
Di tempat lain, Gladis pun terlihat sibuk dengan aktivitas nya melukis pemandangan di suatu tempat tidak jauh dari villa tempatnya menginap bersama kekasihnya. Gladis dengan lihai mencampur beberapa jenis warna untuk menghasilkan warna yang tampak natural dari obyek yang dilihatnya. Mata Gladis terlihat fokus seiring gerakan tangan yang lihai memainkan kanvas nya.
Tidak jauh dari Gladis memainkan kanvasnya di atas bukit itu, ada Dika yang duduk santai sambil menikmati minuman coklat hangat dengan rokok merk andalannya.
Ternyata Dika juga sedang video call dengan seseorang. Suara tawa, canda muncul diantara keduanya. Apalagi diseberang sana seorang wanita dengan santainya menunjukan bodynya yang seksi di percakapan video call diantara keduanya.
" Dika, sayang! Jadi kapan kamu menemui aku sayang?" tanya Sita dengan menunjukkan gayanya yang lemah gemulai menggoda.
" Nanti yah, sayang! Setelah aku dengan meeting dengan klien aku, yah!" tawar Dika sambil menatap Sita yang makin nakal menunjukkan bodynya yang aduhai. Dika seketika menelan air ludahnya karena sangat terpesona akan kemulusan Sita yang sengaja mempertontonkan dan memamerkan kepada Dika.
__ADS_1
" Baiklah! Aku selalu menunggu kamu, sayang. Tapi jangan lupa, aku perlu perawatan wajah dan shopping hari ini, sayang!" ucap Sita dengan manja.
" Oke! Setelah ini aku akan mentransfer untuk kamu, sayang!"sahut Dika.
" Aku tunggu yah, sayang! Muahh... muah.. muahh!" ucap Sita lagi dengan menggoda dan memberikan ciumannya dari jauh. Dika hanya tersenyum melihat gaya menggoda Sita lalu mematikan ponselnya.
Dika berjalan perlahan menuju bukit dimana ada Gladis yang masih sibuk memainkan warna- warna di atas kanvasnya. Dika menatap Gladis sambil tersenyum.
Dika tanpa menyapa dan mengganggu Gladis langsung memeluk Gladis dari belakang ketika Gladis dalam posisi berdiri sambil melukis obyek di didepannya maupun yang jauh namun masih terjangkau dari pandangan nya.
" Ehh? Dika sayang!" sahut Gladis yang sedikit terkejut dengan kehadiran Dika dan dengan tiba-tiba memeluk dirinya dengan lembut.
__ADS_1
Tangan Dika melingkar di pinggir milik Gladis. Kepalanya diletakkan dipundak Gladis sebelah kiri. Gladis masih fokus dan tidak tergoda akan perilaku manja Dika terhadap dirinya.
" Ada yang request lukisan ini?" tanya Dika sambil mencium leher jenjang Gladis yang putih bersih yang saat ini Gladis dengan potongan rambut pendek.
" Belum ada! Mumpung diajak kamu ketempat ini, jadi aku sekalian buat ini. Ini akan membuat aku tidak bosan, sayang!" jawab Gladis jujur.
" Apakah berdua dengan aku, kamu semakin bosan dan jenuh?" tanya Dika sambil memutar balik tubuh Gladis sehingga sekarang posisi nya saling berhadapan.
Dika dengan pelan menghentikan aktivitas Gladis yang sedari tadi melukis pemandangan itu. Dika meletakkan campuran warna- warna cat minyak yang digunakan untuk melukis Gladis sedari tadi. Kini Dika mulai metaih dagu milik Gladis lalu dengan lembut mengecupnya dengan lembut. Perlakuan manis itulah yang membuat Gladis bertahan lama dengan hubungan Dika. Padahal kedua orang tua Dika sudah mengetahui hubungan mereka yang hampir 5 tahun itu dan belum mendapatkan restu dan ijin untuk menikah.
Gladis sedari umur 23 tahun berpacaran dengan Dika dan sekarang sudah berumur 28 tahun. Hubungan yang manis dengan CEO muda pewaris tunggal perusahaan Dika Mulya.
__ADS_1