GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
GITA DAN KASANDRA


__ADS_3

Hari ini Kasandra sedang berlatih teater untuk pementasan hari sabtu, tepatnya malam minggu nanti. Makanya semua yang bertugas memerankan tokoh serius dalam latihan sore hari ini. Kasandra sangat serius menunggu giliran masuk ke atas panggung. Kasandra masih membaca berulang-ulang dialog nya, supaya dirinya benar-benar menghayati dan tidak akan lupa dialog nya ketika sudah di atas panggung.


Gita terlihat sangat serius menikmati latihan sore hari itu sampai akhirnya giliran Kasandra mulai berakting dengan perannya sebagai protagonis wanita. Gita sampai melongo ketika Kasandra unjuk gigi mementaskan tokoh utama dalam cerita teater itu. Gita sampai menangis dan terharu dengan kata-kata yang diucapkan oleh Kasandra. Kasandra begitu menghayati peran dari tokoh Protagonis wanita itu. Sampai seorang laki-laki duduk di samping Gita pun, tidak disadarinya.


" Lawannya Kasandra, yah?" tanya laki-laki itu sambil memberikan air mineral kepada Gita.


" Eh?? Eh benar!" sahut Gita terlihat terkejut.


" Ambil ini!" kata laki-laki itu sambil menyodorkan kembali botol mineral kepada Gita.


" Eh, terimakasih!" sahut Gita akhirnya menerima botol mineral pemberian laki-laki itu.


" Sebentar lagi selesai kok, latihan nya." kata laki-laki itu sambil menatap Kasandra dengan tersenyum.


" Oh!" sahut Gita.


" Kamu sudah lama kenal dengan Kasandra?" tanya laki-laki itu.


" Sudah! Kasandra teman satu kost dengan aku." kata Gita jujur.

__ADS_1


" Kamu dulu kuliah dari jurusan apa?" tanya laki-laki itu.


" Dari jurusan ekonomi." jawab Gita.


" Oh!" sahut laki-laki itu.


" Kerja dimana?" tanya laki-laki itu.


" Di perusahaan konstruksi!" jawab Gita.


" Oh, keren!" sahut laki-laki itu akhirnya.


Tidak beberapa lama, laki-laki itu naik ke atas panggung dan mengumpulkan semua orang dari anggota teater tersebut. Mereka membentuk lingkaran kecil mendengarkan pengarahan dari laki-laki itu.


" Jadi? Hari ini cukup dulu yah latihannya. Besok kita sambung lagi latihannya. Pementasan teater ini adalah satu tim. Kita harus kompak dan disiplin. Jika satu rusak akan menjadi kacau semuanya." kata laki-laki itu akhirnya.


Setelah laki-laki itu menutup dengan doa, lingkaran kecil itu akhirnya memudar. Masing-masing orang kembali ke habitatnya masing-masing. Ada yang langsung pulang, ada yang masih ngobrol dengan yang lain di atas panggung.


" Hai Gita!" panggil Kasandra sambil menghampiri Gita.

__ADS_1


" Kamu sungguh luar biasa Kasandra! Aku saja sampai mau mewek melihat akting kamu loh!" cerita Gita dengan jujur.


" Kamu lebay!" sahut Kasandra sambil duduk dan minum air putih di botolnya.


" Laki-laki yang kasih pengarahan kepada kalian suatu siapa namanya?" tanya Gita sambil melihat ke arah laki-laki itu yang masih di atas panggung mengobrol dengan yang lainnya.


" Oh itu! Dia bernama Elzatta. Ganteng yah?" jawab Kasandra sambil melihat ke arah laki-laki yang dia sebut Elzatta itu. Sepertinya ber telepati, Elzatta sesaat melemparkan senyumannya ke arah Kasandra lalu dengan sangat santai melambaikan tangannya.


" Eh?" kata Kasandra dan Gita sambil berpandangan.


" Tampaknya dia naksir kamu deh, Kasandra!" bisik Gita ditelinga Kasandra.


" Ngawur! Dia itu sudah memiliki kekasih. Itu yang ada disebelah nya itu, yang memerankan tokoh antagonis." kata Kasandra kepada Gita dengan pelan.


" Lah? Benarkah?" tanya Gita.


" Sudahlah! Ayo kita makan!" ajak Kasandra sambil menarik tangan Gita keluar gedung teater itu.


Tampak Elzatta menatap kepergian Kasandra dan Gita dari gedung teater itu dengan berat hati.

__ADS_1


" Bang Elzatta! Kita makan yuk!" ajak Dita kepada Elzatta.


" Eh, ayo! Kami cabut dulu semua nya!" ucap Elzatta sambil meninggalkan tempat itu bersama Ditta pacarnya.


__ADS_2