GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL

GODAAN- GODAAN LIAR PELUKIS PROFESIONAL
AKHIR YANG BAHAGIA


__ADS_3

Dua Tahun kemudian.


Seorang wanita sedang menggendong bayinya yang masih merah. Tidak jauh dari wanita cantik itu ada dua baby sitternya juga masing-masing sedang menggendong bayi mungil yang masih merah. Ketiga wanita itu salah satu diantaranya adalah Kasandra dan dua wanita yang lain itu adalah baby sitter Kasandra.


Iyah, Kasandra kini telah memiliki tiga bayi mungil kembar dengan berjenis kelamin laki-laki. Diandra benar-benar hebat, bisa membuktikan kalau dirinya laki-laki tulen dan perkasa, bibit yang Diandra tanam di dalam lahannya Kasandra bisa dibuahi oleh Kasandra. Tentu saja papa mama nya Diandra menjadi sangat senang karena mendapatkan cucu lagi tiga jagoan. Sifa tentu saja ikut senang lantaran memiliki adik bayi tiga.


Dua tahun yang lalu itu setelah Diandra menyelesaikan segala urusan nya dan mengadakan pameran lukisan nya, serta Kasandra juga mengadakan pertunjukan teater spektakuler itu, keduanya menikah dengan sangat meriah. Saat usai pertunjukan teater itu, Diandra menaiki pentas dan melamar Kasandra dengan disaksikan jutaan penonton. Berapa itu semua tidak dikonsep lantaran Diandra sendiri juga sedang mengadakan pameran lukisan dan seni bisa datang di panggung yang super megah itu. Kasandra seperti seorang putri yang sedang dilamar oleh Diandra. Tentu saja hal ini membuat iri Dita yang belum dinikahi oleh Elzatta. Namun satu tahun kemudian, Dita dinikahi oleh Elzatta karena Dita sudah berbadan dua dan mau tida mau Elzatta harus bertanggungjawab dan meresmikan hubungan mereka.


Kini Dita hidup bahagia bersama Elzatta sedangkan Kasandra pun telah lengkap kebahagiaan nya bersanding dengan Diandra. Bahkan Kasandra telah memiliki tiga bayi laki-laki yang ganteng seperti ayahnya. Tiga bayi mungil anak dari Kasandra dengan Diandra itu kini sudah berusia dua bulan.


Sore itu Kasandra masih duduk di taman bersama ketiga bayinya dengan dibantu oleh ke dua baby sitter nya. Ketiga bayi Kasandra terlihat anteng dan tidak rewel. Sampai sebuah mobil berhenti di depan gerbang dan beberapa saat kemudian satpam rumah itu membukakan gerbang karena sangat mengenali siapa yang telah datang. Dia adalah Diandra.


Setelah pernikahan itu, selama Kasandra belum hamil Diandra masih mengajak Kasandra untuk mendampingi dirinya di kantor. Tentu saja seperti biasanya seperti layaknya baby sitter nya Diandra yang harus menyiapkan makanan, kopi dan juga menyuapi Diandra jika Diandra sudah gila dalam kerjaan nya. Apalagi setelah pameran lukisan itu diselenggarakan, banyak sekali orderan yang menginginkan lukisan dari Diandra. Di sela waktu longgar nya itu, Diandra gunakan untuk melukis.


Setelah Kasandra telat beberapa bulan dan hamil, Kasandra tidak ikut mendampingi Diandra bekerja di kantor nya. Hanya sesekali saja dalam setiap minggunya, lantaran Diandra rasanya blingsatan jika harus jauh dari Kasandra. Apalagi saat ini, Diandra pulang cepat dari kantor nya. Padahal siang hari Diandra baru berangkat dari kantor dan kini sore sudah tiba kembali di rumah mereka.


" Sayang! Aku bawakan iga bakar kesukaan kamu. Kamu kan sedang menyusui, jadi harus kenyang. Apalagi kamu menyusui empat jagoan sekaligus." kata Diandra seraya menyerahkan tas plastik yang berisikan makanan yang dimaksudkan. Diandra mengecup dahi istri nya tanpa memperdulikan ada baby sitter nya melihat adegan kemesraan suami istri itu. Setelah nya Diandra mencium ketiga jagoannya yang masih bayi.


" Bukannya anak kita tiga, sayang! Kok empat sih? Karena kamu capek jadi lupa yang kalau yang masih nyusu tiga. Kalau Sifa kan sudah gede." ucap Kasandra. Diandra terkekeh.

__ADS_1


" Sudahlah, lupakan semua yang aku bilang. Ayo kita masuk ke dalam." ajak Diandra sambil menggandeng Kasandra. Bayi yang ada dalam gendongan nya diletakkan di troli bayi. Kini Ketiga bayinya telah diurus oleh dua baby sitter nya dan juga dibawa masuk ke dalam dengan diletakkan di troli khusus untuk baby kembar.


Kasandra Bergelayut manja di lengan kekar suaminya. Keduanya berjalan menuju ruang makan dan di sanalah mereka duduk dan menikmati makanan yang telah dibawa oleh Diandra.


" Jadi satu lagi siapa yang aku beri air susuku. Tadi, kamu bilang aku harus banyak makan lantaran harus menyusui empat jagoan ku." tanya Kasandra. Diandra mendekati Kasandra dan membisikkan ditelinga nya.


" Yang satunya itu tentu saja aku, sayang! Aku juga mau seperti ketiga anakku. Jangan lupa, nanti malam yah, sayang!" bisik Diandra. Kasandra seketika berubah ekspresi nya.


" Kamu selalu mengajak aku untuk enak- enak terus, mas." sahut Kasandra sambil manyun bibirnya.


" Hayo, seorang istri tidak boleh menolak jika suaminya meminta." ucap Diandra. Kasandra mencabik kan bibirnya.


@@@@@@@


" Bu Kasandra! Maaf Bu Alif, Bana, dan Tam panas tinggi. Alif, Bana dan Tam rewel bu." teriak asisten rumah tangga Kasandra. Suara itu buka lah dari suara baby sitter nya. Kedua babysitter nya belum cukup berani jika menggangu majikan nya.


" Kasandra! Kita belum selesai sayang! Nanggung banget." protes Diandra sembari menyambar handuk kimono dan lalu ia kenalan. Demikian juga dengan Kasandra pun mengenakan pakaian tidur nya yang berbentuk kimono. Kasandra segera membuka pintu kamar mereka dan bergegas ke kamar ketiga jagoannya yang sedang sakit. Diandra akhirnya mengikuti langkah istrinya dengan gontai. Ketiga anak-anak nya saat ini tiba-tiba sakit, padahal Diandra baru akan melancarkan serangan nya untuk membuat adik lagi.


" Mas, Alif panas. Kedua adiknya juga ikut panas." ucap Kasandra. Diandra secepatnya menghubungi dokter keluarga untuk segera datang ke rumah mereka.

__ADS_1


" Kamu tenang sayang! Aku sudah memanggil dokter keluarga kita." ucap Diandra menenangkan istri nya. Diandra dan Kasandra kini sama- sama menggendong bayi nya. Bayi satunya di depan Diandra masih di dalam box ikut menangis lantaran tidak digendong nya.


" Mbak tolong angkat Tam, dia nangis minta digendong." suruh Kasandra kepada babysitter nya.


Kasandra dan Diandra saling pandang lalu tersenyum.


" Maaf yah, sayang! Nanti kalau ketiga anak kita sudah tenang dan bobok, aku akan menuntaskan semuanya yang belum tercurah." janji Kasandra. Diandra tersenyum lebar.


" Benar yah, sayang? Kamu di atas yah?" tawar Diandra. Kasandra mengangguk pelan.


" Terimakasih sayang!" sahut Diandra. Diandra mengecup dahi Kasandra dengan lembut.


" Aku sangat bahagia memiliki istri seperti kamu. Kamu sudah memberikan tiga baby yang tampan sekaligus untuk aku. Rumah tangga kita semakin lengkap dan sempurna." ucap Diandra.


" Aku juga bahagia memiliki suami yang siaga seperti kamu. Kamu mau membantu mengurus anak-anak kita." sahut Kasandra.


" Kamu bicara apa sih, sayang! Aku tentu saja harus ikut mengurus ketiga baby mungil kita. Buatnya saja kita dengan cara bekerja sama. Dan kita membesarkan, mendidiknya juga harus sama-sama." sahut Diandra. Kasandra tersenyum bahagia.


" Ini Bana, gantian kamu kasih susu. Biar Alif aku yang gendong." kata Diandra sambil matanya tidaj lepas melihat dua gundukan yang semakin berisi itu.

__ADS_1


" Dan setelah ketiga baby kita kenyang dengan semua itu, giliran aku, sayang." tambah Diandra. Kasandra menarik hidung Diandra yang mancung itu.


TAMAT


__ADS_2