
Hari sabtu pagi Sifa sudah sibuk bersiap- siap. Dirinya sudah ada kencan dengan seseorang. Sesuai yang dia bilang kepada ayahnya, Sifa akan jalan- jalan dengan Kasandra. Dengan tante Kasandra mau nge mall, juga. Saat ini Sifa dan Diandra masih berada di rumah nenek kakek nya. Sedangkan Diana sudah pamit kembali pulang ke rumahnya. Lebih tepat nya rumah barunya yang saat ini bersama Pandu.
Diandra masih tidur di kursi sofa panjang ruang tengah. Sifa yang sudah selesai mandi mulai mendekati ayahnya dan mulai membangunkannya.
" Ayah! Ayah bangun! Aku pergi ya yah! Ayah mau antar aku tidak?" kata Sifa pelan. Diandra pelan- pelan membuka matanya.
" Mau kemana sayang?" tanya Diandra.
" Kencan dengan tante Kasandra!" jawab Sifa.
" Hah? Kok pagi sekali sih nak? Sarapan dulu gih!" kata Diandra sambil membenarkan duduk nya.
"Aku takut tante Kasandra terlalu lama menunggu aku lama, Ayah!" sahut Sifa.
" Engga sayang! Sarapan pagi dulu! Tunggu ayah mandi dulu sebentar, nanti kita sarapan bersama lalu ayah akan mengantarkan kamu ke tempat tante Kasandra." kata Diandra lalu melangkah masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Sifa sudah duduk di ruang makan dan mulai makan makanan yang sudah disiapkan oleh beberapa asisten rumah tangga di rumah itu. Pak Adityawarman beserta istrinya masih berada di dalam kamarnya. Tidak berapa lama Pak Adityawarman, kakek Sifa keluar dari kamarnya beserta nenek Sifa. Mereka duduk di kursi makan itu. Sifa mencium tangan kakek neneknya sebelum kedua nya duduk di kursi tersebut.
" Makan yang banyak, Sifa!! Biar tambah tinggi seperti ayah kamu. Ayah kamu dimana?" kata Pak Adityawarman, kakek Sifa.
"Masih mandi, kek!" jawab Sifa sambil memasukkan satu sendok bubur ayam ke mulutnya.
" Sifa! Habis ini ikut nenek yuk!" ajak Bu Adityawarman.
" Maaf, nenek! Sifa sudah ada janji dengan ..." kata Sifa namun dirinya sangat ragu- ragu untuk bilang tante atau kawan kepada nenek nya itu.
" Bukan kakek! Maksud Sifa, teman. Iya benar teman." ucap Sifa.
" Oh teman, nek! Bukan pacar kok!" goda kakek Adityawarman.
Nenek kakek Sifa tersenyum jahil melihat ekspresi lucu dari Sifa. Tidak lama kemudian, Diandra datang dengan penampilan sudah rapi berjalan mendekati kursi makan. Diandra mulai membuka piringnya dan mulai mengambil beberapa makanan yang menggugah selera makannya pagi itu.
__ADS_1
" Kamu juga hendak janji dengan teman kamu, Dra?" tanya Pak Adityawarman sambil terkekeh, Sifa jadi tersenyum malu.
" Mau mengantarkan Sifa bermain!" jawab Diandra sambil menyantap sarapan paginya.
" Oh kirain kamu juga ikut janjian dengan teman kamu. Terus kapan rencana kamu mencari pengganti Diana. Mencari bunda sambung untuk Sifa?" goda Pak Adityawarman sambil melirik istrinya.
" Biar Sifa yang memilihkan untuk aku saja, Kek!" sahut Diandra ikut memanggil papa nya dengan panggilan kakek.
Kini kakek nenek Sifa melihat Sifa.Sifa yang dilihat oleh kakek neneknya jadi tersenyum saja.
" Kakek, nenek! Jangan khawatir, semua dalam proses! Kakek nenek tenang saja! Sifa akan mencarikan calon bunda yang baik untuk ayah dan juga untuk Sifa. Tentunya menyayangi kakek dan nenek juga." kata Sifa dengan memainkan matanya.
" Sifa! Apakah kamu sudah ketemu calon nya?" tanya nenek Adityawarman.
" Wah! Rahasia dong nek!" sahut Sifa sambil melahap makanannya.
__ADS_1