
" Bagaimana tante?" tanya laki-laki itu yang usianya masih muda berjarak 5 tahun dari Desma.
Desma tersenyum dan masih berbaring di kasur kamar itu. Tubuhnya masih polos dan berisi itu sudah tidak malu- malu lagi dilihat oleh pemuda tinggi besar kokoh itu.
" Kita lanjutkan lagi atau sudah cukup?" tanya laki-laki yang tugasnya memang selalu memberi kepuasan tante- tante seperti Desma yang jarang dibelai oleh suaminya. Namun harga per satu malam lumayan besar karena dia bermain dilingkungan tante- tante yang berduit.
" Tunjukkan saja kemampuan dirimu menggoyang. Bukankah kamu belum memperlihatkan keperkasaan kamu sedari tadi?" jawab Desma yang sudah siap untuk trip ke dua sambil melebarkan kedua kakinya menantang.
Laki-laki itu tersenyum melihat Desma yang tanpa malu memperlihatkan goa nya yang sudah memerah akibat kena obok-obok tangan dan lidah milik pria itu.
Pria itu mulai menimpa badan Desma dan mulai rakus meraup bibir, leher hingga ke bawah perut Desma dengan lahapnya. Kali ini tidak sekedar mencium nun juga mencecap, menghisap, dan terkadang menyedotnya hingga Desma tanpa sadar berteriak keras tak tertahan. Laki-laki itu semakin liar ketika mendengar teriakan Desma yang mengisi ruangan kamar itu. Pria itu mulai menghujam kepemilikan nya dengan keras hingga pekikan tak tertahan lagi keluar dari mulut Desma tanpa ampun. Pria itu memainkan dan memompa dengan cepat seolah-olah tidak ada capeknya. Pria itu seolah bermain kuda dengan cepat karena dikejar oleh segerombolan musuh. Hal itu cukup lama pria itu lakukan sampai suara Desma nyaris tak terdengar lagi karena merasakan sensasi nikmat yang luar biasa.
Pelayanan pria itu sungguh bisa diacungi jempol. Sesuai harga yang fantastik untuk pria panggilan seperti dia. Keduanya sama-sama terkulai di atas peraduan itu. Mereka saling pandang untuk sesaat lalu senyuman itu terlempar dari bibir keduanya.
" Siapa nama kamu?" tanya Desma ingin tahu.
" Sebut saja Dori." jawab laki-laki itu dengan tersenyum.
" Terimakasih yah! Aku menyukai permainan kamu." ucap Desma tanpa malu.
" Tidak jadi masalah! Ini sudah pekerjaan aku. Tante sudah membayar aku mahal." sahut Dori.
" Apakah pekerjaan kamu ini saja?" tanya Desma penasaran.
" Iya!" jawab Dori singkat.
__ADS_1
" Apakah kamu sudah menikah atau punya istri?" tanya Desma penuh selidik.
" Aku masih lajang!" jawab Dori singkat saja.
" Oh baguslah!" sahut Desma sambil mendekati Dori yang masih telentang di sampingnya. Tangan Desma mengusap dada bidang Dori yang masih telanjang.
" Aku punya sedikit penawaran kepada kamu. Tentu saja jika kamu menghendaki dan menyetujui nya." kata Desma kini mulai tengkurap meneliti wajah laki-laki itu. Ternyata Dori benar-benar keren, ganteng banget dengan kulit yang bersih terawat.
" Apa itu tante?" tanya Dori masih sopan.
" Kamu mau tidak menjadi pacar aku?" tanya Desma tanpa sungkan. Hal itu membuat Dori tertawa tertawa terpingkal- pingkal.
"Hahaha! Tante! Ini akan berbahaya dengan posisi ini. Bagaimana kalau suami tante tahu dan semacamnya. Cinta satu malam saja tante, ini akan lebih membuat kita bebas dan kembali ke kehidupan kita masing-masing setelah kita selesai dengan hak dan kewajiban kita. Setelah kita selesai dengan transaksi jual beli ini. Dan setelah kita sama-sama memberi dan menerima ini." ungkap jujur Dori.
" Tapi sebenarnya aku hanya ingin semua yang sudah aku sukai, orang lain tidak boleh menyentuh dan memiliki nya. Dan aku tidak ingin berganti pasangan. Aku sudah cocok dengan kamu." kata jujur Desma.
" Aku bisa memberikan kamu rumah tempat tinggal, mobil dan uang sebagai tanpa aku sudah membeli kamu. Bagaimana?" tawar Desma yang sudah tidak peduli jika dengan tawaran nya tadi uang tabungan nya habis ludes.
" Hem? Nanti akan aku pertimbangkan tante. Tapi aku yang memilih sendiri semua yang tante tawarkan yah. Tipe rumah, mobil dan nilai uang sebagai kesepakatan awal. Dan aku juga harus memastikan uang tiap bulannya." kata Dori tanpa sungkan.
" Baiklah! Kita bertukar no WA yah. Aku tunggu chat dari kamu." kata Desma sambil melangkah menuju kamar mandi. Lalu tanpa ragu Dodi mengikuti Desma yang sudah masuk ke bathub. Desma tersenyum karena Dodi mulai liar ikut masuk ke bathub bersama dirinya. Desma benar-benar ketagihan akan pelayanan liar dan ganas oleh Dodi. Dodi mulai bermain dan memainkan tubuh seksi dan berisi milik Desma. Desma mulai meringis keenakan. Sensasi seperti ini tidak pernah Desma lakukan dengan suaminya SI Roy. Dori mulai menunjukkan aksinya.
" Aku akan membayar mahal atas tubuh kamu setelah ini." bisik Desma nakal.
" Jika sesuai dengan apa yang aku inginkan. Aku akan menerima tawaran ini tante." ucap Dori masih sopan.
__ADS_1
" Dan satu lagi. Jangan panggil aku tante lagi Dori." kata Desma manja.
" Lalu aku harus memanggil kamu apa sayang?" tanya Dori mulai selangkah lebih berani.
" Apa saja! Yang penting jangan tante. Itu menunjukkan kita beda jauh. Bukankah kita tidak berbeda. Kita sama-sama liar nya. Hahaha!" kata Desma tertawa diikuti oleh Dori.
" Desma saja yah!? Itu lebih dekat dan kamu memanggilku Dori." kata Dori akhirnya.
" Itu lebih baik dari panggilan tante." sahut Desma.
" Iya Desma! Aku akan menggenjot kamu lebih cepat!" ajak Dori tanpa memberi nafas Desma. Desma hanya tertawa melihat kenakalan Dori terhadap dirinya.
" Aku pastikan, kamu akan jatuh cinta padaku Dori." ucap Desma sambil meringis kena gigitan Dori di bagian sensitif nya.
" Oh ya? Bagaimana rasanya jatuh cinta itu?" tanya Dori dengan nafas yang sudah menderu- deru.
" Kamu menjadi tidak selera makan, tidak selera minum tidak nyenyak tidur sebelum berjumpa dengan aku." jawab Desma sambil terkekeh.
Dori sudah tidak menanggapi percakapan terakhir itu. Dori sudah mulai melancarkan aksinya. Serangan demi serangan Dori ia pancarkan pada Desma hingga jeritan manja, keluhan panjang, rintihan menggoda keluar dari mulut Desma. Dori semakin tertantang akan suara yang keluar dari mulut seksi Desma.
Seketika Desma lupa akan dirinya yang sudah menikah. Desma sesaat lupa akan sosok Roy di hatinya. Saat ini Desma masih haus akan semua itu. Semua itu yang sudah lama tidak Desma dapatkan dari laki-laki mana pun terutama suaminya, Roy. Desma semalam hingga pagi dimanjakan oleh Dori. Dirinya selalu dibimbing ke awan terbang menelusuri angkasa luas. melihat bintang- bintang nan indah.
Dori melakukan semua dengan senang. Perasaan canggung antara keduanya sudah tidak ada batasnya. Mereka mulai meraung dengan aksi mereka yang sama-sama ingin memberikan kepuasan.
" Ah Dori sayang! Aku akan kecanduan bersama kamu." kata Desma sambil merintih.
__ADS_1
" Hahaha!" Dori hanya tertawa mendengar nya.