GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
DESMA MENGGODA


__ADS_3

Diandra duduk di kursi yang biasa dipakai nya untuk melukis. Di meja tidak jauh dari nya ada kopi dan roti bakar kesukaan nya. Diandra beberapa bulan ini membiarkan rambutnya panjang tidak di potong. Jadi tampak terlihat seperti seniman yang cuek terhadap dirinya sendiri.


Ketukan pintu mulai terdengar di kamar itu. Disertai suara yang sudah tidak asing lagi bagi Diandra. Dia adalah suara putri semata wayangnya yaitu Sifa.


" Ayah! Ada tante Desma." sedikit teriakan dari Sifa disertai ketukan ke pintu kamar yang dijadikan tempat untuk mengekspresikan segala hasil karya Diandra yaitu karya seni lukis.


"Masuk saja, sayang! Pintunya tidak dikunci kok." kata Diandra dengan suara keras.


Seorang wanita yang berparas cukup cantik dengan body yang sangat berisi masuk ke kamar yang dijadikan untuk kerja Diandra. Sedangkan Sifa kembali ke kamar nya.


" Kenapa kamu malam- malam begini datang kemari? Tidaklah suami kamu akan mencari kamu, Desma." ucap Diandra.


" Tidak akan! Dia sudah sibuk dengan bisnis dan koleganya. Wanita- wanita cantik pasti sudah ada di sekeliling nya bagaikan semut yang mengelilingi gula." kata Desma dengan tersenyum getir.


Desma mendekati Diandra dan duduk tidak jauh sambil memandang Diandra yang masih fokus dengan garapannya. Desma mengeluarkan bungkusan rokok yang ada di dalam tasnya lalu mengambil batang rokok itu dan menyalakan nya. Desma pelan- pelan menghisap nya dan asap rokoknya sengaja dia buang ke muka Diandra.


" Eh, kamu kenapa sih? Ada apa dengan kamu? Aku lagi sibuk nih. Jangan ganggu aku dulu. Oke!" kata Diandra.

__ADS_1


" Aku datang, Diandra! Tolong hentikan aktivitas kamu sebentar." kata Diandra.


" Sebentar lagi. Masih nanggung nih." sahut Diandra.


Desma masih berusaha menarik perhatian Diandra dengan membunyikan barang- barang yang ada disekitar nya. Jari Tangannya masih menyelipkan batang rokok yang menyala itu.


" Desma? Tenanglah! Sebentar lagi selesai ini. Kamu diamlah di sana dan jangan ganggu aku." pintar Diandra.


" Baiklah!" kata Desma sambil melepas kaos ketat yang dikenakan nya. Kini Desma hanya menggunakan bra sportnya.


" Istri kamu tidak terlihat." kata Desma yang sebenarnya tidak memerlukan tanggapan dari Diandra.


" Hahaha. Kalau begitu bagaimana kalau kita bersenang- senang sendiri." ajak Desma serius.


" Hatiku sudah senang kok. Apa yang akan aku cari lagi? Kesenangan seperti apa yang kamu maksud?" ucap Diandra masih fokus dengan coretannya.


" Apakah aku harus menggoda kamu terlebih dahulu, Diandra? Sudah berapa lama kamu tidak gituan?" kata Desma tanpa malu.

__ADS_1


" Kamu sudah berapa lama tidak gituan sama Si Roy, suami kamu itu." Diandra malah balik bertanya.


" Aku sama Roy? Sudah lama banget." jawab Desma jujur.


Diandra hanya diam dan tersenyum sambil melirik ke Desma. Seketika matanya membulat sedari tadi Diandra memang tidak memperhatikan Desma yang melepas kaos ketatnya.Yang saat ini memakai bra sport yang tampak indah sekali dua gundukan daging milik Desma itu. Dengan ukuran yang super jumbo itu terlihat sedikit memberontak dari wadah bra sport nya. Diandra jadi tersenyum melihat tingkah Desma yang mulai menggoda nya.


" Kamu kenapa tersenyum, Diandra?" tanya Desma yang sudah duduk di depan Diandra dengan membawa kursinya duduk di hadapan Diandra yang segera merampungkan kerjaan nya.


" Kamu kenapa di depan aku, Desma? Kamu ingin aku melukis body kamu yang bikin ngeces pria jika melihat nya? Tapi herannya kenapa Si Roy tidak berselera dengan kamu, Desma?" kata Diandra sambil tertawa.


" Dia sudah sangat kenyang makan di luar. Jadi ketika pulang, melihat aku sudah enek." kata Desma.


" Hahahaha."Diandra tertawa.


" Bagaimana dengan kamu, Diandra? Apakah kamu tidak berselera dengan aku?" tanya Desma.


" Hahaha. Kamu menggoda aku?" sahut Diandra lalu mengambil bungkus rokok dan koreknya.

__ADS_1


Diandra melangkah pergi keluar dari kamar itu meninggalkan Desma yang masih di ruang itu.


" Sialan! Aku ditinggal begitu saja." umpat Desma lalu bergegas mengejar Diandra sambil mengambil kaos ketatnya.


__ADS_2