
Masih di apartemen milik Edo. Suara sangat berisik terdengar dari luar kamar Edo. Pandu sampai geleng-geleng kepala karena permainan liar dari Edo juga tante Salma di kamar Edo. Pandu menjadi sangat penasaran ingin menyaksikan adegan dua puluh satu tahun ke atas itu. Pelan- pekan Pandu berdiri dari tempat nya duduk yang sedari tadi di depan televisi. Pandu mulai melangkah menuju kamar Edo dan mulai membuka pintu kamar milik Edo. Dalam pikirannya Pandu, mana tahu Edo lupa akan mengunci kamarnya dan hanya menutup saja. Namun Pandu akhirnya hanya menggigit jarinya saja karena kenyataan nya pintu kamar itu di kunci oleh Edo. Ingin rasanya Pandu mengintip kedua pasangan yang sedang bermain itu. Sifat penasaran Pandu itu lantaran suara Edo dan tante Salma sungguh begitu menggoda. Keduanya seakan lupa ada Pandu di luar kamar itu sehingga tanpa berpikir panjang mereka berdua menyuarakan suara- suara yang bikin jantung berdebar hebat.
Pandu akhirnya hanya mampu kembali lagi ke ruang tengah di apartemen itu.
Sudah lama juga keduanya berada di dalam kamar. Akhirnya Pandu kembali pulang tanpa bilang dengan Edo yang masih di dalam kamarnya.
*******
Pandu sudah sampai di rumah Diana. Rumah itu masih sepi. Tampaknya Diana juga belum kembali dari tempat kerjaan nya.
" Halo!" ucap Pandu menerima panggilan masuknya sambil masuk ke dalam kamar.
" Kamu kenapa pulang, hah?" tanya Edo.
" Gila! Kalian hampir dua jam gak keluar kamar. Dan suara- suara kalian membuat aku gila. Kalian bermain kuda lumping atau apa sih? Berisik sekali kalian kalau bermain." ucap Pandu sewot.
" Hahaha, lain kali kamu mungkin bisa ikut bergabung dengan kami deh. Tentunya aku minta pendapat dari tante Salma dulu." kata Edo yang punya pikiran gila itu.
" Ogah!" sahut Pandu tegas.
__ADS_1
" Hahaha. Kami itu punya banyak variasi dalam. gaya ber cinta. Sehingga kami tidak monoton jika melakukan ritual di ranjang itu. Aku sebagai laki-laki yang hidup dibawah ketiak tante girang harus pandai bermain. Kamu tahu bukan segala kebutuhan, fasilitas dan juga apartemen itu semua di dapat dari tante Salma itu. Aku harus memberikan pelayanan yang baik bukan." cerita Edo.
" Iya! Iya! Aku paham!" sahut Pandu akhirnya.
" Bagaimana dengan kamu, Pandu? Apa yang sudah kamu dapatkan dari wanita mu itu?" tanya Edo ingin tahu.
" Aku sepertinya sudah benar-benar jatuh cinta dengan Diana. Aku sudah tidak sanggup untuk merampoknya. Aku tidak minta apa-apa. Diana sendiri yang selalu memperhatikan penampakan aku. Aku ngikut saja, Do! Mungkin setelah ini aku ingin bekerja apa saja untuk membahagiakan Diana." ungkap Pandu.
" Oh Pandu! Apakah kepala kamu sudah terbentur sesuatu hingga otakmu sekarang menjadi lurus?" sahut Edo meledek sambil terkekeh.
" Aku serius! Mungkin aku akan meminta dicarikan pekerjaan oleh Diana. Aku juga ingin membahagiakan Diana." kata Pandu seolah-olah sudah sangat bucin akan perasaan nya terhadap Diana.
" Baiklah! Aku hargai keputusan kamu untuk berhenti dari dunia pemuas tante- tante kesepian.... haha." ucap Edo terkekeh.
" Oh no! Apakah kamu tidak takut jika wanita mu nanti akan menyukai aku?" tanya Edo.
" Ah tidak! Diana wanita baik- baik. Dan hanya aku saja tempat untuk mencurahkan kasihnya." bela Pandu.
" Oke! Oke! Orang kalau lagi bucin yah begini.. ini." sahut Edo akhirnya.
__ADS_1
*******
Jam sembilan malam akhirnya Diana baru sampai ke rumah itu. Dilihatnya Pandu sudah tertidur di kamarnya. Pandu terlihat pulas dalam kamar itu.
Setelah berganti pakaian dengan drees tidur yang seksi , Diana mulai berbaring di samping Pandu. Diana mencium Pandu pelan. Ketika melihat Pandu yang tidur tersebut semakin membuat Diana tergoda untuk menciuminya. Selimut yang sudah menutupi Pandu di turunkan nya. Diana mulai menciumi Pandu dari atas sampai kebawah perut Pandu.
Saat sesuatu yang berada di bawah perut Pandu itu menegang pun, Pandu masih tertidur dengan lelap.
" Orang ini tidur nya seperti orang mati saja. Aku cium dan aku buat tegang bagian itupun masih juga belum bangun." ucap Diana sambil tersenyum lalu melepas semua celana pendek Pandu dan semua yang masih tersisa ditubuh Pandu. Diana aktif sendiri di atas tubuh Pandu setelah melepas ****** ******** sendiri. Diana mulai menguasai Pandu yang masih dalam keadaan tidur itu. Senjata milik Pandu masih tegak berdiri menjulang menantang. Diana lalu memasukkan senjata itu ke sarungnya. Pekikan yang tertahan dari suara Diana membuat Pandu mulai membuka mata.
" Eh??? Kamu sudah datang yah, sayang?" tanya Pandu yang membuka matanya. Pandu tersenyum wanitanya itu sudah berada di atas menimpanya. Diana sudah mulai memainkan pinggulnya maju dan mundur. Pandu mulai menikmati pergerakan itu yang semakin lama semakin cepat. Pandu mengerang fan suaranya histeris keras membuat Diana semakin brutal. Pandu mulai bersuara keras mengikuti permainan Diana. Kali ini Pandu benar-benar ingin seperti tante Salma dan Edo waktu ber cinta tadi pagi hingga siang itu. Suara mereka sungguh bikin Pandu tertarik meniru nya. Ini membuat sensasi yang luar biasa.
" Jangan ditahan suara kamu, Diana sayang! Berteriak-teriak lah dengan leluasa karena ini akan membuat kita semakin nikmat memainkan permainan ini." suruh Edo.
" Gila! Ini sungguh gila!" teriak Diana sambil mempercepat pinggul nya. Pandu semakin tidak tahan namun tidak ingin mengecewakan wanita nya. Wanita nya belum mencapai ******* nya. Pandu tidak boleh mengecewakan kekasihnya itu. Dirinya harus bisa menahan nya sebelum Diana merasa cukup di atas memainkannya.
" Sayang! Kamu pandai sekali!" puji Pandu sambil memejamkan matanya sambil tangannya mencari dua benda kenyal milik Diana yang ikut bergoyang- goyang karena Diana yang sangat aktif bermain di atas Pandu.
Sampai beberapa menit akhirnya Diana menegang dan ambruk di atas Pandu. Diana mencium kening Pandu dan mengecup bibir Pandu. Pandu tersenyum, kekasihnya itu sudah puas bermain di atas tadi. Kini giliran dirinya yang berperan dan menutup semuanya. Diana mengikuti permainan yang akan dikuasai oleh Pandu. Diana sudah pasrah dan kini dirinya benar-benar menikmati nya karena Pandu lah yang memberikan kasih itu kepada Diana. Sambil menggigit bibir bawahnya sendiri, Diana benar-benar seperti dibawa terbang melayang ke planet mars. Pandu dengan ritme yang sungguh cepat membuat dunia fantasi liat mereka menjadi penuh warna. Sampai terakhir teriakan dan lenguhan diantara mereka terdengar keras. Sampai akhirnya mereka ambruk lemah dengan nafas yang masih tersengal.
__ADS_1
" I love you, Diana sayang!" bisik Pandu akhirnya.
" I love you to, Pandu!" sahut Diana sambil mengecup dahi Pandu.