
Pagi itu sudah tiba. Matahari sudah mulai mengintip dan menyembul di balik awan. Hari minggu yang sebagian orang masih bermalas-malasan di atas peraduan, seperti halnya Gita dan juga Elzatta masih enggan meninggalkan kamar penginapan itu. Mereka seolah-olah seperti pasangan pengantin yang baru dimabuk asmara. Padahal sesungguhnya mereka masih berpacaran. Gaya berpacaran Elzatta yang terbiasa melakukan seperti itu dengan pasangannya, asal suka sama suka dan tanpa menuntut jika berpisah atau putus. Namun tidak dengan Gita, Gita setelah menyerahkan semuanya, dia berharap Elzatta adalah jodohnya kelak. Elzatta adalah suaminya kelak yang akan menikahi dirinya. Baginya hari ini atau besok melakukan itu sama saja karena Gita sudah menyakini kalau Elzatta akan menikahi dan serius dengan dirinya. Sebenarnya Gita lah yang paling besar memiliki rasa cinta itu terhadap Elzatta sehingga rela melaksanakan semua itu terhadap nya. Rasa takut menolak dan mengecewakan Elzatta yang membuat Gita selalu memenuhinya apa yang di inginkan Elzatta.
Elzatta masih memejamkan matanya. Gita pun masih menikmati pelukan hangat dari Elzatta. Gita kini malah membenamkan kepalanya di bawah ketiak Elzatta. Elzatta mulai membuka matanya.
" Pagi!" kata Elzatta sambil mencium dahi Gita. Gita kini mendongak.
" Pagi, Elzatta! Jam berapa sekarang?" tanya Gita.
" Masih sama seperti kemarin!" jawab Elzatta asal. Gita tersenyum.
" Bangun yuk! Nanti kita kesiangan cek out dari penginapan ini." ajak Gita. Elzatta terkekeh saja.
" Tidak apa- apa! Bukankah ini masih hari minggu? Kita bisa kembali menginap disini. Kita menikmati kebersamaan kita ini dulu, sayang!" sahut Elzatta. Gita kini membenarkan duduk di atas peraduan itu. Elzatta terkekeh tatkala Gita lupa kalau saat ini dirinya masih polos belum mengenakan busana. Gita langsung menutupi nya dengan selimut itu. Elzatta malah menariknya kembali hingga terpampang lah dengan jelas dan menantang dua bukit kembar milik Gita. Gita tersenyum malu.
" Tidak usah ditutupi, aku sudah melihat nya dari kemarin dan aku sudah menjelajahi tempat itu dengan rakus." kata Elzatta. Gita tersenyum malu.
Elzatta kini malah meletakkan telapak tangannya menyentuh bagian yang menantang milik Gita. Gita mulai melenguh.
__ADS_1
" Aku ingin sarapan ini dulu." kata Elzatta dan mulai menyerang Gita hingga Gita kembali terbaring di atas peraduan itu. Kembali Elzatta mulai menjelajahi dan berpetualang di antara bukit- bukit milik Gita. Hingga mencari lembah dan goa kecil di sana. Gita mulai kembali merasakan sensasi nya. Elzatta kembali rakus dan bersemangat menanjak ke antara bukit- bukit itu hingga sampai lah Elzatta menemukan penjelajahannya di goa yang membuatnya penasaran. Elzatta beristirahat di sana. Di goa itu elzatta mulai menikah pemandangan dan juga menyesap air yang membuatnya tertantang ingin mencicip nya. Gita semakin melenguh dan men de sah. Suara erotis itu semakin membuat Elzatta bersemangat menelan sumber mata air yang keluar di sana. Gita mulai memejamkan mata dan sedikit memanas. Gita mulai merasa sensasi luar biasa, pinggul nya mulai sedikit diangkatnya memberikan ruang gerak supaya Elzatta mulai bebas dan puas menikmati air mengalir yang tumpah di sana.
Gita tersenyum ketika merasakan di puncak itu. Elzatta ikut tersenyum tatkala dahaganya hilang karena air yang tiba-tiba datang di goa itu. Elzatta menelannya tanpa sisa tanpa ada sedikitpun perasaan jijik walaupun tanpa harus memasaknya.
Kini giliran Elzatta mulai menunjukkan kebanggaan nya. Gita menatap nya tanpa ada rasa malu. Saat ini Elzatta mulai merenggangkan kedua paha milik Gita. Elzatta kini mulai memasukkan kebanggaan yang sudah berdiri menjulang dengan tegak itu ke goa itu tanpa ada lagi pelan- pelan seperti saat pertama kali itu. Dengan kasar Elzatta melakukan itu sampai Gita terhentak hentak seolah dirinya seperti kuda liar. Berbeda dengan Elzatta mungkin saja dirinya akan teringat waktu masa kecilnya dulu yang selalu menyukai permainan odong-odong dan menghentakkan dengan kasar.
Permainan itu memakan waktu yang lama, diiringi suara yang membangunkan semangat Elzatta. Gita sudah pandai menciptakan lagu yang indah di bibirnya. Hingga permainan itu semakin membuat Elzatta tidak ingin menyudahi nya. Elzatta tidak ingin sebentar melakukannya. Elzatta selalu menahannya, ia ingin lama bermain selayaknya odong-odong. Mungkin kali ini Elzatta sudah mulai ingin menjelajahi hutan belantara itu dengan kuda liarnya. Elzatta kini mulai menerobos hutan belantara itu dengan hentakan liar. Hingga hampir satu jam Elzatta tidak berhenti melajukan kuda liarnya. Hingga akhirnya Elzatta mengaku kalah karena dia sudah tidak bisa menahan semburan hangat nya. Gita meringis karena merasakan bagian itu seperti lecet karena beberapa kali kena gesekan. Akhirnya Elzatta menimpakan tubuhnya di atas Gita dan menciumnya hangat.
" Terimakasih yah, sayang! Aku akan menjadi kecanduan dengan semua ini." bisik Elzatta. Gita kini membelai pipi kanan dan kiri milik Elzatta.
" Aku menyukai kamu, Elzatta!" kata Gita pelan.
" Baiklah, ayo mandi dan bersihkan tubuh kita. Aku sudah lapar, Elzatta." kata Gita.
" Oke!" sahut Elzatta lalu mulai bangkit dari atas Gita.
*******
__ADS_1
Di rumah kontrakan, Kasandra sedari semalam gelisah menunggu Gita sahabat nya yang tidak juga pulang ke rumah. Kasandra sangat takut jika Gita terjadi apa- apa. Apalagi Gita bersama dengan Elzatta. Kasandra takut jika Gita terjadi sesuatu. Ini yang membuat Kasandra risau.
" Sudahlah! Mereka sudah dewasa dan bisa mempertanggungjawabkan semua yang akan mereka lakukan, sayang!" kata Diandra ketika Kasandra mulai mengeluh dengan kekasihnya itu melalui sambungan di ponsel nya.
" Benar juga! Mereka sudah berumur dan sudah dewasa." sahut Kasandra.
" Maaf, aku belum bisa berkencan nih, say. Aku masih belum bisa meninggalkan acara ini. Kamu tidak apa- apa kan, sayang?" kata Diandra.
" Tidak jadi masalah! Lagian besok pagi kita ketemu juga di kantor kan?" sahut Kasandra.
" Oh tidak! Besok pagi aku akan menjemput kamu, sayang! Sebenarnya sebentar lagi sudah kelar acara nya, tapi aku benar-benar capek banget." kata Diandra.
" Kamu istirahat saja, mas! Lagi pula kita masih bisa telponan kan?" kata Kasandra.
" Tapi aku kangen kamu, Kasandra." sahut Diandra.
" Mulai deh! Mulai merayunya." sahut Kasandra sambil terkekeh malu-malu.
__ADS_1
(🐱🐱 kucing garong Elzatta)
Tinggalkan jejak kalian yah, berikan like dan komentar nya yah! Love love love love muahhh.