GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
KAMU HARUS MENCOBA


__ADS_3

Elzatta bergegas meninggalkan rumah kontrakan itu setelah membersihkan dan merapikan penampilan nya. Gita menciumi Elzatta sebelum pergi meninggalkan nya.


" Aku akan minta duit papa aku, untuk membelikan apartemen. Dan itu nanti buat kamu, Gita." ucap Elzatta. Gita tersenyum senang.


" Secepatnya yah, sayang! Aku sudah tidak enak dengan Kasandra." sahut Gita.


" Tentu! Setelah ini aku akan lebih bebas keluar masuk ke apartemen itu kan?" ucap Elzatta. Gita tersenyum ceria.


" Tentu saja!" sahut Gita penuh semangat.


" Baiklah aku pulang!" kata Elzatta sambil melangkah keluar dari kamar milik Gita. Di depan keduanya kepergok oleh Kasandra. Kasandra mengerutkan dahinya. Namun bibirnya tidak bersuara. Gita hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Gita ada rasa malu di sana ketika Kasandra mengetahuinya bahwa Elzatta telah bermalam di kamarnya. Sedangkan Elzatta cuek saja melangkah pergi meninggalkan rumah kontrakan itu.


Setelah Elzatta pergi, Gita duduk dan mendekati Kasandra yang sedang bermain dengan laptopnya. Kasandra diam dan tidak ingin memulai pembicaraan. Kasandra mengurungkan niatnya untuk menasihati Gita. Namun seperti nya Kasandra sudah terlambat. Gita seperti nya sudah melangkah lebih jauh berhubungan dengan Elzatta. Mereka sama- sama dewasa. Kasandra mungkin tidak ada hak untuk melarangnya.

__ADS_1


" Kasandra, setelah ini aku akan pindah ke apartemen. Kamu di sini sendiri tidak apa- apa kan?" kata Gita. Kasandra menghentikan aktivitas nya mengetik. sesuatu.


" Kenapa?" tanya Kasandra.


" Elzatta akan membeli apartemen dan aku yang akan menempati nya. Katanya rumah kontrakan ini tidak pantas buat aku." sahut Gita.


" Terserah kamu saja, Gita! Aku melarang kamu pun, mungkin sudah tidak kamu dengar lagi bukan? Karena yang kamu dengar saat ini adalah Elzatta bukan aku lagi." sindir Kasandra. Gita menelan ludahnya.


" Aku harus mengikuti apa kata Elzatta juga, Kasandra! Aku harus memperjuangkan Elzatta dan bagi aku membuat Elzatta senang dan bahagia itu adalah prioritas aku." ucap Gita. Kasandra memicingkan matanya.


" Kapan? Sejak kapan?" tanya Kasandra.


" Ketika pertama kali nya kami merayakan jadian hubungan kami. Dan aku tidak pulang ke rumah kontrakan. Kami menginap di hotel dan kami melakukannya." ucap Gita.

__ADS_1


" Kamu bahagia?" tanya Kasandra dengan sedikit keras. Gita mengangguk cepat.


" Bagaimana kalau Elzatta tidak benar-benar mencintaimu. Elzatta hanya butuh tempat penyaluran itu. Elzatta mempermainkan mu? Elzatta hanya..." ucap Kasandra kini mulai khawatir.


" Cukup! Cukup Kasandra! Kamu salah sangka! Elzatta benar-benar mencintai aku dan serius dengan aku. Kamu jangan takut dan mengkhawatirkan aku." sahut Gita. Kasandra menarik nafasnya dengan kasar.


" Gita, kamu adalah sahabat aku. Aku tidak ingin Elzatta mempermainkan kamu." ucap Kasandra.


" Semoga saja tidak! Percaya deh dengan aku. Lagi pula kami melakukannya suka sama suka. Jujur aku juga terpesona dengan tubuh kekar milik Elzatta. Aku tidak mungkin menolak nya. Aku sudah tergila-gila dengan laki-laki itu." cerita Gita antusias. Kasandra menepuk jidatnya sendiri lalu menarik nafasnya dengan kasar.


" Kasandra! Kamu belum pernah melakukannya sih. Kalau kamu satu kali saja sudah melakukan nya dengan pacar kamu atau dengan Diandra. Pasti kamu akan menjadi ketagihan." ucap Gita. Kasandra kembali menepuk jidatnya setelah itu menoyor kepala Gita yang saat ini sinting menurut penilaian Kasandra.


" Hadeuh! Ya Tuhan! Lama-lama aku bisa gila." keluh Kasandra. Kasandra meninggalkan Gita dan masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


" Hai Kasandra! Setelah ini kamu harus mencobanya dengan Pak Diandra." teriak Gita. Kasandra menutup pintu kamarnya dengan keras.


__ADS_2