GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
HUBUNGAN GLADIS DIKA


__ADS_3

Gladis terlihat fokus di depan kanvasnya. Di belakang rumahnya di dekat taman minimalis yang terhubung dengan ruangan makan, Gladis menuangkan warna- warni di atas kanvasnya. Kali ini Gladis sedang melukis tema romantik. Mama Gladis mulai mendekati Gladis, putri kesayangannya itu lalu duduk di belakang Gladis sambil menatap proses melukis dari tangan lentik Gladis. Gladis sesaat menghentikan aktivitas melukis nya dan melemparkan senyum kepada mamanya yang masih terlihat cantik dan awet muda.


" Mama! Ada apa ma?" tanya Gladis sambil mencuci tangannya di wastafel dekat taman.


" Tidak apa! Kenapa berhenti melukis? Mama jadi menggangu kamu yah?" sahut mama Gladis.


" Tidak mama! Aku hendak makan!" kata Gladis.


" Ayolah kalau mau makan! Mama akan menemani kamu!" kata mama Gladis yang berjalan ke ruang makan dan Gladis juga mengikuti langkah mamanya.


Mereka duduk di kursi makan itu. Gladis mulai mengambil beberapa makanan yang sudah disiapkan Asisten rumah tangga di rumah Gladis itu. Gladis mulai menyantapnya dengan lahap. Mama Gladis mulai memperhatikan Gladis yang sedang makan itu sambil tersenyum.


" Mama tidak makan?" tanya Gladis sambil mengunyah makanan nya.


" Nanti saja!" jawab mama Gladis.


" Oh iya, nak! Bagaimana kabar Dika?" tanya mama Gladis tiba- tiba.


" Dika sehat! Dia lagi sibuk katanya, ma!" jawab Gladis.


" Oh! Kamu serius dengan Dika, nak?" tanya mama Gladis akhirnya. Gladis sesaat menghentikan mengunyah makanan nya menatap mamanya sebentar.


" Apakah kamu benar-benar menyukai Dika?" tanya mama Gladis lagi.


" Aku serius ma! Jujur aku menyukai Dika." jawab Gladis.


" Apakah Dika juga demikian?" tanya mama Gladis seperti meragukan Dika.


" Menurut mama, gimana? Kata Dika sih, dia menyukai dan serius dengan aku, ma!" sahut Gladis sambil cuek kembali makan.


" Lalu, kapan kalian menikah?" tanya mama Gladis.

__ADS_1


Gladis masih mengunyah makanan nya dan tidak bisa menjawab pertanyaan dari mama nya.


" Kami yakin kan, nak? Kalau Dika tidak mempermainkan kamu?" tanya mama Gladis yang sontak membuat Gladis terkejut.


" Mama tahu, hubungan kalian sudah jauh. Mama sudah khawatir kalau memikirkan ini. Sedangkan Dika belum menunjukkan keseriusan nya." nilai mama Gladis.


Gladis seketika membulat matanya. Memang mama nya ini tidak bisa dibohongi kalau urusan psikolog dan body linguistik. Perubahan dari bentuk badan dari gadis yang masih perawan maupun sudah dibuka segelnya.


" Mama! Aku minta maaf, ma!" kata Gladis sambil menundukkan kepalanya.


" Kamu sudah dewasa, nak! Kamu bisa menentukan pilihan kamu. Mama hanya khawatir jika pasangan kamu itu hanya mempermainkan kamu. Lagi pula, semua sudah terjadi bukan? Mulai sekarang berhati-hati lah dalam menjalin hubungan dengan laki-laki." kata mama Gladis mengingatkan.


" Mama!" panggil Gladis sambil menangis.


" Sudahlah! Semua sudah terjadi bukan?" tanya mama Gladis.


" Aku melaksanakan itu hanya dengan Dika, ma!" kata Gladis jujur.


" Maksudnya mama?" tanya Gladis.


" Jaman sekarang, pergaulan anak muda semakin bebas dan rambu- rambu sering dilanggar. Yah, mama khawatir saja, jika selain kamu Dika menjalin dengan wanita lain juga." kata mama Gladis yang membuat Gladis sangat terkejut bukan main.


" Ini hanya praduga mama saja! Setelah ini coba kamu tanyakan ke Dika, kapan dia melamar kamu dan menikahi kamu." kata mama to the point.


" Mama! Tapi orang tua Dika tidak menyukai aku, ma! Orang tua Dika sudah menyiapkan wanita yang akan menjadi istri Dika." cerita Gladis jujur.


" Lalu kamu nekat memberikan kehormatan kamu pada Dika sebelum kamu dinikahi oleh dia?" tuduh mama Gladis.


Gladis tidak bisa berbicara. Gladis sangat sedih jika mengingat kalau Keluarga Dika tidak menyetujui hubungan nya dengan Gladis.


" Apakah kamu tahu, gadis yang akan dijodohkan oleh Dika?" tanya mama Gladis.

__ADS_1


" Aku tidak mengenal nya, ma!" jawab Gladis.


" Hem! Temui Dika secepatnya! Dan tanyakan keseriusan nya kepadamu, nak! Kalau dia sudah tidak bisa memutuskannya lebih baik kamu akhiri saja!" kata mama Gladis.


" Tapi aku menyukai Dika, ma!" sahut Gladis.


" Mama takut, kamu nanti sakit hati karena tidak jadi menikah dengan kamu, nak! Padahal kamu sudah terlanjur memberikan semua nya kepada Dika. Walaupun itu kalian lakukan suka sama suka." kata Mama Gladis.


Gladis diam dan raut wajahnya menjadi sedih. Sudah hampir satu bulan, Dika sudah tidak menjumpai nya.


Memang Dika masih selalu mengabari Gladis melalui chat maupun video call.


*******


Di apartemen Dika. Saat ini Dika sedang bersama Sita. Sita adalah wanita yang sudah dijodohkan oleh Dika. Orang tua Dika sangat mendukung jika Dika akrab dengan Sita. Berbeda dengan Gladis, ketika dikenalkan oleh Dika dengan orang tuanya pada saat itu, mereka tidak menyukai Gladis. Semua lantaran Dika sudah dijodohkan dengan Sita, dan Sita adalah putri dari pewaris tunggal perusahaan ternama di negara ini.


Di dalam apartemen itu saat ini Dika dan Sita sedang menikmati wine sambil menyaksikan film romantis. Keduanya semakin larut ketika melihat adegan dewasa. Mata keduanya seketika menatap adegan itu yang membuat mereka menjadi bergejolak. Sita mulai nakal dan mengganggu Dika. Dika seperti cacing kepanasan jika sudah di goda oleh Sita.


Sita mulai duduk di atas pangkuan Dika dan menghadap ke wajahnya. Sita mulai mendekati wajah Dika dan mulai meraup bibir Dika. Dika tidak mau tinggal diam dengan ciuman itu. Dika semakin lebih dan menuntut lebih dari semuanya itu. Dika merebahkan tubuh Sita dan mulai mengeksekusi nya.


Suara- suara tak terkontrol memenuhi ruangan itu. Kedua insan itu mulai satu persatu melepaskan semua kain yang melekat di tubuh mereka hingga keduanya polos tak ada satu benangpun yang melekat di sana.


Dika membimbing Sita menuju kamarnya. Di atas kasur empuk itu, Dika mulai meneliti setiap inci tubuh Sita. Sita mulai menggeliat akan rasa geli, nikmat akan sentuhan, remasan, dari Dika. Sita tidak mau di pimpin oleh Dika. Kini Sita ingin menguasai Dika. Kini Sita mulai berperan dalam permainan panas itu. Dika menikmati segala permainan Sita yang memainkan ritmenya maju mundur. Dika mengerang ketika gerakan itu semakin dipercepat oleh Sita. Teriakan kecil keluar dari keduanya ketika rasa nikmat itu sampai di puncak kepala. Sesuatu telah keluar dari bagian terdalam milik mereka. Mereka berteriak keras ketika pelepasan itu sama- sama mereka keluarkan.


Senyuman muncul dari keduanya. Setelahnya Dika dan Sita terkulai di atas kasur itu dengan nafas yang masih tidak beraturan.


" I love you Dika!" ucap Sita sambil memeluk Dika.


" I love you to!" jawab Dika.


" Ayo kita menikah!" ajak Sita. Dika hanya tersenyum menatap Sita.

__ADS_1


Dika akan menentukan pilihan nya, Gladis atau dengan Sita yang akan dia nikahi nantinya.


__ADS_2