
Bulan Desember telah tiba. Persiapan pertunjukan teater dan juga pameran seni, lukis pun sudah matang. Kedua kegiatan itu sudah dipersiapkan masing-masing pihak. Kepanitiaan benar-benar sudah siap menggelar acara itu. Diandra dan juga Kasandra telah matang mempersiapkan dirinya dalam acaranya. Apalagi Kasandra yang akan kembali memerankan tokoh utama di pertunjukan teater di penghujung tahun itu.
Saat ini Kasandra sedang gladi resik di panggung yang spektakuler itu. Panggung yang sudah dipersiapkan untuk pertunjukan teater dan akan ditayangkan secara live di stasiun televisi swasta. Kali ini semua anggota teater sungguh-sungguh bermain totalitas dan menganggap pertunjukan kali ini sudah di tonton oleh ribuan penonton dan sudah fix ditayangkan secara langsung.
Tidak jauh dari panggung pertunjukan yang sudah siap itu, ada yang duduk menyaksikan gladi resik itu. Dia adalah Diandra dan Gita. Saat ini mereka sedang duduk berdampingan menyaksikan kekasihnya masing- masing. Diandra tanpa berkedip menatap Kasandra yang saat ini memerankan tokoh utama wanita bersama Elzatta yang memerankan tokoh utama pria. Kedua nya saat ini sedang beradu akting. Ada kecemburuan yang terlihat dari mata Gita ketika menyaksikan antara Kasandra dengan Elzatta beradu akting. Memang antara Kasandra dengan Elzatta dalam cerita yang telah diangkat adalah sepasang kekasih yang sudah lama terpisah. Namun pada akhirnya mereka telah dipertemukan dalam sebuah acara yang tidak mereka sengaja.
Pertunjukan teater dengan judul cerita 'Kamu Dan Kenangan' mengangkat cerita cinta remaja disertai bumbu kesedihan dan juga kegembiraan. Cinta sejati itulah yang akhirnya mengantarkan kedua nya dengan tokoh Kasandra dan Elzatta bersatu kembali.
Diandra sesaat menyembunyikan kecemburuan nya ketika Elzatta dengan begitu penuh penjiwaan dan penghayatan bertemu dengan Kasandra dan memeluk Kasandra erat. Pelukan yang seperti benar-benar memakai rasa. Demikian halnya Gita, rasanya ingin marah ketika melihat dan menyaksikan adegan itu. Adegan dimana Elzatta memeluk Kasandra seperti nyata dan seperti pakai hati.
" Kenapa mereka sangat lama sekali ketika berpelukan? Apakah Elzatta mencari kesempatan dalam kesempitan itu?" kata Gita yang di dengar oleh Diandra. Diandra seketika melihat ke arah Gita.
" Apakah kamu saat ini sedang cemburu?" tanya Diandra. Gita menatap tajam ke arah Diandra yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
" Sekarang aku akan bertanya juga dengan Pak Diandra! Apakah Pak Diandra tidak merasakan cemburu itu? Jika tidak? Saya menjadi meragukan Pak Diandra kalau Pak Diandra tidak benar-benar mencintai Kasandra. Jelas- jelas mereka seperti sepasang kekasih yang saling melepaskan kerinduan itu. Apakah adegan ini tidak di sensor?" ucap Gita panjang lebar. Diandra kini beralih melihat Kasandra yang saat ini berada di atas panggung megah itu.
" Kekasih aku dengan kekasihmu ingin berakting secara totalitas. Seharusnya kamu bangga, Gita! Elzatta benar-benar memiliki bakat akting yang luar biasa. Di dunia teaterikal mereka harus dituntut bisa memerankan tokoh seperti benar-benar mengalami nya." jelas Diandra. Gita cemberut bibir nya.
" Tetapi Elzatta benar-benar mencari kesempatan itu. Aku benar-benar menjadi cemburu." sahut Gita.
" Kalau kamu cemburu, berarti kamu tidak sepenuhnya mempercayai kekasihmu itu, Gita." kata Diandra.
" Masalahnya dahulu Elzatta pernah mengutarakan cintanya kepada Kasandra. Walaupun Elzatta tidak mengakuinya setelah berpacaran dengan aku." kata Gita. Diandra mengerutkan dahinya.
*******
Di dalam mobil Diandra. Kasandra terlihat bersandar di jok mobil itu. Kasandra sangat lelah hari ini. Jadwalnya padat. Dimulai dari pagi hari harus bekerja di kantor menjadi asisten pribadi Diandra yang mendampingi Diandra menjumpai relasi dan mampir ke tempat yang akan diadakan pameran lukisan. Lalu setelah itu Kasandra harus latihan pemantapan pertunjukan teater nanti bersama kawan- kawan teater lainnya.
__ADS_1
" Capek yah?" tanya Diandra sambil mengusap puncak kepala Kasandra. Kasandra melenguh pelan.
" Lumayan! Maaf mas, aku jadi kurang memperhatikan kamu sejak dari latihan tadi." kata Kasandra. Diandra saat ini ikut serius dan tidak ingin Menjahili Kasandra. Diandra tahu, Kasandra sekarang butuh istirahat.
" Aku antar ke rumah kontrakan langsung atau kita mampir makan malam terlebih dahulu?" tawar Diandra.
" Aku lapar, mas! Bisa mampir beli makanan yang segar- segar dan dibawa pulang aja?" sahut Kasandra. Diandra tersenyum menatap wajah imut Kasandra.
" Baiklah! Kamu ingin apa? Soto lamongan, soto betawi atau bakso?" kata Diandra yang sudah paham selera Kasandra.
" Soto betawi aja deh, mas!" sahut Kasandra. Diandra tersenyum lebar.
" Tumben tidak milih bakso!" kata Diandra pelan namun Kasandra masih bisa mendengar nya.
__ADS_1
" Beli bakso juga deh, mas!" sahut Kasandra sambil memejamkan matanya karena mulai mengantuk. Diandra seketika terkekeh. Kasandra cuek saja karena sudah sangat letih.
" Aku tidak akan mempermasalahkan adegan romantis kamu dengan Elzatta. Aku tahu kamu sudah sangat lelah. Aku percaya kamu, Kasandra. Demikian halnya kamu percaya akan aku." pikir Diandra sambil melirik ke arah Kasandra yang sudah mulai tertidur di sampingnya. Diandra menambah kecepatan mobilnya.