
Hari itu setelah seharian menemani Diandra bertemu dengan rekan bisnisnya dan juga aktivitas biasanya mencatat hasil pertemuan, agenda harian dan juga mencatat jadwal- jadwal pertemuan dengan beberapa klien dan meeting, Kasandra langsung menuju ke sanggar. Kali ini Diandra menyuruh Pak Hermawan mengantar Kasandra ke sanggar, dikarenakan Diandra mendadak ada urusan bersama papanya memantau bisnisnya di luar kota. Perjalanan bisnis yang tiba-tiba dilakukan oleh Diandra dan setelah itu Diandra harus menemani papa nya Pak Adityawarman ke luar negeri dalam urusan bisnis di luar negeri itu. Resiko menjadi putra mahkota harus siap belajar karena tingkat estafet pemimpin perusahaan bakal turun dan diwariskan oleh nya.
Dengan wajah masam dan cemberut, Diandra harus melepas Kasandra diantar oleh Pak Hermawan. Pak Herman malah semakin membuat Diandra jengkel karena sesekali menggoda Kasandra. Kasandra menjadi cekikikan ketika Diandra terlihat cemburu kepada Pak Herman saat memboncengkan Kasandra dengan motor laki-laki itu.
" Ayo Kasandra, pegangan yang kuat!" kata Pak Herman sengaja. Diandra seketika membulat matanya.
" Jangan pegangan!" sahut Diandra. Keduanya malah cekikikan melihat Diandra yang super cemburu ketika Kasandra diantar Pak Herman ke tempat sanggar.
" Jangan di dengar Diandra! Kamu harus pegangan, Kasandra! Kalau kamu jatuh, aku juga yang kena maki oleh bos kamu yang super cemburu itu." kata Pak Herman tidak peduli.
__ADS_1
" Mas, kami pergi!" ucap Kasandra sambil melambaikan tangannya dengan Diandra yang melepas kepergian Kasandra. Diandra kini ditarik tangannya oleh papa nya ke dalam mobilnya.
" Ayo Diandra! Kliennya sudah nelponin papa terus ini!" kata Pak Adityawarman. Kali ini Pak Adityawarman sengaja tidak membawa sopir pribadinya dan Diandra suruh menyetir mobilnya.
" Kamu fokus menjalankan mobilnya! Awal bulan, kalian harus benar-benar sudah menikah! Papa dan mama sudah cocok dengan Kasandra. Apalagi dengan anak kamu, Sifa." kata Pak Adityawarman.
" Iya, pa! Januari tanggal 23/01/2023. Setelah aku menyelenggarakan pameran lukisan dan seni sedangkan Kasandra dengan pementasan teater di bulan yang sama juga." terang Diandra. Pak Adityawarman mengangguk setuju.
" Hati-hati, setelah ini dia nanti kebablasan menjadi aktris loh! Penggemarnya semakin banyak! Secepatnya kamu nikahi Kasandra, supaya laki-laki tidak ada yang berani mendekati dia." goda Pak Adityawarman. Diandra seketika menjentikkan jarinya.
__ADS_1
" Papa, bagaimana kalau sebelum perjalanan bisnis ke luar negeri kami bertunangan dulu." kata Diandra. Pak Adityawarman menarik nafasnya dengan kasar.
" Sudah tidak ada waktu lagi, Diandra! Besok siang kita harus berangkat perjalanan ke luar negeri. Nanti saja setelah pulang dari sana! Oke?" sahut Pak Adityawarman.
" Tapi perjalanan bisnis nanti memakan waktu hampir sepuluh hari di sana. Sepuluh hari, itu Kasandra juga sudah mulai sibuk latihan drama teater. Aku jadi takut, Kasandra di dekati sutradara itu." ucap Diandra kecepatan begitu saja. Pak Adityawarman terbahak tawanya.
" Papa yang membuat aku jadi khawatir! Ini malah aku ditertawakan." sahut Diandra.
" Kamu percaya dengan Kasandra kan? Jadi kamu tidak perlu khawatir jika Kasandra benar-benar mencintaimu, dia tidak akan tergoda dengan pria manapun yang berusaha mendekati dirinya." kata Pak Adityawarman. Diandra kembali tenang.
__ADS_1
" Iya, aku percaya dan sangat percaya kalau Kasandra akan setia menunggu aku." sahut Diandra percaya diri. Pak Adityawarman tersenyum simpul.
" Kamu sudah berumur pun, kelakuan masih seperti remaja yang baru jatuh cinta." kata Pak Adityawarman cekikikan. Diandra cuek sambil membelah jalanan dengan mobil mewah milik papa nya itu.