GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
JALAN- JALAN 2


__ADS_3

Pelan- pelan Diandra mulai menjalankan mobilnya setelah melambaikan tangan dari dalam mobilnya dan membunyikan klaksonnya. Kasandra, Gita, Sifa dan juga laki-laki itu yang tidak lain adalah Elzatta tersenyum ramah terhadap Diandra.


" Kok, ayah kamu gak mau turun dari mobilnya dan mampir dulu ke rumah sih, dik?" tanya Gita sambil melirik ke arah Kasandra dan Elzatta.


" Kata Ayah ada sedikit urusan dengan sahabatnya mengenai lukisan. Sebentar lagi ada pameran soalnya. Dan ayah juga akan mengikutinya." terang Sifa.


" Oh begitu! Tante jadi ingin melihat karya-karya lukisan dari ayah Diandra." sahut Gita yang mendapat anggukan dari Kasandra. Elzatta hanya menyimak sambil memperhatikan mereka.


" Oke! Kita berangkat sekarang yuk!" ajak Elzatta.


" Oke!" sahut mereka semua.


*******


" Sifa! Nanti kalau pulang titip salam buat ayah kamu yah!" ucap Gita sambil malu- malu. Kasandra jadi membulat matanya mendengar ucapan Gita pada Sifa.


Gita jadi terkekeh-kekeh melihat reaksi wajah Kasandra.


Saat ini mereka sudah berada di pusat perbelanjaan di kota. Mereka sekarang lagi di Timezone. Elzatta sudah menggiring mereka ke tempat bermain rollercoaster. Elzatta sudah membeli tiket masuk ke permainan yang memunculkan adrenalin itu tanpa minta persetujuan dari Kasandra, Gita dan anak Diandra.


" Iya tante nanti akan aku sampaikan salam nya ke ayah!" sahut Sifa sambil melirik ke arah Kasandra yang kini pura- pura tidak memperhatikan percakapan mereka berdua.


Elzatta mengajak ciwi-ciwi itu ke tempat bermain rollercoaster.


" Ayo gadis- gadis kita main di sana!" ajak Elzatta sambil menarik tangan Kasandra dan mengajak Gita, Sifa supaya mengikutinya dari belakang. Sifa yang melihat Kasandra seolah di dekati om Elzatta, jadi kurang suka.


" Waduh! Saingan ayah juga keren habis. Punya penampilan yang oke juga. Dan perhatian sekali dengan tante Kasandra. Ini tidak boleh dibiarkan." pikir Sifa yang berjalan di belakang Elzatta dengan Kasandra. Gita memperhatikan Sifa dengan tatapan kurang suka jika Kasandra didekati oleh Elzatta.

__ADS_1


" Ayo naiklah kalian!" suruh Elzatta. Ketiga gadis ragu- ragu dan takut untuk naik rollercoaster tersebut. Namun petugas yang ramah itupun segera mempersilahkan mereka semua untuk masuk dan mengikatkan sabuk pengaman dan memastikan sabuk itu terpasang dengan benar. Elzatta duduk di dekat Kasandra. Wajah Kasandra sudah mulai tegang karena permainan inilah yang selama ini selalu di hindari nya. Ini Elzatta tiba-tiba mengajaknya dengan paksa bermain rollercoaster itu.


" Kasandra, kamu jangan takut! Nanti berteriak-teriak saja kalau memang ingin berteriak dan takut ketinggian. Dan jangan khawatir, aku selalu di sampingmu. Pegang tangan aku jika kamu takut ketika sudah dipuncak ketinggian itu." kata Elzatta penuh perhatian karena melihat Kasandra yang sudah tegang.


Berbeda dengan Sifa dan Gita. Mereka sudah sering bermain rollercoaster itu. Baginya ini permainan yang seru untuk melepaskan segala beban. Dan tempat permainan itu sebagai pelampiasan untuk berteriak-teriak sepuasnya.


" Kamu tidak apa- apa kan, nak?" tanya Gita kepada Sifa seolah-olah sudah menganggap Sifa seperti anaknya yang bakal menikah dengan ayahnya. Hahahaha.


" Jangan khawatir, tante Gita! Aku sudah sering bermain rollercoaster dengan ayah! Ini mah sudah biasa banget." kata Sifa sombongnya.


" Oh ya? Kamu bermain dengan ayah kamu? Ayah kamu sungguh ayah yang perhatian dengan anaknya yah? Aku semakin tertarik dan terpesona." sahut Gita benar-benar tidak menyangka jika Diandra sangat perhatian dengan putrinya.


" Tentu saja! Ayah selalu menemani aku kalau renang juga, tante! Makanya kemarin waktu lihat pertunjukan teater ketika tante Kasandra main, aku juga ikut menyaksikannya bersama ayah." kata Sifa.


" Mama kamu? Kamu kurang dekat dengan mama?" tanya Gita penuh selidik.


" Jadi kamu segera dapat ayah tiri dong!" goda Gita.


Sifa malah manyun bibir nya.


" Mama hanya kasih aku barang- barang mewah dan kasih aku uang saja. Yah, terkadang ngajak shopper aja. Tapi sekarang setelah mama bertemu dengan om Pandu, jadi lupa deh dengan aku." cerita Sifa.


" Om Pandu?" sahut Gita.


" Iya, om Pandu kekasih mama sekarang! Mungkin akan menjadi ayah tiri aku. Om Pandu memang ganteng sih, tapi bagi aku lebih ganteng ayahku dibandingkan dengan om Pandu." terang Sifa. Gita jadi mengusap puncak kepala Sifa.


Setelah semua tempat sudah terisi. Permainan rollercoaster itu sudah mulai berjalan pelan lalu mulai cepat dan cepat. Naik turun sehingga membuat teriakan- teriakkan terdengar di sana. Gita dan Sifa berteriak-teriak namun sesekali malah tertawa penuh riang. Berbeda dengan Kasandra yang benar-benar takut. Wajahnya seketika memucat. Elzatta seketika memegang pergelangan tangan Kasandra memberikan kekuatan untuk Kasandra.

__ADS_1


" Berteriak-teriak saja, Kasandra! Jangan takut, sayang!" kata Elzatta dengan suara yang keras.


Benar- benar permainan itu menjadi menciut Kasandra.


Sampai beberapa putaran permainan rollercoaster itu berjalan. Gita dan Sifa masih tidak ada takutnya. Hingga permainan itu berhenti berputar. Mereka lalu melepas pengaman nya dan mulai keluar dari kursi mereka.


Kasandra berjalan sedikit merasakan puyeng. Elzatta tersenyum melihat Gita dan Sifa saling bergantian. Elzatta menuntun Kasandra ke tempat duduk di depan kios kecil di mall itu yang menjual sosis bakar dan minuman. Elzatta menyerahkan dompetnya ke Gita supaya membelikan minuman atau sosis bakar tersebut. Gita dan Sifa segera memesan sosis bakar tersebut. Namun Sifa lagi- lagi tidak menyukai kalau Om Elzatta dekat- dekat dengan tante Kasandra.


" Ah om Elzatta modus banget! Ayah kalah satu langkah deh!" pikir Sifa.


" Sifa! Kamu mau sosis bakar kan?" tanya Gita penuh perhatian.


" Iya tante! Teh botolnya satu tante!" kata Sifa.


" Itu teh botolnya ambil saja di lemari pendingin. Kasih tante Kasandra dan om Elzatta dulu, nak! Kasihan tante Elzatta masih pucat wajahnya. Hehehe." kata Gita.


" Iya, tante Kasandra harus sering- sering main rollercoaster deh supaya hilang takutnya. Entar aku mau ajak tante Kasandra dengan ayah juga." kata Sifa lalu berjalan mendekati tante Kasandra dengan om Elzatta yang duduk di kursi itu.


" Jangan lupa, tante Gita nanti juga di ajak loh!" sahut Gita dengan sedikit berteriak karena Sifa sudah berjalan mendekati Kasandra dan Elzatta.


" Tentu, tante!" sahut Sifa sambil menengok kembali ke arah Gita.


" Tante! Om Elzatta! Ini minuman nya!" kata Sifa menyerahkan teh botol yang dingin itu.


" Terimakasih Sifa cantik!" sahut Elzatta. Kasandra hanya tersenyum masih malas berucap. Elzatta hanya tersenyum melihat wajah pucat Kasandra.


" Ini diminum dulu, Sandra! Setelah ini kita main rollercoaster lagi yah!" goda Elzatta.

__ADS_1


" Ogah! Aku gak mau!" sahut Kasandra sambil meminum teh botol dingin itu. Elzatta terkekeh-kekeh dibuatnya.


__ADS_2