GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
DIANDRA KUAT


__ADS_3

Diandra kini masuk ke kamar pribadinya dan mulai melepas kaos oblong dan celana nya. Kini Diandra hanya berbalutkan handuk yang tampaknya akan bergegas mandi. Memang Diandra kalau setelah melukis selalu membersihkan badannya walaupun tadi sebelum melukis dirinya sudah mandi. Diandra adalah tipe laki-laki yang suka bersih. Jadi kamar dan di rumahnya pun selalu bersih dan rapi Walaupun dirinya adalah seorang seniman.


Kembali ketukan pintu dikamar nya kembali terdengar dan Diandra sudah berada di dalam kamar mandinya. Siapa lagi yang mengetuk pintu kamarnya itu, tidak lain adalah Desma.


" Diandra! Bukakan pintunya!" teriak Desma sambil mengetuk pintu kamar milik Diandra. Sifa yang mendengar teriakan Desma hanya menghela nafasnya. Sifat sungguh sudah memahami karakter Desma jika sudah bertandang di rumahnya. Desma selalu bikin ramai dan mengganggu papanya.


" Diandra!" panggil Desma dengan keras sambil berusaha membuka pintu kamar itu dan mendorong nya. Pintu kamar itu terbuka. Ternyata Diandra lupa mengunci nya dan hanya menutupnya saja. Desma akhirnya masuk ke kamar milik Diandra tanpa ijin dari siempunya kamar.


" Dimana Diandra?" gumam Desma sambil mencari keberadaan Diandra.


Suara gemericik air terdengar sangat jelas. Pelan- pelan Desma mulai menyadari kalau Diandra sedang mandi. Desma tersenyum penuh dengan pikiran nakal. Pelan- pelan dirinya pun mulai membuka pintu kamar mandi itu. Dalam pikirannya, mana tahu Diandra juga tidak mengunci pintu kamar mandinya. Benar saja, Diandra benar-benar tidak menguncinya. Dengan mudah Desma masuk dan mendekati Diandra yang sedang mandi.


Betapa terkejut nya Diandra dengan kenakalan Desma yang masuk ke kamar mandi itu ketika dirinya pun ada didalamnya. Dengan cepat, Diandra mengambil handuknya dan menutupi bagian pribadi nya.

__ADS_1


" Sialan! Kamu seperti tidak punya kerjaan Desma!" umpat Diandra sambil melangkah keluar dari dalam kamar mandi itu. Diandra memang sudah selesai membersihkan tubuhnya. Namun sebelum sampai pintu kamar mandi itu, Diandra ditahan oleh Desma. Desma dengan sigap melingkarkan kedua tangannya ke leher milik Diandra. Wajahnya didekatkan lebih dekat ke wakah Diandra. Desma ingin mencium bibir seksi dan tebal milik Diandra. Namun Diandra memalingkan wajahnya supaya ciuman itu tidak mendarat ke bibirnya.


Desma merasa dirinya ditolak mentah-mentah oleh Diandra.


" Kamu menolak aku? Kamu tidak mau gituan dengan aku? Padahal aku dengan sangat sukarela menginginkan kamu dan membuat kamu senang, Diandra." kata Desma dengan kecewa.


Desma melepas kedua tangan Desma yang bergelayut manja di lehernya. Dan Diandra mulai keluar dari kamar mandi itu.


" Desma! Aku sungguh tidak berminat dengan wanita yang sudah beristri. Ingat itu baik- baik." kata Diandra tegas.


" Apa?" teriak Desma dengan penuh kekecewaan dan emosi. Dengan langkah cepat akhirnya Desma keluar dari kamar milik Diandra dengan membanting pintu kamar Diandra dengan keras.


Diandra menarik nafasnya dan menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


" Ada apa dengan kamu, Desma? Kamu seolah tidak ada harga dirinya." ucap Diandra pelan.


Setelah Diandra memakai pakaian nya, kini dirinya membaringkan tubuhnya. Hari ini sungguh melelahkan baginya. Kesepiannya tidak menggoyahkan dirinya untuk berbuat sesuatu yang diluar garis dan norma. Walaupun sebenarnya jiwa laki-laki nya menginginkannya namun bukan berarti dirinya bisa bebas melakukan semua itu diluar aturan dan norma agama.


Baginya ini adalah ujian hidupnya dan sangat berat untuk dilaluinya. Suatu hari, dirinya akan mendapatkan seseorang wanita yang memahami dan mengerti dirinya.


"Ayah!" panggil pelan Sifa putri semata wayangnya sambil membuka pintu kamar papanya setelah sebelumnya mengetuknya.


" Iya, Sifa sayang! Ada apa?" tanya Diandra pelan dan penuh kelembutan.


" Ayah, besok Sifa ada tugas kerja kelompok. Ayah ada uang seratus ribu tidak?" tanya Sifa pelan- pelan.


" Oh, tentu saja ada sayang! Hahaha. Kirain apa." sahut Diandra sambil mengambil dompetnya.

__ADS_1


__ADS_2