GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
MIMPI DIANDRA


__ADS_3

Lagi-lagi Kasandra risau. Kembali dirinya memikirkan pria tampan dan matang itu. Akhirnya Kasandra mengirimkan chat duluan ke kontak itu. Kasandra hanya mengirimkan tiga huruf saja untuk pria itu. Kata sapaan untuk memulai suatu hubungan dengan kontak nya. Hai! Itu adalah yang dikirim oleh Kasandra.


Tidak lama kemudian, pria itu membalasnya dengan cepat. Rupanya Diandra masih online.


" Kamu belum tidur?" tanya Diandra dengan chat nya.


Kasandra memilih tidak membalasnya. Kali ini Kasandra memilih memejamkan matanya. Lalu dengan cepat terbuai dalam mimpi indah nya.


*******


" Kasandra! Aku menyukaimu!" kata Diandra sambil memeluk Kasandra dari belakang. Kasandra yang mengenakan gaun sedikit terbuka membuat gejolak Diandra semakin muncul. Diandra memberanikan dirinya mencium aroma di bagian leher Kasandra. Di sanalah Kasandra suka menyemprotkan wangi parfum nya.


" Kamu sangat wangi!" bisik Diandra yang membuat Kasandra seketika merinding karena nafas Diandra yang hangat.


Diandra membalikkan tubuh Kasandra hingga kini mereka saling berhadapan. Mereka saling berpandangan. Mata mereka saling menatap seolah sama- sama memberikan kekuatan hipnotis di antara kedua nya. Senyum itu akhirnya terukir keduanya.


" Aku sudah lama merindukan pertemuan romantis seperti ini, Kasandra! Bicaralah, dan akuilah kalau kamu juga merindukan ini kepada ku." ucap pelan Diandra pada Kasandra.

__ADS_1


Kasandra hanya diam membisu namun bibirnya masih tetap tersenyum. Diandra meraih dagu Kasandra dengan pelan. Diandra mulai memberikan sentuhan lembut di bibir Kasandra dengan bibirnya. Seketika Kasandra begitu menikmati dan terlena dalam keromantisan Diandra. Kasandra ingin lebih dari itu dan membalas semua kehangatan dari Diandra.


Namun tiba-tiba Kasandra tersentak sadar. Jantungnya berdebar begitu hebatnya. Rupanya Kasandra telah bermimpi berjumpa dengan laki-laki itu. Laki-laki yang memberikan dirinya buket mawar putih dan laki-laki yang sebelum tidur nya dirinya menghubungi laki-laki itu.


" Ah aku bermimpi pria itu! Gila, aku di dalam mimpi itu sangat menikmati ciuman nya. Rasanya tidak ingin terbangun dari mimpi indah itu. Astaga!" kata Kasandra pelan.


Kasandra teringat sebelum tidur nya dia telah mengirim chat pada laki-laki itu. Kasandra mengambil ponsel nya dan membuka layarnya. Kasandra mulai mencari kontak laki-laki itu. Diandra!!


" Eh, rupanya dia telah membalas chat ku?" gumam Kasandra lalu memulai menulis balasan untuk laki-laki itu.


"Maaf! Tadi saya sudah tertidur. Ini baru terbangun!" balasan chat Kasandra untuk Diandra.


" Mungkin dia sudah tidur! Kenapa aku tidak melihat saat ini jam berapa sih?" pikir Kasandra lalu kembali menjatuhkan tubuhnya ke kasurnya.


Tiba-tiba chat nya dibalas oleh Diandra.


" Tidak apa- apa! Kamu pasti lelah bukan? Kenapa terbangun? Kamu lapar? Aku masih menyelesaikan lukisanku. Akhir tahun aku ada pameran lukisan." balasan dari Diandra melalui chat WA.

__ADS_1


" Eh dia lagi melukis? Belum tidur?" gumam Kasandra.


Akhirnya Kasandra membalasnya.


"Oh iya! Aku menjadi penasaran, hasil dari lukisan mu. Boleh lihat tidak?" balas Kasandra.


"Lukisanku adalah wajahmu, Kasandra! Kamu lihat lah di cermin. Di sana kamu akan melihat kecantikan wajah kamu dan itulah hasil dari lukisanku. Cantik bukan?" balasan Diandra.


Kasandra menjadi tersenyum sendiri. Seketika Kasandra menjadi berbunga- bunga. Anehnya jantung Kasandra menjadi berdebar dengan hebatnya ketika chatting dengan Diandra.


" Aneh! Kenapa aku seperti jatuh cinta pada pria itu secara tiba-tiba yah!" pikir Kasandra.


" Ah ini tidak benar! Laki-laki itu sudah berkeluarga. Aku tidak boleh menjadi perusak rumah tangga nya." pikir Kasandra.


" Aku akan memblokir nya!" pikir Kasandra.


Setelah memblokir nomer Diandra, Kasandra kembali memejamkan matanya. Namun Kasandra belum bisa tertidur setelah mimpi itu. Kasandra menjadi uring-uringan sendiri.

__ADS_1


" Ah aku jangan sampai gila soal mimpi itu! Itu tidak benar! Aku tidak ingin menjalin hubungan dengan laki-laki yang beristri." pikir Kasandra kemudian.


__ADS_2