dalam langkah kamu ke depannya, mas!" tambah Kasandra kembali. Diandra sesekali melirik ke arah Kasandra.


" Prioritas utama aku sekarang adalah kamu, Kasandra!" sahut Diandra. Kasandra menjadi merah wajahnya karena malu. Diandra ikut terkekeh melihat reaksi Kasandra seperti anak perawan yang masih polos dan lugu.


" Kita mau kemana mas? Bukannya jalan ke rumah kontrakan bukan lewat sini?" tanya Kasandra sambil. menatap jalanan di depan.


" Kita makan malam dulu! Kamu pasti lapar bukan? Tadi habis dari kantor langsung ke tempat sanggar. Lain kali bawa baju ganti, say! Jadi, nanti kalau latihan drama pakai pakaian yang lebih santai saja. Dan satu lagi! Jangan pakai rok seperti itu!" ucap Diandra. Kasandra tersenyum saja.


" Jangan senyum- senyum saja! Besok pakai celana panjang kalau sedang latihan di sanggar." kata Diandra.


Mobil itu sudah masuk ke parkiran rumah makan tradisional. Rumah makan yang menyajikan makanan rumahan dan ini yang membuat kangen untuk selalu datang di rumah makan itu. Diandra turun lalu membuka pintu mobil di samping. Diandra menggandeng Kasandra masuk ke dalam rumah makan itu.


" Gaji bulan ini sudah masuk ke rekening kamu kan, say?" tanya Diandra. Kasandra menganggukkan kepala pelan sambil tersenyum.


" Itu dari bendahara di kantor. Nanti aku akan transfer ke rekening kamu, sebagai bonusnya." ucap Diandra.


" Tidak usah, mas! Itu gaji sudah lebih dari cukup, mas!" sahut Kasandra.

__ADS_1


" Tidak! Aku harus memberikan bonus sendiri ke kamu!" kata Diandra.


" Tidak perlu, sayang! Gaji yang aku dapatkan setelah menjadi asisten pribadi kamu, lebih banyak dibandingkan gaji aku ketika di bagian pengawasan kemarin." sahut Kasandra.


" Anggap saja, ini uang belanja dari calon suami kamu aja, deh! Karena aku menuntut kamu memasakkan dan membawakan bekal ke kantor untuk makan siang." ucap Diandra. Kasandra tersenyum.


"Dan anggap saja ini bonus karena kamu selalu menyuapi aku!" tambah Diandra. Kasandra seketika cekikikan. Diandra ikut tergelak tawanya.


Mereka duduk dan mulai memesan makanan, minuman di rumah makan itu.


"Tadi aku melihat, ada Gita di sana. Apakah Gita ikut mementaskan drama juga?" tanya Diandra.


" Tidak! Gita hanya dilibatkan dalam tim kepanitiaan seksi hubungan kemasyarakatan." sahut Kasandra. Diandra manggut-manggut.


" Kelihatannya sudah serius hubungan mereka yah?" tuduh Diandra. Kasandra mengerucutkan bibir nya.


" Sepertinya begitu sih? Aku berharap, Elzatta tidak sedang mempermainkan perasaan Gita." ucap Kasandra. Diandra kini mulai menebak-nebak maksud dari ucapan Kasandra.


" Semoga demikian!" sahut Diandra cepat.

__ADS_1


__ADS_2