GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
BERBUNGA-BUNGA


__ADS_3

Di dalam kamar Kasandra, Gita mulai menceritakan kejadian tadi sore kepada Kasandra. Gita dengan wajah yang bersinar menceritakannya. Kasandra ikut merasakan kebahagiaan itu ketika malam hari ini melihat Gita tidak lagi sedih karena Gita kini sudah jadian dengan Elzatta. Walaupun Kasandra sedikit berpikir juga, secepat itu Elzatta menjalin hubungan dan jadian dengan Gita setelah baru malam minggu kemarin Elzatta menyatakan perasaannya dan ingin menjadikannya kekasih atau pacar. Kasandra hanya takut saja, Elzatta tidak benar-benar menyukai Gita namun hanya sebagai pelampiasan saja karena cinta nya telah ditolaknya. Namun karena Gita begitu bahagia dengan resminya dirinya berpacaran dengan Elzatta, maka Kasandra ikut senang saja.


" Kamu tahu Kasandra? Aku begitu senang sekali ternyata Elzatta menyukai aku juga. Dan menurut ceritanya dia mengatakan kalau kemarin hanya bercanda saja dengan kamu. Tidak serius dan hanya menguji kamu saja, Kasandra." cerita Gita. Kasandra menahan emosi nya mendengar semuanya itu.


" Sialan! Memang lidah tidak bertulang. Dia enak sekali berkata seperti itu kepada Gita. Maksudnya apa? Supaya Gita mempercayai nya?" batin Kasandra kesal.


" Untung saja aku sudah ada Diandra, kalau sempat aku jadian dengan Elzatta, apa dia juga akan mempermainkan kami berdua seperti ini? Kutu rambut yang bikin gatal!" umpat Kasandra dalam hati.

__ADS_1


" Oh iya, Kasandra! Bagaimana dengan kamu?" tanya Gita. Kasandra hanya tersenyum saja. Kasandra sekarang malah sibuk membalas chat dari Diandra. Chat dari Diandra, dirinya request masak rendang. Kasandra, karena malas hanya berpikir jahil saja. Dia nanti akan pergi ke warung padang saja untuk membeli jenis lauk itu. Pasti ada rendang daging di sana. Kasandra tanpa sadar terkekeh sendiri. Gita menjadi kepo akan tingkah Kasandra.


" Ada apa dengan kamu sih?" tanya Gita. Kasandra tersenyum saja.


" Ada apa, Kasandra?" tanya Gita kembali.


" Tidak apa- apa kok!" sahut Kasandra.

__ADS_1


" Benarkah? Apa kamu tahu, apa judul dan tema yang diangkat dalam cerita nanti?" tanya Kasandra serius.


" Kata Elzatta sih, ini cerita perselingkuhan. Judulnya Aku dan Kenangan, katanya Elzatta." cerita Gita serius.


" Oh begitu yah?" sahut Kasandra.


" Akhir tahun? Itu artinya dua bulan lagi? Dan dua bulan lagi Diandra juga akan mengadakan pameran lukisan nya. Namun entah tanggal berapa dia melangsungkan pameran lukisan itu bersama tim-nya." batin Kasandra.

__ADS_1


" Lalu setelah pameran itu, Diandra merencanakan ingin meminang aku." batin Kasandra kini tersenyum ketika mengingat kalau Diandra sudah serius dengan dirinya. Bahkan anak beserta papa, mama nya pun mendukung kalau Diandra menikah dengan Kasandra. Walaupun Diandra adalah duda beranak satu, Diandra tidak mempermasalahkan semua itu. Di hatinya saat ini, Kasandra sudah mulai jatuh hati dengan Diandra. Rasanya ada rindu jika sehari tidak berada di dekat Diandra. Rasanya damai kalau sudah berada di samping Diandra di tempat kerjaan nya.


" Woy! Kenapa kamu malah senyum senyum saja sih? Ah sudahlah! Aku kembali ke kamar aku dulu! Aku mau video Call dengan ayang bebeb dulu, Elzatta." kata Gita sambil keluar dari kamar Kasandra. Kasandra tersenyum melihat Gita yang berbunga-bunga.


__ADS_2